Tokoh Reuni 212 Belum Tentukan Sikap untuk Pilpres 2024

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ketua Umum Front Pembela Islam Jakarta Sobri Lubis, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, dan Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Martak, dan sejumlah tokoh islam lain, saat konferensi pers Ijtima Ulama 3, di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Ketua Umum Front Pembela Islam Jakarta Sobri Lubis, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, dan Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Martak, dan sejumlah tokoh islam lain, saat konferensi pers Ijtima Ulama 3, di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Steering Committee Reuni 212, Yusuf Muhammad Martak, menyatakan Persaudaraan Alumni 212 belum menentukan sikap politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Menurut dia, saat ini PA 212 tengah fokus menghadapi berbagai persoalan yang mereka hadapi. 

    “Kami masih banyak tugas. Kami masih menyelesaikan permasalahan-permasalahan. Setitik pun kami belum pernah terpikir masuk ke wilayah politik. Karena kami ingin menyelesaikan permasalahan internal atau masalah-masalah hukum yang sedang kami hadapi,” tutur dia dalam konferensi pers di kawasan Tebet pada Sabtu, 4 Desember 2021.

    Seperti diketahui, pada Pilpres 2019 lalu, PA 212 menyatakan dukungannya terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dukungan itu dinyatakan lewat ijtima ulama yang digelar sebelum penetapan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

    Bahkan, sejumlah ulama Persaudaraan Alumni 212 menghadiri debat perdana calon presiden-calon wakil presiden yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Kamis, 17 Januari 2019 lalu. Di antara yang hadir adalah Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif. 

    Di sisi lain sejumlah tokoh di balik aksi reuni 212 sedang terjerat kasus hukum seperti eks pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab dan Munarman.

    ADAM PRIREZA

    Baca juga:

    Panitia Reuni 212 Sebut Peserta Kecewa Ada Penyekatan Polisi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.