Top 3 Metro: Polisi Setop Kasus Nicholas Sean, Panitia Reuni 212 Puji Aparat

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Nicholas Sean. Instagram

    Nicholas Sean. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah peristiwa di Jakarta dan sekitarnya menjadi terpopuler di kanal Metro.tempo.co sejak kemarin hingga pagi ini, Ahad, 5 Desember 2021. Mulai dari banjir hingga kasus dugaan penganiayaan Nicholas Sean Purnama

    Banjir rob yang melanda Jakarta Utara hingga membuat 3 rute Transjakarta tak beroperasi menjadi peristiwa yang banyak dibaca publik.

    Ada pula perkembangan dugaan penganiayaan anak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Nicholas Sean Purnama, terhadap selebritas Ayu Thalia.

    Berita lainnya adalah pernyataan dari panitia Reuni 212 terhadap aksi polisi pada Kamis, 2 Desember kemarin

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Metro Tempo.co:

    1. Banjir Rob di Jakarta Utara ganggu operasional Bus Transjakarta

    Bus Transjakarta rute Taman Intan-Museum Bahari (GR4) tidak melayani penumpang pada hari ini akibat banjir rob. Dari unggahan akun Twitter @PT_Transjakarta, banjir akibat rob melanda sekitaran Museum Bahari, Jakarta Utara, sehingga bus tak bisa melintas. Informasi ini diunggah pukul 10.53 WIB.

    "Taman Intan-Museum Bahari sementara tidak dapat melayani pelanggan dikarenakan adanya genangan air di sekitar Museum Bahari," demikian bunyi unggahan akun itu, Sabtu, 4 Desember 2021.

    Baca selengkapnya di sini

    1. Polisi hentikan kasus dugaan penganiayaan Nicholas Sean

    Polisi menyatakan kasus dugaan penganiayaan anak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Nicholas Sean Purnama terhadap Ayu Thalia tak terbukti mengandung unsur pidana. Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Guruh Arif Darmawan mengatakan hal itu berdasarkan gelar perkara yang beberapa kali mereka lakukan.

    "Kami lihat dan periksa saksi kemudian CCTV tidak ada bukti pendukung yang mengarah ke sana," kata Guruh saat dihubungi wartawan pada Sabtu, 4 Desember 2021.

    Dengan begitu, polisi pun memutuskan untuk menghentikan penyidikan kasus penganiayaan tersebut. "Karena setelah kita cek semua, saksi kemudian bukti, tidak terbukti, ya, sudah, selesai. (Kasusnya) berhenti," tutur Guruh.

    Baca selengkapnya di sini

    1. Panitia Reuni 212 apresiasi sikap polisi

    Koordinator Kuasa Hukum Reuni 212, Aziz Yanuar, memastikan acara Reuni 212 yang mereka gelar pada Kamis, 2 Desember 2021 lalu berjalan lancar. Walaupun, kata dia, massa  tak dapat mendekat ke kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, lantaran sejumlah jalan yang menjadi akses menuju kawasan itu telah disekat oleh polisi.

    Aziz pun menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi baik TNI, polisi, Satuan Tugas Covid-19 DKI, maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas saat itu.

    "Mereka telah menjalankan tugasnya secara humanis, menjaga ketertiban agar suasana tetap kondusif hingga masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi dan pendapatnya tetap tertib dan menjaga prokes," ucap Aziz dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 4 Desember 2021.

    Baca selengkapnya di sini

    Baca juga:

    Polda Banten Ungkap Prostitusi Berkedok Panti Pijat, Ini Motif dan Modusnya


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.