Antusiasme Warga Sambut Biskita Trans Pakuan, Kebutuhan hingga Rekreasi

Petugas Dishub Kota Bogor bersama anggota Polresta Bogor Kota mengatur lalu lintas saat uji coba BISKITA Trans Pakuan di jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 2 November 2021. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor melalui program Buy The Service (BTS) melakukan uji coba sebanyak 10 BISKITA Trans Pakuan yang melewati 16 halte pada koridor lima mulai dari Stasiun Bogor hingga Ciparigi secara gratis hingga bulan Desember 2021. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota Bogor telah meluncurkan koridor 6 BisKita Trans Pakuan yang melayani masyarakat dari Parung Banteng, Katulampa hingga Air Mancur, Tanah Sareal.

Beragam alasan terlontar dari warga yang mencoba menjajal bus ini, mulai dari tertarik beralih ke moda transportasi umum hingga sekadar mencobanya sambil mengajak anak serta keluarga berekreasi mumpung masih gratis. Pemerintah memang menggratiskan tarif BisKita Trans Pakuan hingga akhir tahun ini dalam rangka sosialisasi.

Namun meski gratis, calon penumpang wajib membawa kartu uang elektronik ketika ingin mencobanya karena transaksi BisKita Trans Pakuan menerapkan pembayaran nontunai.

Elsa Safitri, 21 tahun, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bogor yang saat ini bekerja paruh waktu di sekitar Jalan Pemuda mengatakan kehadiran Biskita Trans Pakuan memudahkan dirinya berpergian dari kediamannya di sekitar jalan Pandu Raya atau Jalan Kolonel Ahmad Syam. Menurut dia, keberadaan bus ini membantu masyarakat asal mereka tahu jadwal pemberangkatannya.

“Lebih simpel aja, cukup sekali naik (dari rumah) sampai kantor. Biasanya, kan, dua kali naik angkot, harus turun naik dan bayarnya juga dua kali. Belum ngetemnya, suka lama,” ucap Elsa kepada Tempo, Senin 29 Novmber 2021.

 BISKITA Trans Pakuan melewati angkot saat uji coba di jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 2 November 2021. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor melalui program Buy The Service (BTS) melakukan uji coba sebanyak 10 BISKITA Trans Pakuan yang melewati 16 halte pada koridor lima mulai dari Stasiun Bogor hingga Ciparigi secara gratis hingga bulan Desember 2021. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Berbeda dengan Indah Purwanti, 41 tahun, warga Cibedug Raden, Katulampa. Ibu dua anak ini naik BisKita hanya ingin mengajak anaknya berwisata. Ia tidak menampik jika sekadar memanfaatkan momen gratis yang sedang diberlakukan karena ingin membuktikan infromasi yang diperolehnya dari media sosial. “Saya kan lihat IG (Instagram), katanya bis ini gratis. Terus kata temen-temen ayo dibuktikan, bener apa enggak gratis,” tuturnya.

Peluncuran koridor 6, merupakan penambahan koridor BisKita oleh Pemkot Bogor yang awalnya hanya meluncurkan koridor 5. Koridor 6 ini melayani dari Parung Bateng hingga Air mancur, dengan memiliki 19 titik pemberhentian yakni 1. Parung Banteng, 2. Griya Bogor Raya, 3. Kol. Ahmad Syam 1, 4. Kol. AHmad Syam II, 5. Pandu Raya, 6. Masjid Al-Mutaqien, 7. Dinas Pariwisata, 8. Taman Corat Coret, 9. Masjid Attaqwa, 10. Perempatan Warung Jambu, 11. Jambu 2, 12. SMPN 8, 13. BPJS, 14. Jl. Kesehatan, 15. GOR II, 16. Air Mancur, 17. DPRD, 18. SMPN 5 dan 19. GOR Utama Pajajaran.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan pembeda koridor 6 dari koridor 5 ialah koridor ini memiliki 10 bus yang disuguhkan dan satu unit diantaranya merupakan bus dengan akses ramah penyandang disabilitas pada bagian pintu belakang.

“Selain bisa untuk kursi roda, space ini juga bisa dimanfaatkan untuk sepeda maupun stroller bayi. Terdapat juga kursi khusus pada kabin belakang. Kursi memanjang ini untuk pendamping penyandang disabilitas atau pembawa stroller bayi,” kata Bima Arya saat menjajal bus ini.

 Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti (kiri) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan unsur Forkopimda Kota Bogor melepas uji coba BISKITA Trans Pakuan di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Selasa 2 November 2021. BPTJ bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor melalui program Buy The Service (BTS) melakukan uji coba sebanyak 10 BISKITA Trans Pakuan yang melewati 16 halte pada koridor lima mulai dari Stasiun Bogor hingga Ciparigi secara gratis hingga bulan Desember 2021. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Untuk mengakomodir penumpang disabilitas supaya tetap dapat melihat pemandangan di jalan raya, Bima menyebut kaca bagian belakang bus dibuat luas. Sementara fasilitas lainnya sama dengan model yang sudah mengaspal sebelumnya di koridor 5 (Stasiun Bogor-Ciparigi), seperti AC, CCTV, kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, jam digital, serta tombol untuk menginformasikan penumpang hendak turun.

Bima mengklaim hadirnya Biskita Transpakuan ini merupakan era baru penataan transportasi di Kota Bogor. Ke depan, kata Bima, masih ada koridor-koridor lain yang diluncurkan untuk memberikan pelayanan transportasi yang nyaman bagi warga. Insya Allah sesuai rencana sampai akhir tahun ini akan beroperasi 49 bus," kata Bima.

Bima Arya mengatakan antusiasme warga luar biasa. Dia menyebut, sudah hampir 52 ribu warga yang naik Biskita Trans Pakuan baik untuk liburan, berwisata, berolahraga, dan keperluan sehari-hari seperti kerja serta sekolah.

M.A MURTADHO

Baca juga:

Banyak yang Belum Tahu, Ini Cara Menikmati Layanan BisKita Trans Pakuan






5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

8 jam lalu

5 Tahun Anies Baswedan Jadi DKI 1, Seperti Apa Pengembangan Transportasi Umum di Jakarta?

Anies Baswedan segera mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI. Apa saja pengembangan transportasi umum yang sudah berjalan di DKI?


Dishub DKI Punya Push and Pull Strategy untuk Kendalikan Lalu Lintas, Apa Itu?

9 jam lalu

Dishub DKI Punya Push and Pull Strategy untuk Kendalikan Lalu Lintas, Apa Itu?

Kebijakan push dan pull strategy ini akan diatur dalam rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE)


Kendaraan Listrik untuk Mobil Dinas, Pemkot Bogor Anggarkan Rp 1,8 M

1 hari lalu

Kendaraan Listrik untuk Mobil Dinas, Pemkot Bogor Anggarkan Rp 1,8 M

Pemerintah kota (Pemkot) Bogor turut mendukung Instruksi Presiden (Inpres) untuk menggunakan kendaraan listrik sebagai mobil dinas.


Di Perpisahan Anies Baswedan, Ridwan Kamil Kritik Ruang Terbuka Jakarta

1 hari lalu

Di Perpisahan Anies Baswedan, Ridwan Kamil Kritik Ruang Terbuka Jakarta

Ridwan Kamil mengkritik perlu lebih banyak ruang terbuka di Jakarta. Kota jangan sebagai titik turunkan orang untuk bekerja lalu kembali ke rumah.


Lengser dari DKI 1, Anies Baswedan Minta Doa Husnul Khotimah

1 hari lalu

Lengser dari DKI 1, Anies Baswedan Minta Doa Husnul Khotimah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, dirinya akan tetap di Ibu Kota pasca lengser dari jabatannya di DKI 1.


Dino Patti Djalal Tanya Siapa yang Akan Pimpin Indonesia, Peserta Sorak Anies Baswedan

2 hari lalu

Dino Patti Djalal Tanya Siapa yang Akan Pimpin Indonesia, Peserta Sorak Anies Baswedan

Peserta acara Supermentor-27 menyorakkan keinginan mereka agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kelak memimpin Indonesia.


Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Bogor dan Bekasi Waspada Hujan Petir dan Angin kencang

2 hari lalu

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Bogor dan Bekasi Waspada Hujan Petir dan Angin kencang

Prakiraan cuaca BMKG menyebutkan bahwa Jabodetabek hari ini akan diguyur hujan seharian. Waspada hujan petir dan angin kencang.


Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

3 hari lalu

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Bogor Kena Tipu Toko Online, Pinjam ke Pinjol untuk Naikkan Rating

Pemilik toko online mengiming-imingi korban akan mendapat komisi 10 persen dari transaksi. Kini anak-anak itu dikejar penagih utang.


Proyek Mobil Listrik Pemkot Bogor Senilai Rp 1,8 Miliar Tahun Ini

4 hari lalu

Proyek Mobil Listrik Pemkot Bogor Senilai Rp 1,8 Miliar Tahun Ini

Anggaran Rp 1,8 miliar tersebut untuk membeli dua mobil listrik untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dan lima sepeda motor listrik.


Kekerasan Seksual di Kampus, Transportasi Umum, Psikolog: Bukan Salah Tempat dan Pakaian

4 hari lalu

Kekerasan Seksual di Kampus, Transportasi Umum, Psikolog: Bukan Salah Tempat dan Pakaian

Tempat dan pakaian bukan yang paling bersalah dalam suatu peristiwa kekerasan seksual, tapi yang salah adalah pelaku kekerasan seksual itu sendiri.