Banjir Rob Landa 15 RT di Jakarta Utara dan Jakbar Siang Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara melakukan pengendalian banjir rob di Jalan Krapu, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Desember 2021. Pengendalian banjir rob tersebut dilakukan menggunakan kendaraan Unit Pengendalian Banjir Pompa Mobile guna mengurangi genangan air akibat banjir rob. TEMPO/Daniel Christian D.E

    Petugas Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara melakukan pengendalian banjir rob di Jalan Krapu, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu, 4 Desember 2021. Pengendalian banjir rob tersebut dilakukan menggunakan kendaraan Unit Pengendalian Banjir Pompa Mobile guna mengurangi genangan air akibat banjir rob. TEMPO/Daniel Christian D.E

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Jakarta siang ini. Banjir akibat meluapnya air laut itu merendam 15 RT di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

    "Sebanyak 11 RT di Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, dengan ketinggian 40 sampai 50 cm," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta M. Insaf saat dihubungi Tempo, Senin, 6 Desember 2021.

    Sedangkan empat RT lainnya berada di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat. Banjir akibat rob setinggi 40 cm itu merendam kelurahan Tegal Alur sejak pukul 14.00.

    Saat ini Insaf mengatakan pihak kelurahan setempat bersama PPSU, Tim TRC BPBD, DSDA, Satpol PP, Tagana & Disgulkarmat. Insaf menargetkan banjir akibat laut pasang itu akan surut dalam waktu cepat.

    Sementara itu Lurah Ancol Rusmin mengatakan banjir di tempatnya masih menggenang hingga sore hari ini. "Sudah mulai surut. Tinggal sedikit banjir di Jalan Lodan Raya depan pintu masuk Pelabuhan Sunda Kelapa," kata Rusmin.

    Rusmin mengatakan, banjir rob terjadi karena air laut sudah lebih tinggi dari permukaan tanggul. Selain itu, air kali yang mengaliri ke hilir dari hulu limpas kembali karena perbedaan level antara daratan dan lautan.

    Baca juga: Waspada Banjir Rob, Pintu Air Pasar Ikan Siaga Dua


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.