Hakim Vonis Penyebar Hoaks Babi Ngepet di Depok 4 Tahun Penjara

Sidang tuntutan terhadap penyebar berita hoax babi ngepet, Adam Ibrahim di Pengadilan Negeri Depok, Selasa 9 November 2021. TEMPO/ADE RIDWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada terdakwa penyebar kabar bohong soal babi ngepet, Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki 4 tahun penjara. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan Jaksa yaitu 3 tahun.

Majelis Hakim yang dipimpin M. Iqbal Hutabarat sebagai ketua dan Yuanne Marrieta serta Darmo Wibowo sebagai anggota, membacakan amar putusannya di Ruang Sidang Utama, Pengadilan Negeri Depok, Senin 6 Desember 2021.

“Mengadili, satu menyatakan terdakwa Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong,” kata Iqbal saat membacakan putusan.

“Dua, menjatuhkan pidana terhadap Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki dengan pidana penjara selama 4 tahun.”

Iqbal menyebutkan, putusan itu telah sesuai dengan hasil rapat Permusyawaratan Majelis Hakim yang digelar pada Rabu, 1 Desember 2021 lalu.

Masih dalam amar putusannya, Iqbal mengatakan, ada beberapa hal memberatkan yang dilakukan terdakwa sehingga harus menerima vonis hukuman lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa.

Salah satunya adalah karena perbuatan terdakwa yang dianggap meresahkan, hingga mampu membuat keonaran bagi warga Depok.

“Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, membuat keonaran di tengah masyarakat, perbuatan terdakwa tidak menjadi contoh yang baik untuk masyarakat,” kata Iqbal.

Sementara itu, Adam Ibrahim yang mendengarkan pembacaan vonis Majelis Hakim secara virtual atau online mengaku hanya dapat pasrah dan ikhlas menerima ganjaran atas perbuatannya.

“Saya pribadi saya ikhlas lillahi ta’ala, menerima dan akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan saya,” kata Adam.

Meski pernyataan Adam itu bertolak belakang dengan sikap penasehat hukumnya yang meminta waktu untuk melakukan pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau tidak. Namun, karena Adam telah mengeluarkan pernyataan menerima maka telah diputuskan tidak melakukan banding.

Begitupun dengan sikap Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan telah menerima putusan Majelis Hakim dan tidak akan melakukan banding.

Isu tertangkapnya babi ngepet sempat viral pada April 2021. Lokasinya di Kelurahan Bedahan, Sawangan. Setelah aparat kepolisian sektor Sawangan melakukan penyelidikan, rupanya kasus tersebut adalah rekayasa.

Adam Ibrahim ditangkap pada 29 April 2021 atau dua hari setelah viralnya kabar itu, karena ustad kampung itu diduga sebagai dalang dari rekayasa tersebut.

Adam dengan sengaja diduga membeli seekor babi dan melepasliarkan di lingkungan rumahnya. Dengan skenarionya, babi tersebut ditangkap dan dinyatakan kalau itu adalah babi ngepet.

Menurut pengakuannya, tujuan dari perbuatannya itu adalah untuk menaikkan pamornya di kampung tempat tinggalnya.

Adam sebelumnya didakwa dua pasal alternatif yakni Pasal 14 ayat 1 atau Pasal 14 ayat 2 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946.

Dalam sidang tuntutan Selasa 9 November 2021, JPU memilih pasal alternatif yang pertama dan menuntut Adam Ibrahim dengan tuntutan 3 tahun penjara.

Baca juga: Terdakwa Penyebar Hoaks Babi Ngepet di Depok Dituntut 3 Tahun Penjara 

ADE RIDWAN YANDWIPUTRA






Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

21 jam lalu

Diinjak Lehernya Saat Dihukum Push Up, Sopir Truk Akhirnya Berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Depok

Sopir truk Ahmad Misbah akhirnya berdamai dengan Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri. Polisi menyatakan kasus ini telah selesai.


Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

1 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Depok Injak Leher Sopir Truk, Petang Ini Dipanggil Tim Khusus Golkar

DPD Partai Golkar Kota Depok menjadwalkan pemanggilan terhadap Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri, Senin petang, 26 September 2022.


Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

3 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menginjak sopir truk dan menghukumnya untuk push up


Hukum Supir Truk Berguling di Jalan, Anggota DPRD Depok Tajudin: Saya Emosi

3 hari lalu

Hukum Supir Truk Berguling di Jalan, Anggota DPRD Depok Tajudin: Saya Emosi

Wakil Ketua DPRD Depok Tajudin Tabri mengaku khilaf atas perlakuannya terhadap supir truk, setelah videonya viral.


Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

4 hari lalu

Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

Wakil Ketua DPRD Kota Depok terekam melakukan perbuatan semena-mena terhadap seorang sopir truk.


CekFakta #175 Tantangan Mengantisipasi Hoaks di Tahun Politik

4 hari lalu

CekFakta #175 Tantangan Mengantisipasi Hoaks di Tahun Politik

Trusted Media Summit APAC 2022 Sesi Indonesia berfokus pada upaya membaca tren hoaks di tahum politik dan masa depan jurnalisme


Peretas Meki Unggah Kebocoran 26 Juta Data Polri, Divisi Humas: Data Usang

4 hari lalu

Peretas Meki Unggah Kebocoran 26 Juta Data Polri, Divisi Humas: Data Usang

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, data yang dibocorkan oleh peretas itu adalah data usang.


Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di KRL, Pelaku Dekati Penumpang Wanita Lalu Masturbasi

4 hari lalu

Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di KRL, Pelaku Dekati Penumpang Wanita Lalu Masturbasi

Pelaku pelecehan seksual di KRL ini melakukan masturbasi hingga ejakulasi. Pelaku sudah ditangkap Polres Metro Depok.


Susul Eks Jaksa KPK, Jaksa Depok Ikut Laporkan Alvin Lim karena Sebarkan Narasi Penghinaan

5 hari lalu

Susul Eks Jaksa KPK, Jaksa Depok Ikut Laporkan Alvin Lim karena Sebarkan Narasi Penghinaan

Anggota Kejaksaan Negeri Kota Depok mewakili Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) melaporkan Alvin Lim ke Mapolres Metro Depok.


Politikus PDIP Bandingkan Kota Depok dengan Banyuwangi, Surabaya dan Semarang

6 hari lalu

Politikus PDIP Bandingkan Kota Depok dengan Banyuwangi, Surabaya dan Semarang

Politikus PDIP mempertanyakan mengapa Depok yang mengusung tema Green and Smart City, tidak dapat penghargaan dari UI GreenCityMetric 2022.