Sekolah Jenguk Korban Penganiayaan di Tangerang, Kepsek: Kondisinya Masih Drop

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi penganiayaan terhadap perempuan. shutterstock.com

    Ilustrasi penganiayaan terhadap perempuan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Sekolah  Menengah Pertama  Negeri (SMPN)  8 Jatiuwung  di Jatake  Suryani Harahap membenarkan seorang siswi di sekolahnya  menjadi korban penganiayaan  orang tak dikenal. Saat ini, kondisi siswi berinisial F ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kabupaten Tangerang.

    "Kami prihatin, dari sekolah sudah menjenguk," kata Suryani. Berdasarkan cerita Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan yang menjenguk murid berusia 14 tahun itu, kondisinya kini drop. "Jadi belum bercerita sesungguhnya seperti apa peristiwa yang terjadi," kata dia.

    Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Ahad, 5 Desember 2021 pukul 04.30 WIB. Pelajar itu menderita luka sobek di bagian pipinya. Diduga luka itu merupakan sayatan senjata tajam.

    Suryani mengatakan, selama pembelajaran daring, F kerap tidak mengikuti pelajaran. "Ya tidak aktif, sampai guru Bimbingan Konseling (BK) memanggil orang tuanya untuk ke sekolah," kata dia.

    Sayang, kata Suryani, bukan orang tuanya yang datang melainkan sang kakek. "Orang tuanya tidak datang tapi kakeknya yang berprofesi  sopir taksi  ke sekolah, " kata Suryani.

    Saat itu sekolah meminta siswi F ini untuk aktif mengikuti pelajaran daring. 

    "Kami juga pernah meminta agar belajar daring di sekolah  jika tidak ada kuota internet, itu dilakukan  hanya beberapa kali saja,"kata Suryani.

    Sekolah akan adakan bimbingan orang tua...


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.