Kronologi Polisi Dikeroyok di Pondok Indah, Hendak Bubarkan Balap Liar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi balap liar. Antaranews.com

    Ilustrasi balap liar. Antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota polisi bernama Irwan Lombu menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak dikenal yang hendak menggelar balap liar di Pondok Indah, Selasa dinihari. Pengeroyokan itu terjadi di Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekitar pukul 03.30.

    Anggota polisi berpangkat Brigadir itu dikeroyok setelah nekat mencabut kunci motor salah satu pelaku balap liar dan hendak membubarkannya. 

    "Namun sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan terhadap korban dengan meneriaki korban sebagai polisi gadungan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan dalam keterangannya, Rabu, 8 Desember 2021. 

    Zulpan menerangkan, kronologi polisi dikeroyok di Pondok Indah ini berawal saat korban bersama dengan anak, istri, dan keluarganya sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Condet, Jakarta Timur menggunakan mobil. Saat tiba di Bundaran Pondok Indah, kendaraan Irwan dicegat sejumlah remaja yang hendak menggelar balapan liar. 

    Irwan berusaha membubarkan balapan liar itu, hingga akhirnya terjadi pengeroyokan tersebut. Beruntung keluarga korban melerai dan berteriak bahwa korban benar merupakan anggota polisi. 

    "Korban kemudian melapor ke Polsek Kebayoran Lama," ujar Zulpan. 

    Akibat penganiayaan oleh sekelompok orang yang diduga hendak menggelar balap liar itu, korban menderita sejumlah luka-luka. Selain itu para pelaku juga merampas ponsel milik orangtua Irwan yang berusaha melerai pengeroyokan tersebut. Polisi kini masih menyelidiki dan mencari para pelaku pengeroyokan tersebut. 

    Baca juga: Polisi Tangsel Jadi Korban Pengeroyokan Kelompok Balap Liar di Pondok Indah


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.