PWNU DKI Minta Sita Aset Teroris yang Gunakan Dana Infak dan Donasi Warga

Ilustrasi teroris. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LBM PWNU) DKI Jakarta mengeluarkan tiga rekomendasi untuk pemerintah soal penyelewenangan dana oleh jaringan teroris. Ketua LBM PWNU DKI Mukti Ali Qusyairi menyatakan, pemerintah harus menyita aset organisasi terorisme.

"Pemerintah yang wajib menyita aset kalangan teroris sesuai dengan jumlah dana donasi yang diselewengkan ke kegaitan terorisme," kata dia dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Tempo, Sabtu, 11 Desember 2021.

Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi yang dihelat LBM PWNU DKI pada Rabu, 8 Desember 2021. Diskusi tersebut mengangkat tema 'Menyoal Dana Terorisme'.

Diskusi diisi sejumlah narasumber, seperti anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Densus 88, AKBP Goentoro Wisnoe Tjahjono; Direktur Wahid Foundation Mujtaba Hamdi; serta dua pengurus LBM PWNU DKI divisi Kontra Terorisme, Mujahiddin Nur dan Soffa Ihsan.

Dalam diskusi itu, Geontoro mengungkap, pendanaan organisasi terorisme bersumber dari infaq, donasi, kripto, dan pinjaman online. Kucuran ongkos juga berasal dari dana organisasi teror luar negeri dan jaringan internasional, serta fa'i.

Informasi inilah yang menjadi dasar LBM PWNU DKI menyarankan pemerintah menyita aset organisasi terorisme. "Sebab telah menipu dan merugikan dana umat dan masyarakat," jelas Mukti.

Rekomendasi kedua, Mukti melanjutkan, agar pemerintah mengalokasikan hasil sitaan untuk membangun masjid, pesantren, jalan raya, hingga berbagi kepada yatim piatu.

Ketiga, pemerintah menghukum pelaku jaringan teroris lantaran telah merugikan masyarakat yang berdonasi.

Baca juga: Densus 88 Ungkap Sumber Dana Jaringan Teroris dari Infak, Kripto Hingga Pinjol






4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

7 jam lalu

4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

Empat pelaku perampokan toko emas di Tangerang Selatan sudah ditangkap.


Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

3 hari lalu

Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, Bukan Pertama Kali di Kabupaten Sukoharjo

Sejak 2010, Sukaharjo kerap terjadi teror dan bom, terakhir ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo. Ini kejadian beberapa tahun belakangan.


DKI Ajak TNI dan Polri Gerebek Lumpur, dan Profil Kapolres Metro Jakarta Selatan Jadi Top 3 Metro

3 hari lalu

DKI Ajak TNI dan Polri Gerebek Lumpur, dan Profil Kapolres Metro Jakarta Selatan Jadi Top 3 Metro

DKI Jakarta bersama personel gabungan TNI, Polri, dan komunitas masyarakat melaksanakan gerebek lumpur jadi Top 3 Metro.


Lesu, Nilai Transaksi Kripto Turun hingga 56,33 Persen

3 hari lalu

Lesu, Nilai Transaksi Kripto Turun hingga 56,33 Persen

Musim dingin aset kripto terjadi secara global, termasuk di Indonesia.


AFPI Laporkan Pinjol Ilegal Atas Dugaan Replikasi 28 Fintech Lending

3 hari lalu

AFPI Laporkan Pinjol Ilegal Atas Dugaan Replikasi 28 Fintech Lending

Tindakan replikasi itu diduga dilakukan oleh penyelenggara pinjol ilegal.


Sri Mulyani Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto hingga Agustus

4 hari lalu

Sri Mulyani Kantongi Rp 126,75 Miliar dari Pajak Kripto hingga Agustus

Sri Mulyani juga terhitung telah mengumpulkan pajak pinjol Rp 107,25 miliar hingga Agustus--terhitung sejak Mei.


Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

4 hari lalu

Bandit Bersenjata Serang Salat Jumat di Nigeria, 15 Jamaah Tewas

Sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah masjid dan menewaskan sedikitnya 15 jamaah salat Jumat di negara bagian Zamfara, Nigeria


Koin Kripto Kejeblos

4 hari lalu

Koin Kripto Kejeblos

Nilai transaksi koin kripto tahun ini terus merosot hingga mencapai Rp 16,9 triliun pada Agustus 2022 dari Rp 99,91 triliun pada Agustus tahun lalu.


Densus 88 Ikut Dalami Kasus Ledakan di Dekat Asrama Polisi di Sukoharjo

4 hari lalu

Densus 88 Ikut Dalami Kasus Ledakan di Dekat Asrama Polisi di Sukoharjo

Untuk mengusut penyebab ledakan, Polri mengerahkan tim gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polresta Solo dan dibantu Satgaswil Densus 88


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

5 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.