Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Aplikasi JAKI Raih Medali Emas di Ajang ASEAN ICT Awards 2021

Reporter

image-gnews
Ilustrasi aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
Ilustrasi aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) yang merupakan aplikasi untuk berbagai layanan dan pengaduan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih medali emas untuk kategori sektor publik pada kompetisi teknologi dan inovasi tingkat Asia Tenggara di ASEAN ICT Awards 2021.

"Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan sangat membanggakan. Pemprov DKI Jakarta merupakan instansi pemerintah yang pertama kali menyumbangkan medali emas untuk Indonesia," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan seperti dikutip dari siaran pers PPID Jakarta, Senin, 20 Desember 2021.

Dalam kompetisi ASEAN ICT Awards 2021 itu, penilaian dilakukan oleh sepuluh orang juri yakni dari masing-masing negara anggota ASEAN serta dua juri independen dari Jepang dan Cina.

JAKI berhasil mengalahkan negara-negara unggulan di final, seperti Singapura yang selalu mendominasi dan menjadi juara di ajang AICTA untuk kategori sektor publik. 

Salah satu juri, Shinta Laksmi dari Indonesia, mengatakan, aplikasi JAKI dinilai komprehensif dalam menyelesaikan banyak persoalan di sektor publik.

"Banyak layanan jadi lebih efektif dan efisien, sehingga memudahkan warga tanpa harus mengunduh banyak aplikasi," katanya melalui siaran pers PPID DKI Jakarta.

Shinta menambahkan, Indonesia belum pernah meraih medali emas untuk kategori sektor publik pada ajang tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

JAKI merupakan sebuah wadah yang mengintegrasikan lebih dari 60 fitur ke dalam satu platform dengan memberikan layanan yang lebih efisien dan menjadi ekosistem bagi pemerintah dan warga berkolaborasi.

Sebelum berlaga di ASEAN, JAKI terpilih sebagai karya terbaik kategori sektor publik pada ajang IdenTIK 2020.

Pencapaian tersebut mengantarkan aplikasi JAKI menjadi wakil Indonesia untuk nominasi yang sama pada tingkat ASEAN di ASEAN ICT Awards 2021.

Sebelumnya, Indonesia pernah tercatat menjuarai AICTA yakni Smartcard for Frequent Traveler yang mendapat predikat gold pada AICTA 2013. Adapun e-voting Pilkada meraih predikat silver pada AICTA 2018. Setelah delapan tahun penantian, Indonesia kembali menyabet medali emas melalui platform aplikasi JAKI

IQBAL MUHTAROM

Baca juga: Aplikasi Jaki Jakarta Smart City Raih Best in Future Innovation di IDC Awards

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Dinas Bina Marga DKI Klaim Rapikan Kabel Semrawut usai Insiden Sultan Rifat

1 hari lalu

Kabel jaringan utilitas yang semrawut di Jakarta, Sabtu, 9 April 2022. Pemerintah DKI Jakarta melalui PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya akan membangun Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di 68 ruas jalan dengan total panjang 213 kilometer hingga 2025. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Dinas Bina Marga DKI Klaim Rapikan Kabel Semrawut usai Insiden Sultan Rifat

Kabel semrawut itu dibenahi dengan cara diikat


Pakta Integritas Pencegahan Korupsi, Ketua DPRD DKI: Wujudkan Pemerintahan yang Bersih

1 hari lalu

Prasetyo Edi Marsudi. Foto/Instagram
Pakta Integritas Pencegahan Korupsi, Ketua DPRD DKI: Wujudkan Pemerintahan yang Bersih

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi mengajak seluruh pihak menjaga integritas dan mengawasi penggunaan APBD DKI Jakarta.


DPR RI Ajukan 6 Poin Strategis untuk Draf Resolusi AIPA ke-44

1 hari lalu

Anggota DPR RI Fadli Zon. Foto : Dok/Man
DPR RI Ajukan 6 Poin Strategis untuk Draf Resolusi AIPA ke-44

Saat ini setiap kawasan, tak terkecuali ASEAN, dihadapkan pada fenomena shifting paradigm


Forum ASEAN di Yogya: Desa Wisata Butuh Dukungan Sektor Digital

2 hari lalu

Forum ASEAN di Yogya turut menyoroti persoalan desa wisata yang lokasinyanya berada di pinggiran, Kamis (3/8). Dok.istimewa
Forum ASEAN di Yogya: Desa Wisata Butuh Dukungan Sektor Digital

Di Yogyakartai, banyak desa wisata memiliki berbagai produk terutama kerajinan berkualitas. Mulai dari batik hingga yang memanfaatkan bahan alam.


Rupiah Melemah, Ekonom: Mata Uang Negara Berkembang di Asean Alami Tekanan yang Sama

3 hari lalu

Ilustrasi rupiah. Pexels/Ahsanjaya
Rupiah Melemah, Ekonom: Mata Uang Negara Berkembang di Asean Alami Tekanan yang Sama

Pada penutupan perdagangan hari, rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,07 persen atau 11 poin menjadi Rp15.186 per dolar AS


Apa Itu Kabel Serat Optik?

3 hari lalu

21_ekbis_kabelseratoptik
Apa Itu Kabel Serat Optik?

Dengan kecepatan super cepat dan kapasitas tinggi, kabel serat optik telah merevolusi cara berkomunikasi, berbagi data, dan mengakses informasi.


Kabel Semerawut di DKI Jakarta Memakan Korban, Begini Kata Berbagai Pihak

3 hari lalu

Kabel jaringan utilitas yang semrawut di Jakarta, Sabtu, 9 April 2022. Pemerintah DKI Jakarta melalui PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya akan membangun Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di 68 ruas jalan dengan total panjang 213 kilometer hingga 2025.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Kabel Semerawut di DKI Jakarta Memakan Korban, Begini Kata Berbagai Pihak

Kabel semerawut di DKI Jakarta menimbulkan korban karena lehernya terjerat. Bagaimana kata para tokoh dan korban soal itu.


Pertemuan Gubernur Negara ASEAN Hasilkan Naskah Deklarasi Bersama, Heru Budi: Pererat Kerja Sama

4 hari lalu

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (ketiga kanan), Plt Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (ketiga kiri), Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn (kedua kanan), Sekjen United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) Bernadia Tjandradewi (kiri), Gubernur Vientiane Laos Atsaphangthong Siphandone (kedua kiri), dan Gubernur Provinsi Quirino Filipina Dakila Carlo E. Cua (kanan) menabuh rebana saat membuka Pertemuan Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN (MGMAC & AMF) 2023 di Jakarta, Selasa 1 Agustus 2023. MGMAC dan AMF yang dihadiri lebih dari 500 peserta meliputi gubernur dan wali kota negara ASEAN tersebut guna menyalurkan aspirasi pemerintah kota dan daerah untuk mendukung perwujudan misi komunitas ASEAN 2025. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pertemuan Gubernur Negara ASEAN Hasilkan Naskah Deklarasi Bersama, Heru Budi: Pererat Kerja Sama

Heru Budi mengatakan, pembangunan kota berkelanjutan akan mendukung tujuan kolektif memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.


NU Harap Forum Lintas Budaya dan Agama ASEAN Punya Peran Politik

4 hari lalu

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) bersama panitia forum ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference menggelar jumpa pers pada Rabu, 2 agustus 2023. TEMPO.CO/Daniel A. Fajri
NU Harap Forum Lintas Budaya dan Agama ASEAN Punya Peran Politik

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menginginkan forum lintas budaya dan agama ASEAN dapat punya pengaruh secara politik di kawasan, yang tengah menghadapi tantangan baik krisis internal atau ketegangan geopolitik.


Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

4 hari lalu

Urban Poor Consortium, LOCOA (Leaders And Organizers for Community Organizations on Asia) dan JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota), menggelar aksi di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa 10 20 Juni 2023. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pengungsian sedunia ke-109, dan guna untuk mengingat 2,7 juta pengungsi Myanmar yang sampai saat ini masih berkeliaran di hutan, sungai, dan perbatasan. FOTO/Magang-Andre Lasarus Benny
Alasan Junta Militer Myanmar Tunda Pemilu, Begini Respons Indonesia dan AS

Junta Militer Myanmar menunda pemilu pada Agustus tahun ini dan memilih memperpanjang status darurat negara selama enam bulan. Apa alasannya?