Karantina Baru Dibuka Senin, Rusun Nagrak Sudah Terisi 1.852 Orang Hari Ini

Petugas BPBD DKI Jakarta melintas di Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa 15 Juni 2021. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan penambahan 2.500 tempat tidur di rusun tersebut apabila pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran terus bertambah.ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Hingga Kamis pagi, jumlah pekerja migran yang menjalani karantina di Rusun Nagrak telah mencapai 1.852 orang. Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan para pekerja migran Indonesia (PMI) itu harus menjalani karantina 10 hari setelah kembali dari luar negeri. 

"Dari 1.852 orang yang menjalani karantina di Rusun Nagrak, 912 pria dan 940 wanita," kata Aris dalam keterangan tertulisnya, Kamis 23 Desember 2021.

Rusun Nagrak dijadikan lokasi karantina setelah Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran diisolasi karena temuan kasus Covid-19 varian Omicron di sana.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyatakan telah menyiapkan Rusun Nagrak dan semua tempat karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri untuk mengantisipasi Omicron. "Kami juga menyiapkan rumah sakit, tenaga kesehatan, tempat tidur, tempat karantina semua sudah disediakan," kata Riza Patria, Senin lalu.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan ada beberapa tower di Rusun Nagrak untuk tempat karantina Covid-19 jika Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Pasar Rumput penuh. Terdapat 3.500 tempat tidur di Rusun Nagrak yang mulai dioperasikan pada Senin, 20 Desember 2021. 

Setelah dijadikan tempat karantina, Rusun Nagrak dijaga ketat oleh petugas keamanan.

Saat dikonfirmasi terkait jumlah nakes yang bertugas, Aris menyarankan awak media untuk mendatangi langsung lokasi Rusun Nagrak atau ke Kodam Jaya, sebab dirinya hanya bisa membagikan data jumlah pasien saja.

Baca juga: DKI Siapkan Rusun Nagrak Jadi Tempat Karantina






Belum Usai Omicron XBB, Kini Muncul Subvarian Omicron BN.1

8 hari lalu

Belum Usai Omicron XBB, Kini Muncul Subvarian Omicron BN.1

Para ahli menduga Omicron BN.1 dapat menghindari sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menyebabkan penyebaran lebih mudah terjadi.


Covid-19 Masih Ada: Kasus Positif, Aktif, dan Kematian Seluruhnya Meningkat

16 hari lalu

Covid-19 Masih Ada: Kasus Positif, Aktif, dan Kematian Seluruhnya Meningkat

Karena XBB atau bukan, Satgas mengingatkan semua pihak untuk tidak menunggu pengumuman penyebab pasti dari lonjakan kasus baru Covid-19.


Kasus Covid-19 XBB Meningkat, Kemenkes Berencana Aktifkan Kembali Wisma Atlet

16 hari lalu

Kasus Covid-19 XBB Meningkat, Kemenkes Berencana Aktifkan Kembali Wisma Atlet

Kementerian Kesehatan tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengaktifkan kembali layanan isolasi terpusat di Wisma Atlet.


Cegah Penularan XBB Kian Meluas dengan Galakkan Lagi Tes COVID-19

19 hari lalu

Cegah Penularan XBB Kian Meluas dengan Galakkan Lagi Tes COVID-19

Pemerintah diminta kembali menggalakkan tes COVID-19 untuk mencegah penularan COVID-19 subvarian XBB semakin meluas.


Aturan Covid-19 di Cina Disebut Bakal Dilonggarkan

21 hari lalu

Aturan Covid-19 di Cina Disebut Bakal Dilonggarkan

Cina disebut akan membuat perubahan kebijakan nol kasus Covid-19 dalam beberapa bulan mendatang. Namun belum ada konfirmasi resmi perihal ini.


Ingatkan Puncak Gelombang Varian Baru Covid Dua Bulan Lagi, Luhut: Lebih Rendah dari Omicron

22 hari lalu

Ingatkan Puncak Gelombang Varian Baru Covid Dua Bulan Lagi, Luhut: Lebih Rendah dari Omicron

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan puncak gelombang varian baru COVID-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan.


UGM Perkirakan Omicron XBB Sudah Masuk DIY Sejak Oktober

22 hari lalu

UGM Perkirakan Omicron XBB Sudah Masuk DIY Sejak Oktober

Prediksi UGM tersebut berdasar pada tren kasus harian Covid-19 di DIY yang meningkat beberapa waktu terakhir.


Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

25 hari lalu

Covid-19 Melonjak Drastis di Daerah Istimewa Yogyakarta, Hampir 1.000 Kasus Aktif

Temuan kasus baru Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali naik menembus 100 kasus sehari persis memasuki bulan November 2022 ini.


Meski Gejala Ringan, Jangan Sepelekan Omicron XBB

25 hari lalu

Meski Gejala Ringan, Jangan Sepelekan Omicron XBB

Varian Omicron XBB memiliki ciri khas membuat pasien bergejala ringan dan kemampuan yang lebih cepat menyebar. Jangan anggap remeh.


Ciri Omicron XBB yang Perlu Dikenali

25 hari lalu

Ciri Omicron XBB yang Perlu Dikenali

Pakar mengatakan Covid-19 subvarian XBB memiliki ciri kecepatan penyebaran. Namun, mayoritas gejala yang dilaporkan bersifat ringan.