Pengelola Apartemen Green Bay Pluit Bantah Ada Pengepungan Pasien Omicron

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana RSDC Wisma Atlet Kemayoran setelah ditemukannya kasus Covid-19 varian Omicron, di Jakarta, Jumat, 17 Desember 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana RSDC Wisma Atlet Kemayoran setelah ditemukannya kasus Covid-19 varian Omicron, di Jakarta, Jumat, 17 Desember 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaBadan Pengelola Apartemen Green Bay Pluit buka suara soal evakuasi penghuni yang positif Covid-19 varian Omicron pada hari ini. General Manager Green Bay Pluit Haris Winanto mengatakan evakuasi pria itu sudah sesuai prosedur operasi standar (SOP) pencegahan penularan Covid-19 di apartemen tersebut.

    Haris mengatakan pasien Covid-19 varian Omicron itu dievakuasi oleh petugas yang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Pria itu juga turun lewat lift barang, bukan lift yang biasa dipakai penghuni apartemen.

    "Pengelola apartemen Green Bay Pluit juga sudah mensterilisasi lift barang dengan disinfektan," kata Haris di Jakarta Utara, Selasa, 28 Desember 2021.

    Haris mengatakan badan pengelola apartemen Green Bay Pluit telah memiliki SOP dan protokol kesehatan sesuai peraturan pemerintah dan Satgas Covid-19. “Kami akan menindak pengunjung maupun penghuni yang melanggar SOP,” ujarnya.

    Soal penghuni yang terinfeksi varian Omicron, Haris mengatakan petugas telah berkoordinasi dengan pengelola apartemen Green Bay Pluit sebelum menjemput penghuni yang terinfeksi varian Omicron. Pengelola telah mengecek info itu dan menghubungi penghuni tersebut. Saat dihubungi, penghuni itu kooperatif dan bersedia dievakuasi. 

    Pengelola apartemen telah menerima surat penjemputan pasien itu sejak 27 Desember 2021. "Kabar ada pengepungan di apartemen karena pasien mencoba kabur itu kami pastikan tidak benar,” kata Haris.

    Hal yang sama juga diisampaikan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan. Penjemputan pasien itu dilakukan Satgas Covid-19 dan dokter dari Puskesmas.

    “Alhamdulillah, yang bersangkutan mau kita evakuasi untuk dirawat di RSPI Sulianti Saroso,” kata Guruh.

    Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Febri Isman Jaya juga membantah ada pengepungan dan penjemputan paksa pasien Omicron di Green Bay Pluit. Pasien itu sangat kooperatif dan tidak menolak untuk karantina.

    "Tidak menolak, beliau hanya butuh waktu ganti baju untuk mandi," kata Febri saat proses evakuasi.

    Penghuni apartemen Green Bay Pluit itu langsung dibawa ke RSPI Sulianti Saroso untuk memastikan infeksi Omicron lewat tes polymerase chain reaction (PCR).

    Baca juga: Pasien Varian Omicron yang Diduga Kabur Pulang ke Apartemen untuk Mandi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.