Lansia Korban Mafia Tanah Minta Polisi Tak Tangguhkan Penahanan Pelaku

Ilustrasi sengketa tanah. Pixabay/Brenkee

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang lansia bernama Ng Je Ngay, 70 tahun yang menjadi korban mafia tanah menyurati Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran untuk ke enam kalinya. Ngay merupakan warga Jakata Barat yang kehilangan aset tanah dan bangunannya di Jakarta Barat senilai Rp 3 miliar hilang.

Dalam surat yang dikirimkan ke Fadil itu, Ngay memohon agar polisi bisa segera menuntaskan kasus mafia tanah yang membuat tanahnya tersebut beralih tangan. "Dalam surat kami ini permintaannya agar mafia tanah tersebut segera ditahan kembali," kata Kuasa Hukum Ng Je Ngay, Aldo Joe di Polda Metro Jaya, Selasa, 4 Januari 2022.

Sebelumnya Polres Jakarta Barat telah menangani kasus tersebut. Mereka menetapkan seseorang berinisial AG sebagai tersangka dan ditahan. Namun di tengah jalan, tersangka mendapat penangguhan penahanan dari polisi.

Padahal diketahui dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan ke X, disebutkan tersangka AG akan ditahan selama 20 hari mulai 17 Desember 2021 untuk kepentingan penyelidikan.

Namun setelah proses penyelidikan selesai, polisi menangguhkan penahanan tersangka. 

Aldo kemudian mengungkit kasus mafia tanah yang menimpa keluarga mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Dalam kasus itu sebanyak 15 orang ditetapkan sebagai tersangka dan tidak ada satu pun yang mendapat penangguhan penahanan. Sistem serupa juga terjadi di kasus mafia tanah yang menimpa artis Nirina Zubir.

"Ini yang menjadi sorotan kami dan meminta tolong kepada Pak Kapolda untuk membantu rakyat kecil, ini klien kami tukang AC, mencari keadilan," kata Aldo. 

Dalam penyerahan surat kepada Kapolda, tim pengacara juga melampirkan surat pernyataan dari tersangka AG yang mengakui semua perbuatannya. Tersangka juga meminta maaf dan bersedia melakukan ganti rugi atau restorative justice kepada Ng Je Ngay. 

Kasus Ngay ini mencuat setelah menyurati Kapolda Metro Jaya untuk yang kelima kali pada Desember 2021. Dalam suratnya, Ngay bercerita aset tanah seharga Rp3 miliar hilang akibat ulah komplotan mafia tanah. 

“Klien saya beli tanah dan rumah itu tahun 1990, tapi tahun 2017 kemarin klien kami malah diadukan penyerobotan lahan,” kata Aldo. 

Aldo mengatakan, kliennya tidak pernah menjual aset rumahnya tersebut. Namun pada tahun 2018, rumah tersebut beralih nama menjadi milik orang lain. Atas dasar Itu, kliennya sudah membuat laporan polisi pada 21 Maret 2018. 

Ia mengatakan KTP, KK, NPWP, dan buku tabungan yang digunakan untuk akta jual beli rumah semuanya dipalsukan. "Bahkan tanda tangannya beda. Ada lab forensiknya, ada PBB dan masih banyak lagi," kata Aldo. 

Untuk menguatkan klaim atas rumahnya, Ngay bahkan menghadirkan seorang pria bernama Oceng Lim yang pada tahun 1990 menjual rumah tersebut ke Ngay. Aldo menerangkan, kliennya juga sempat berusaha diusir oleh komplotan mafia tanah pada tahun 2017 silam dan dipolisikan dengan persangkaan pasal 167 KUHP ke Polsek Taman Sari. 

“Jadi klien kami diadukan telah memasuki dan menguasai tanah tersebut atau penyerobotan,” kata Aldo. 

Atas dasar hal itu, Ngay menyurati Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran untuk meminta perlindungan hukum. 

 Baca juga: Polisi Beri Perlindungan ke Dino Patti Djalal Setelah Diancam Dibunuh Mafia Tanah

M JULNIS FIRMANSYAH 






Konser Dewa 19 di JIS Malam Ini, 8 Larangan buat Penonton, Jangan Bawa Rokok & Vape

1 jam lalu

Konser Dewa 19 di JIS Malam Ini, 8 Larangan buat Penonton, Jangan Bawa Rokok & Vape

Ada larangan selama dalam konser Dewa 19 malam ini di JIS.


Konser Dewa 19 di JIS Malam Ini, 2.174 Aparat Jaga Keamanannya, Pintu Dibuka 13.00

1 jam lalu

Konser Dewa 19 di JIS Malam Ini, 2.174 Aparat Jaga Keamanannya, Pintu Dibuka 13.00

Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan ribuan personel gabungan akan menjaga konser Dewa 19 di Jakarta International Stadium atau JIS hari ini.


Keluarga Mahasiswa UI Akan Laporkan Pensiunan Polisi Penabrak, Gita: Ia Hanya Menonton

6 jam lalu

Keluarga Mahasiswa UI Akan Laporkan Pensiunan Polisi Penabrak, Gita: Ia Hanya Menonton

Pensiunan polisi Eko Setia Budi Wahono akan dilaporkan dengan tuduhan pembiaran setelah mengabaikan mahasiswa UI yang ia tabrak.


Bripka Madih Sebut Penyidik Polisi Minta Uang Pelicin, Polda Metro Jaya: Ayahnya Telah Jual Tanah

7 jam lalu

Bripka Madih Sebut Penyidik Polisi Minta Uang Pelicin, Polda Metro Jaya: Ayahnya Telah Jual Tanah

Polda Metro Jaya akan mempertemukan penyidik kepolisian dengan Anggota Provos Polsek Jatinegara perihal dugaan pemerasan.


Kasus Polisi Peras Polisi, Polda Metro Jelaskan Kronologi Penjualan Tanah Milik Orang Tua Bripka Madih

8 jam lalu

Kasus Polisi Peras Polisi, Polda Metro Jelaskan Kronologi Penjualan Tanah Milik Orang Tua Bripka Madih

Polda Metro menjelaskan kronologi penjualan tanah yang dilakukan oleh orang tua Bripka Madih. Mengaku diperas sesama polisi.


Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

14 jam lalu

Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

Mahasiswa UI yang terlibat kecelakaan dengan Purnawirawan Polri menyita perhatian. Menurut hukum yang berlaku, bagaimana prosedur penetapan tersangka?


Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

15 jam lalu

Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

Eko Setia Budi Wahono diketahui seorang pensiunan polisi, sementara pelat RF biasa dipasang untuk kendaraan pejabat negara.


Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

18 jam lalu

Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

Pengacara tersangka kasus kecelakaan Cianjur mempertanyakan alasan polisi tidak menggelar rekonstruksi di TKP.


Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

19 jam lalu

Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

Anak Wowon yang masih berusia 2 tahun, Bayu, ikut menjadi korban pembunuhan berantai


Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

19 jam lalu

Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

Video Bripka Madih yang mengaku dimintai uang Rp 100 juta oleh polisi agar laporan soal penyerobotan tanah milik orang tuanya diusut.