Jadi Mangsa Mafia Tanah, Tanah Milik Purnawirawan Jenderal TNI Jadi Pemakaman

Lokasi tanah yang dijadikan objek penipuan oleh Kadishub Kota Depok, Eko Herwiyanto dan Anggota DPRD Depok, Nurdin Al Ardisoma. Tanah seluas kurang lebih 2.930 meter tersebut terletak di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan. TEMPO/ADE RIDWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Tanah milik Mayor Jenderal TNI purnawirawan Emack Syadzili yang jadi korban mafia tanah kini telah berubah fungsi juga beralih nama. Sebuah plang besar berwarna putih bertuliskan tanah ini milik Pemerintah Kota Depok terpampang jelas mengelilingi tanah mantan Staf Ahli Panglima TNI tersebut.

Pemerintah Kota Depok pun telah menjadikan tanah Emack Syadzili sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bedahan.

Koordinator Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bedahan, Dendi (35 tahun) mengatakan, pemakaman seluas kurang lebih satu hektare tersebut telah ada sejak sebekum tahun 2016.

“Saya kurang tau sih ya kalau adanya sejak kapan, tapi saya ini generasi kedua, saya masuk kerja sekitar tahun 2016,” kata Dendi ditemui Tempo, Jumat 7 Desember 2022.

Dendi mengatakan, saat ini sudah terdapat kurang lebih 800 makam yang berdiri di lokasi tersebut yang terbagi dalam 4 blok. Pekerja yang bertugas sebagai penggali makam disana ada sekitar lima orang.

“Yang dikubur disini dari mana-mana, bukan hanya warga Sawangan aja, ada dari luar bahkan dari luar Depok juga ada,” kata Dendi.

Ditanyakan soal riwayat tanah, Dendi hanya mengetahui sebatas tanah tersebut merupakan fasilitas umum (fasum) yang diberikan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok.

“Setau saya sih ini fasum dari Dinas Rumkim ya,” kata Dendi.

Dendi mengaku, tidak mengenal dengan Emack Syadzili yang merupakan pemilik awal tanah tersebut. “Kalau namanya sih pernah denger ya, tapi kalo orangnya, jujur saya belum pernah ketemu,” kata Dendi.

Sebagai informasi, tanah yang terletak di Jalan Masjid Al-Mukhlisin, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok itu merupakan objek penipuan mafia tanah Kadishub Kota Depok Eko Herwiyanto, Anggota DPRD Kota Depok Nurdin Al Ardisoma alias Jojon, Burhanudin dan Hanafi.

Keempatnya disangkakan melakukan pemalsuan surat, menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik, penipuan, dan/atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, 266 KUHP, 378 KUHP, dan/atau pasal 372 KUHP juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP.

Eko dan kawan-kawan membuat surat peralihan hak palsu atas nama Emack Syadzili untuk memuluskan Burhanudin dalam rangka memenuhi persyaratan memperoleh IMB perumahan dari Pemerintah Kota Depok yakni menyerahkan fasos fasum. 

ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

Baca juga: Kronologi Kasus Mafia Tanah yang Menjerat Kadishub Depok






Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

12 jam lalu

Polres Bogor Ungkap Motif Pembunuhan Bendahara KONI oleh Anggota TNI AU

Satreskrim Polres Bogor membongkar motif pembunuhan Bendahara KONI yang didalangi oleh anggota TNI AU.


Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

15 jam lalu

Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

Pemkot Depok akan membangun Depok Open Space sebagai wadak ekspresi anak-anak muda. Dibangun di depan Balai Kota tanpa pakai APBD.


Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

1 hari lalu

Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

Presiden Jokowi menolak usul Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan soal penempatan TNI di kementerian dan lembaga negara. Belum mendesak.


Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

1 hari lalu

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

Jaringan internet milik PT Telkom Indonesia rusak akibat pembangunan underpass Dewi Sartika di Kota Depok.


ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

1 hari lalu

ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

ASN Depok ditahan karena memotong upah tenaga honorer dengan dalih buat bayar BPJS. Terungkap setelah viral poster minta tolong Jokowi.


3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

1 hari lalu

3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

Kuasa hukum 3 ustad dan 1 santri tersangka pencabulan santriwati berinisial P alias A di Depok mengaku belum berkomunikasi dengan pelapor:


Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

2 hari lalu

Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

Tim kuasa hukum P alias A, kakak kelas yang disebut terlibat kasus pencabulan santriwati di Depok menyatakan kliennya baru 15 tahun.


Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

2 hari lalu

Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

Kuasa hukum santri P minta pemeriksaan kasus pencabulan santriwati di Depok dilakukan sesuai undang-undang tentang Pidana Anak.


Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

2 hari lalu

Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

Sejak polisi menetapkan empat tersangka kasus pencabulan santriwati, baru satu yang diamankan sedangkan 3 tersangka lain masih bebas.


Fase Pengeboran Underpass Dewi Sartika, Ada Perubahan Rekayasa Lalu Lintas

2 hari lalu

Fase Pengeboran Underpass Dewi Sartika, Ada Perubahan Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah Kota Depok kembali mengubah rekayasa lalu lintas di sekitar area pembangunan underpass Dewi Sartika.