Soal Gibran dan Kaesang, Ubedilah Badrun Dilaporkan Jokowi Mania ke Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep memberikan keterangan saat peresmian Goola X Mangkok Ku di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Dalam acara ini, kedua anak Presiden Joko Widodo itu menunjukkan aksi mereka meracik makanan dan minuman. TEMPO/Nurdiansah

    Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep memberikan keterangan saat peresmian Goola X Mangkok Ku di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Dalam acara ini, kedua anak Presiden Joko Widodo itu menunjukkan aksi mereka meracik makanan dan minuman. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya, hari ini. Ubedilah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik atas laporannya terhadap anak-anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

    Immanuel mewanti-wanti agar Ubedilah meminta maaf secara publik. "Baru kita cabut laporannya," ujar Immanuel di Polda Metro Jaya pada Jumat, 14 Desember 2022.

    Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 14 Januari 2022. Jokowi Mania melaporkan Ubedilah dengan Pasal 317 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Fitnah.

    Immanuel membawa beberapa bukti saat membuat laporan, salah satunya rekaman video pernyataan Ubedilah.

    Immanuel memastikan laporan itu diajukannya tanpa berkomunikasi dengan Gibran dan Kaesang terlebih dahulu atau atas inisiatifnya sendiri. "Jadi kita beri pelajaran juga buat Ubedilah Badrun. Dia aktivis dan dosen," ucap Immanuel.

    Selanjutnya tiga alasan Ubedillah laporkan dua anak Jokowi... 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.