Kasus Covid-19 Varian Omicron Jakarta Hari Ini Naik Lagi Jadi 725

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas medis mempersiapkan alat tes antigen dan PCR massal di Krukut, Tamansari, Jakarta, Selasa 11 Januari 2022. Tes swab massal dilakukan usai ada warga yang menjadi suspek Covid-19 varian Omicron. TEMPO/Subekti.

    Petugas medis mempersiapkan alat tes antigen dan PCR massal di Krukut, Tamansari, Jakarta, Selasa 11 Januari 2022. Tes swab massal dilakukan usai ada warga yang menjadi suspek Covid-19 varian Omicron. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat pertambahan kasus Covid-19 varian Omicron di Jakarta mencapai 725 orang pada hari ini. Jumlah ini meningkat dari kemarin yang total pasien varian baru itu 565 orang.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyatakan 545 orang di antaranya atau 75 persennya merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

    "Sedangkan 180 lainnya adalah transmisi lokal," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 Januari 2022.

    Dwi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penularan virus corona varian baru yang terus meningkat. Peningkatan kasus Covid-19 varian baru ini sejalan dengan melonjaknya kasus aktif di Ibu Kota.

    Hingga hari ini, kasus aktif di Jakarta mencapai 3.325 orang. Angka pasien Covid-19 ini naik 389 dibandingkan kemarin. "Perlu digarisbawahi bahwa 2.264 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," ujarnya.

    Meski jumlah kasus varian baru itu bertambah, Pemprov DKI belum berniat menghentikan sekolah tatap muka di Jakarta. 

    Menurut Wagub DKI Riza Patria, Pemprov DKI bukannya mengabaikan sejumlah temuan kasus Covid-19. Namun, menurut dia, kasus Covid-19 yang saat ini dilaporkan masih umum dan belum ada yang terkena varian Omicron. 

    Baca juga: Ade Yasin Ungkap Kronologi Kasus Pertama Omicron di Kabupaten Bogor



     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.