Wagub DKI: Sekolah yang Ditutup Akibat Temuan Covid-19 Jadi Sebelas

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana PTM di SD Negeri Gandaria Utara 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang mulai mengadakan sekolah tatap muka 100 persen, Senin, 3 Januari 2022. TEMPO/Lani Diana

    Suasana PTM di SD Negeri Gandaria Utara 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang mulai mengadakan sekolah tatap muka 100 persen, Senin, 3 Januari 2022. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, JakartaWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut 11 sekolah ditutup akibat temuan kasus Covid-19. Menurut dia, dari 11 sekolah ini ditemukan 14 orang terinfeksi virus corona.

    "Dari (total) 10.429, sampai hari ini ada 11 sekolah yang terpapar Covid-19," kata dia di Gedung PMI Jakarta, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Januari 2022.

    Sebelumnya, dia menyampaikan, 10 sekolah yang ditutup akibat kasus Covid-19 dengan total 14 orang positif Covid-19.

    Berikut rincian 10 sekolah yang tutup:

    Jakarta Timur

    1. SDN Ceger 02 Pagi (3 peserta didik)

    2. SDN Susukan 08 Pagi (1 peserta didik)

    3. SDN Jati 01 Pagi (1 peserta didik)

    4. SMPN 252 Jakarta (1 peserta didik)

    5. SMAN 71 Jakarta (1 peserta didik)

    6. SMK Malaka Jakarta (1 peserta)

    Jakarta Selatan

    7. SMP Islam Andalus (1 peserta didik)

    8. SMP Labschool Jakarta (1 pendidik)

    9. SMA Labschool Jakarta (2 peserta didik, 1 pendidik)

    Jakarta Pusat

    10. SMAN 20 Jakarta (1 peserta didik)

    Kini jumlahnya bertambah satu menjadi 11 sekolah. Namun, Riza tak merincikan 11 sekolah tersebut.

    Adapun temuan kasus di 11 sekolah berlangsung pada 8-13 Januari 2022. Dia mengatakan tidak ada temuan kasus Omicron. "Sekali lagi bukan omicron," ujar dia.

    Sekolah tatap muka terbatas 100 persen di Ibu Kota dimulai 3 Januari 2022. Kapasitas anak 100 persen dengan durasi belajar yang masih dibatasi, yakni enam jam pelajaran. Satu jam pelajaran sama dengan 35 menit.

    Pemprov Tetap Lanjutkan PTM 100 Persen

    Ahmad Riza Patria sebelumnya menyatakan belum ada hal yang mendesak saat ini yang bisa menjadi alasan bagi pemerintah untuk menutup sekolah dan memberhentikan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen.

    Saat ini, Pemprov DKI Jakarta baru menutup beberapa sekolah karena ada siswa atau gutu yang terkena Covid-19 dan belum berencana menghentikan pembelajaran tatap muka 100 persen.

    "Jadi sampai hari ini belum ada urgensi menutup sekolah PTM. Kami masih terus memantau memastikan semua berjalan lebih baik lagi," kata Riza Patria di Balai Kota, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 13 Januari 2022.

    Baca juga: 10 Sekolah di Jakarta Ditutup karena Kasus Covid-19, Ini kata Dinas Pendidikan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.