Covid-19 di DKI: Belasan Sekolah Ditutup, Siswa dan Pendidik Terinfeksi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana sepi di SMPN 252, Jakarta Timur, Jumat, 14 Januari 2022. Sekolah tersebut menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama lima hari setelah terdapat satu siswa yang terkonfirmasi Positif Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana sepi di SMPN 252, Jakarta Timur, Jumat, 14 Januari 2022. Sekolah tersebut menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama lima hari setelah terdapat satu siswa yang terkonfirmasi Positif Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaKepala Bidang Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menyampaikan 11 sekolah ditutup akibat temuan Covid-19. Menurut dia, dari 11 sekolah itu didapati 13 siswa dan 2 pendidik terkonfirmasi Covid-19.

    "Jadi ada 11 sekolah, tadinya 10," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 15 Januari 2022.

    Data ini diperoleh setelah rapat koordinasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan DKI kemarin. Taga berujar satu tambahan sekolah yang ditutup adalah SMA Negeri 6 Jakarta.

    Taga menjelaskan temuan 15 kasus ini merupakan hasil pemeriksaan kasus aktif alias active case finding (ACF) selama dua pekan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen.

    Di pekan pertama, pemeriksaan sampel digelar di 21 sekolah dengan jumlah siswa 1.997 orang. Hasilnya tujuh siswa positif Covid-19. Dengan begitu, persentase pasien positif atau positivity rate di pekan pertama ini sebesar 0,4 persen.

    Kemudian di pekan kedua pelacakan kasus berlangsung di 79 sekolah yang diikuti 6.559 siswa. Dari pemeriksaan itu, delapan siswa terinfeksi virus corona dengan positivity rate 0,1 persen.

    "Ini hasil sinkronisasi data dari Dinas Kesehatan dengan kami," ujar dia.

    Sekolah tatap muka terbatas 100 persen di Ibu Kota dimulai 3 Januari 2022. Kapasitas anak 100 persen dengan durasi belajar yang masih dibatasi, yakni enam jam pelajaran. Satu jam pelajaran sama dengan 35 menit. Taga memaparkan 10.947 sekolah dengan total 1.370.249 siswa menggelar PTM terbatas 100 persen.

    Dewan Minta PTM 100 Persen Disetop

    Anggota DPRD DKI Jakarta, Israyani, menilai pemerintah DKI harus mempertimbangkan menyetop pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen. Sebab, kini mulai ditemukan murid dan pendidik yang terinfeksi Covid-19.

    "Perlu dipertimbangkan apakah perlu dihentikan sementara PTM 100 persen diganti dengan blended learning atau kembali ke pembelajaran jarak jauh, sampai betul-betul kondisinya kondusif," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Januari 2022.

    Politikus PKS itu mengingatkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan DKI untuk mengawasi pelaksanaan sekolah tatap muka 100 persen dengan serius. Menurut dia, perlu ada kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah DKI.

    "Hal ini untuk menghindari penularan yang saat ini sudah ada dan agar kasus aktif tidak semakin bertambah banyak," terang dia.

    Pemprov Tetap Lanjutkan PTM 100 Persen

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan belum ada hal yang mendesak saat ini yang bisa menjadi alasan bagi pemerintah untuk menutup sekolah dan memberhentikan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen.

    Saat ini, Pemprov DKI Jakarta baru menutup beberapa sekolah karena ada siswa atau gutu yang terkena Covid-19 dan belum berencana menghentikan pembelajaran tatap muka 100 persen.

    "Jadi sampai hari ini belum ada urgensi menutup sekolah PTM. Kami masih terus memantau memastikan semua berjalan lebih baik lagi," kata Riza Patria di Balai Kota, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 13 Januari 2022.

    Baca juga: Wagub DKI: Sekolah yang Ditutup Akibat Temuan Covid-19 Jadi Sebelas


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Sepakati Travel Bubble dengan Singapura, Ini Penjelasannya...

    Indonesia membuka pintu pariwisata melalui Travel Bubble. Wisatawan yang memenuhi syarat dapat menyeberang ke Singapura melalui Batam dan Bintan.