Jadi Saksi Meringankan Munarman, Immanuel Ebenezer: Dia Kawan Saya

Ketua Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer, melaporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers, Jakarta, 16 September 2019. Tempo/Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menghebohkan persidangan kasus dugaan terorisme terhadap terdakwa Munarman pada Rabu lalu. Immanuel hadir sebagai saksi yang meringankan bagi Munarman.

Kepada Tempo, Immanuel menyampaikan beberapa alasan kenapa ia berusaha meringankan dakwaan terhadap mantan petinggi FPI itu. Immanuel menyebut alasan utamanya bersedia bersaksi adalah kemanusiaan. 

"Apa yang saya lakukan tidak melanggar konstitusi. Saya hanya saksi meringankan, bukan saksi yang membebaskan. Keputusan itu ada pada hakim bukan dengan saya," kata Imannuel ketika dihubungi lewat telepon, Senin, 28 Februari 2022.

Imannuel Ebenezer juga menyangsikan tuduhan terorisme terhadap Munarman, yang merupakan sahabatnya. 

"Munarman itu Ketua Kontras, Direktur LBH, Staf Ahli Kejagung dan juga konsultan di Freeport. Dia juga temannya Tito Karnavian,  juga punya komunikasi bagus dengan Prabowo. Pada aksi 212 tahun 2016, dia ada di sebelah Jokowi, kalau dia teroris presidennya sampai sekarang bukan Jokowi. Dan itu fakta bukan hoax," ujar Immanuel.

Immanuel menyatakan saat ini tuduhan temannya itu terlibat terorisme belum terbukti. Semua masih menunggu putusan hakim dan siapa pun punya hak untuk membela dan meringankan.

Ketua Jokowi Mania itu mengatakan dia dan Munarman tak sejalan secara politis. "Saya Jokowi dia Prabowo, saya Ahok dia Anies, saya Forkot dia FPI, yang ketemu adalah soal kemanusiaan dan dia kawan saya," ujarnya. "Masa saya mau dibatasi atau dihakimi masalah perkawanan saya."

Akibat kehadirannya sebagai saksi meringankan Munarman, Immanuel dianggap sebagai pengkhianat di barisan pendukung Jokowi. Dia merasa kecewa atas tuduhan itu.

Menurutnya, mata rantai kebencian ini harus diputuskan. "Kalau terus larut kapan selesainya masalah kebencian ini. Kasihan Presiden yang kita dukung dong, dia bicara kerja, kerja, kerja, tapi di bawahnya kita berkelahi, kan nggak baik" katanya.

Dia mengaku tidak mengetahui kelompok mana yang membencinya. "Orkestrasi benci dengan saya ini kan diawali oleh Denny Siregar, kalau Denny Siregar ini kan kepentingannya konten, kalau saya kan tidak, kepentingan saya adalah bangsa ini," ujarnya.  

Immanuel merasa heran kenapa semua orang menentangnya ketika dirinya membela Munarman. Namun ketika terjadi kelangkaan minyak goreng atau kenaikan harga kedelai, semua diam. 

Immanuel Ebenezer mengatakan dirinya memang berseberangan secara politik dengan Munarman, namun sebagai teman dia juga berhak meringankan bebannya. 

"Munarman pernah melakukan hal yang buruk demokrasi, iya! Dan harus kita akui itu pernah terjadi makanya kita tidak mau menularkan mewariskan menjadi bangsa pendendam saya tidak mau itu. Bangsa ini bangsa pemaaf, meskipun hukum harus tetap ditegakkan," ujarnya. 

Baca juga: Saksi Meringankan Sebut Munarman Tidak Sejalan dengan Paham ISIS

 

 






Sektor Pariwisata Bali Perlu Dilengkapi Keamanan dan Keselamatan Standar Internasional

6 hari lalu

Sektor Pariwisata Bali Perlu Dilengkapi Keamanan dan Keselamatan Standar Internasional

Made Mangku Pastika berpandangan bahwa pariwisata Bali tetap membutuhkan dukungan program keamanan dan keselamatan berstandar internasional.


Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

13 hari lalu

Densus 88 Tangkap Tersangka Terorisme di Sleman, Diduga Simpatisan ISIS

Densus 88 menangkap satu orang tersangka terorisme yang diduga jaringan ISIS di Daerah Istimewa Yogyakarta


Soal Pengawasan Sel-sel JAD, Kepala BNPT: Peran dari Densus 88

37 hari lalu

Soal Pengawasan Sel-sel JAD, Kepala BNPT: Peran dari Densus 88

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan, langkah intelijen dalam pengawasan jaringan terorisme merupakan tugas dari Densus 88, sesuai tugas pokoknya.


Tragedi Astanaanyar, Kepala BNPT Berpesan Tingkatkan dan Perkuat Pengawasan

38 hari lalu

Tragedi Astanaanyar, Kepala BNPT Berpesan Tingkatkan dan Perkuat Pengawasan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar buka suara soal kejadian bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung pada 7 Desember 2022 lalu.


BNPT Sebut Perempuan, Anak Muda dan Pengguna Internet Penyumbang Potensi Radikalisme

38 hari lalu

BNPT Sebut Perempuan, Anak Muda dan Pengguna Internet Penyumbang Potensi Radikalisme

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyampaikan indeks potensi radikalisme 2022 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya


Kaleidoskop 2022: Aksi Lone Wolf Eks Napi Terorisme di Polsek Astanaanyar

40 hari lalu

Kaleidoskop 2022: Aksi Lone Wolf Eks Napi Terorisme di Polsek Astanaanyar

Bom bunuh diri terjadi di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, pada 7 Desember 2022. Dilakukan mantan napi terorisme.


Profil Da'i Bachtiar, Eks Kapolri Pembentuk Densus 88

41 hari lalu

Profil Da'i Bachtiar, Eks Kapolri Pembentuk Densus 88

Densus 88 Antiteror Polri merupakan buah tangan dingin dari Kapolri saat itu, Jendral Da'i Bachtiar yang menjabat pada rentang tahun 2001 hingga 2005.


Bom Natal 2000 dan Kelahiran Densus 88 Satuan Spesialis Menangani Terorisme

42 hari lalu

Bom Natal 2000 dan Kelahiran Densus 88 Satuan Spesialis Menangani Terorisme

Tak banyak yang mengetahui, awal dibentuknya Densus 88 karena banyaknya tragedi pemboman di Indonesia, termasuk Bom Natal 2000.


Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolri Ingatkan soal Ancaman Teroris

44 hari lalu

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolri Ingatkan soal Ancaman Teroris

Kapolri mengungkapkan bahwa pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru akan dilaksanakan dengan mengantisipasi adanya gangguan teroris.


Jokowi dan Presiden Vietnam Nguyen Sepakati 3 MoU

44 hari lalu

Jokowi dan Presiden Vietnam Nguyen Sepakati 3 MoU

Jokowi meminta agar Nguyen memberikan perlindungan investasi bagi perusahaan Indonesia di Vietnam.