Ombudsman Ponten Merah Kepatuhan Layanan Publik Dinas Pendidikan Kota Tangerang

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah. Dok Pemkot Tangerang

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pendidikan Kota Tangerang dapat nilai merah dari Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten. Dinas Pendidikan dinilai tidak memenuhi standar penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik.

Kepala Ombudsman Banten Dedy Irsan mengatakan, hasil penilaian
kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik  kepada Pemerintah Kota Tangerang telah diserahkan  kepada Wali Kota Tangerang  Arief R. Wismansyah  pada Jumat, 4 Maret 2022.

"Ada tiga organisasi perangkat daerah  (OPD) yang dinilai,  Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPTSP) dan
Dinas Kependudukan  Catatan Sipil (Disdukcapil) masuk zona hijau sementara Dinas Pendidikan masuk ke zona merah," kata Dedy pada Sabtu, 5 Maret 2022.

Dedy menjelaskan soal ponten merah untuk Dinas Pendidikan. Menurut dia, Dinas Pendidikan Kota Tangerang tidak memiliki atau melengkapi standar pelayanan publik yang terpampang dan dapat diakses pengguna layanan. Layanan itu seperti, jenis pelayanan, jangka waktu, biaya, sistem mekanisme tata cara pengurusan, sarana pengaduan, dan sarana pengukuran kepuasan pengguna layanan.

Pemkot Tangerang Masuk Zona Kuning

Adapun penilaian secara keseluruhan untuk Pemerintah Kota Tangerang, Ombudsman memberi predikat zona kuning. Capaian ini menurun dibandingkan pada 2019 lalu. Saat itu Pemkot Tangerang memperoleh predikat kepatuhan tinggi atau zona hijau.

Pada saat menyandang predikat kepatuhan tinggi zona hijau, Pemkot mendapatkan nilai 92,52. Namun pada 2021 berdasarkan hasil penilaian kepatuhan standar pelayanan publik yang dilakukan pada produk layanan administrasi di Pemkot Tangerang, dari 60 produk layanan administrasi diperoleh nilai 74,95.

"Dengan jumlah nilai itu Pemkot Tangerang  masuk dalam kategori zona kuning dengan predikat kepatuhan sedang," kata Dedy.

Dedy mengatakan  indikator yang digunakan oleh Ombudsman adalah UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Sehingga, kata dia, sudah sepatutnya semua organisasi  perangkat daerah (OPD) penyelenggara pelayanan publik dapat memenuhi komponen standar pelayanan publik yang diamanatkan dalam UU tersebut.

Dedy juga menjelaskan bahwa untuk mendapatkan predikat kepatuhan tinggi zona hijau, Pemkot harus mendapatkan skor nilai 81-100.

Ombudsman RI  kata Dedy sejak lima tahun terakhir telah melaksanakan penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik tersebut.

Dedy berharap pada 2022 ini, Pemkot Tangerang bisa memperbaiki pelayanan sehingga bisa masuk dalam kategori zona hijau.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan telah menerima penilaian dari Ombudsman tersebut. Dia berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan berbenah  sesuai saran Ombudsman.

“Kami akan berupaya Pak, karena harapan kami memang memberikan pelayanan publik yang terbaik kepada masyarakat agar masyarakat puas dengan pelayanan yang kami berikan," kata Arief.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Ombudsman.

“Karena kami sangat butuh masukan dari pihak eksternal dan Ombudsman adalah lembaga yang paling tepat untuk menilai pelayanan kami,” kata Arief.

Ombudsman RI telah melakukan penilaian Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik pada 2021 silam secara serentak di seluruh Indonesia kepada 24 Kementerian, 15 Lembaga, 34 Provinsi, 98 Kota dan 416 Kabupaten dengan periode pengambilan data dari Juni hingga Oktober 2021.

Di Provinsi Banten, Penilaian kepatuhan ini telah dilakukan pada 1 Pemerintah Provinsi yaitu Pemprov Banten, 4 Pemerintah Kota, 4 Kabupaten, 7 Kantor Pertanahan dan 8 Polres dan telah memperoleh hasil untuk masing-masing Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik  ini kata Dedy dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga pengawas pelayanan publik dalam upaya pencegahan maladministrasi.

Baca juga: Kota Tangerang Gelar PTM Terbatas Mulai 7 Maret 2022

AYU CIPTA

 






Persita Tangerang Klaim Kecolongan di Kasus Pelemparan Bus Persis Solo, Kini Evaluasi Mendalam

16 jam lalu

Persita Tangerang Klaim Kecolongan di Kasus Pelemparan Bus Persis Solo, Kini Evaluasi Mendalam

Tim ofisial Persita Tangerang menyebut tidak ada penambahan tersangka dalam kasus pelemparan bus Persis Solo yang terjadi di Tangerang


Rutan Jambe Over Capacity, Pemkab Tangerang Diminta Segera Berikan Hibah Lahan 7 Hektare

21 jam lalu

Rutan Jambe Over Capacity, Pemkab Tangerang Diminta Segera Berikan Hibah Lahan 7 Hektare

Rutan Jambe kini sudah kelebihan kapasitas. Kepala Rutan Kelas 1A Tangerang Ahmad Zaenal Fikri meminta Pemkab Tangerang segera memberikan hibah.


Stok Kosong, Bulog Tangerang Akui Sulit Dapatkan Minyakita

3 hari lalu

Stok Kosong, Bulog Tangerang Akui Sulit Dapatkan Minyakita

Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog Tangerang mengakui stok Minyakita di wilayah Tangerang kosong.


Komplotan Pembobol ATM Kuras Rp 104 Juta dari Rekening Korban, Polisi Buka Call Center Pengaduan

3 hari lalu

Komplotan Pembobol ATM Kuras Rp 104 Juta dari Rekening Korban, Polisi Buka Call Center Pengaduan

Kapolres Metro Tangerang mengimbau masyarakat yang pernah menjadi korban pembobol ATM dengan modus ganjal ATM ini segera lapor.


Suporter Persita Tangerang Lempari Pemain Persis Solo, Panpel : Mereka Mengincar Pendukung

5 hari lalu

Suporter Persita Tangerang Lempari Pemain Persis Solo, Panpel : Mereka Mengincar Pendukung

Paniti penyelenggara menyebut suporter Persita Tangerang ingin memberikan tekanan terhadap pedukung Persis Solo.


Polisi Tangkap 7 Suporter Persita Tangerang usai Bus Pemain Persis Solo Dilempari

6 hari lalu

Polisi Tangkap 7 Suporter Persita Tangerang usai Bus Pemain Persis Solo Dilempari

Sejumlah orang melempari bus official Persis Solo usai Persita Tangerang ditahan imbang dalam lanjutan Liga 1


Polisi Tangkap Suami Penganiaya Istri dengan Kapak Hingga Jari Putus di Tangerang

9 hari lalu

Polisi Tangkap Suami Penganiaya Istri dengan Kapak Hingga Jari Putus di Tangerang

Polres Tangerang Kota menangkap suami yang menganiaya istrinya dengan kapak hingga jarinya terputus.


Terkini Bisnis: Kasus Meikarta Merembet Ke Menteri Investasi dan Dirjen Pajak, OJK Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat

9 hari lalu

Terkini Bisnis: Kasus Meikarta Merembet Ke Menteri Investasi dan Dirjen Pajak, OJK Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat

Berita bisnis yang paling banyak dibaca pada Kamis sore, 26 Januari 2023. Mulai dari kasus Meikarta hingga OJK


Harga Minyak Goreng Berpotensi Naik Lagi, Ombudsman Wanti-wanti Kemendag

9 hari lalu

Harga Minyak Goreng Berpotensi Naik Lagi, Ombudsman Wanti-wanti Kemendag

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menyebut harga minyak goreng berpotensi melambung.


OJK Lembaga Paling Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

9 hari lalu

OJK Lembaga Paling Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi lembaga nomor satu yang paling banyak dilaporkan masyarakat kepada Ombudsman RI.