Nirina Zubir Bersaksi di Sidang Mafia Tanah: Ini yang Ditunggu-tunggu

Aktris Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Kamis, 18 November 2021. TEMPO/M Yusuf Manurung

TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Nirina Zubir menjadi saksi dalam sidang kasus mafia tanah di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Nirina datang didampingi sang suami, Ernest Cokelat dan kuasa hukumnya, Ruben Siregar pada pukul 10.32.

"Ini sidang perdana buat kami, kami baru dapat pemberitahuan, semoga semuanya lancar dan juga keadilan berpihak kepada kami, para korban," kata Nirina saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa, 17 Mei 2022.

Nirina mengatakan dia baru pertama kali datang ke pengadilan, "Aku mau lihat, belum pernah ke pengadilan segala, ya kita lihat. Mungkin kita lihat nanti," tuturnya.

Menurut Ruben Siregar, seluruh bukti kasus mafia tanah yang menyerobot lahan milik keluarga Nirina itu sudah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum. Kliennya tinggal bersaksi di depan majelis hakim tersebut.

Hari ini memang yang paling ditunggu-tunggu oleh Nirina, karena kasus mafia tanah ini berakhir di pengadilan. Dia berharap kepada terdakwa mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

"Akhirnya yang ditungg-tunggu sampai juga, kita masuk ke persidangan. Kita berharap semoga dikasih seberat beratnya agar bisa memberikan efek jera, oknum notaris tidak ada lagi," ujarnya. 

Kasus yang dialami Nirina ini bermula ketika enam lembar sertifikat tanah milik keluarganya, tiba-tiba hilang secara misterius pada pertengahan 2018. Cut Indria Martini, ibunda Nirina kemudian meminta tolong kepada asisten rumah tangganya, Riri Khasmita, untuk mengurus sertifikat-sertifikat yang hilang itu. 

Hingga Cut Indria meninggal pada 12 November 2019, Riri belum juga selesai mengurus sertifikat tanah yang hilang. Dia menyampaikan kepada ahli waris bahwa pengurusan sertifikat masih ditangani oleh seorang notaris bernama Faridah. Belakangan, cerita sertifikat hilang itu diketahui hanya cerita karangan Riri.

"Jadi karena ibu saya tahunya hilang, dari situlah dia meminta pertolongan untuk mengurusnya. Jadi bukan ibu saya menyerahkan sertifikat tersebut, tapi itu diambil, dan kami dikelabui seakan-akan hilang," kata Fadlan Karim, kakak dari Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 18 November 2021.

Lama tidak ada kejelasan dari Riri soal sertifikat itu, Fadlan mendatangi kantor BPN Jakarta Barat pada November 2020. Di sana, dia mendapati enam sertifikat tanah ibunya sudah beralih kepemilikan atas nama Riri dan suaminya, Endrianto, dengan dasar Akta PJB dan Akta Kuasa Menjual yang dibuat dan ditandatangani oleh Faridah. 

Setelah beralih nama, Riri menjual tiga sertifikat tanah milik keluarga Nirina Zubir. Sementara sertifikat lain yang belum dijual, diagunkan ke bank BCA dan BRI dengan nilai Rp 5 miliar, Rp 1,2 miliar, dan Rp 1,2 miliar lagi.

ANNISA APRILIYANI | TD 

Baca juga: Polisi Akan Sita Aset Tersangka Penggelap Sertifikat Tanah Keluarga Nirina Zubir






Merunut Fakta-fakta Tewasnya Mahasiswa UI: Sudah Meninggal, Mengapa jadi Tersangka?

4 jam lalu

Merunut Fakta-fakta Tewasnya Mahasiswa UI: Sudah Meninggal, Mengapa jadi Tersangka?

Kasus meninggalnya mahasiswa UI dalam kecelakaan yang melibatkan Purnawirawan polisi menyita perhatian sejak beberapa waktu lalu. Simak 7 faktanya.


Polda Metro Rekonstruksi Kecelakaan yang Menewaskan Mahasiswa UI Besok, Gunakan CSI

11 jam lalu

Polda Metro Rekonstruksi Kecelakaan yang Menewaskan Mahasiswa UI Besok, Gunakan CSI

Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi insiden kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI Mohammad Hasya Athallah Syaputra.


Pelemparan Batu Suporter Persita ke Bus Persis Solo, Pasoepati: Kami Tak Ada Permusuhan

12 jam lalu

Pelemparan Batu Suporter Persita ke Bus Persis Solo, Pasoepati: Kami Tak Ada Permusuhan

Pihak suporter Persis Solo jelaskan tidak ada riwayat permusuhan dengan suporter Persita Tangerang.


Cerita 2 TKW Korban Wowon Serial Killer di Posko Cianjur, Rugi Rp 100 Juta dan Rp 288 Juta

14 jam lalu

Cerita 2 TKW Korban Wowon Serial Killer di Posko Cianjur, Rugi Rp 100 Juta dan Rp 288 Juta

Wowon Erawan alias Aki atau Wowon serial killer, 60 tahun, tersangka kasus pembunuhan berantai ternyata sering menebar teror kepada korbannya.


Bila Terbukti Selingkuhi Penumpang Audi A6 di Sidang Etik, Kompol D Dikenai Sanksi PDTH, Copot

16 jam lalu

Bila Terbukti Selingkuhi Penumpang Audi A6 di Sidang Etik, Kompol D Dikenai Sanksi PDTH, Copot

Kompol D melanggar etika kepribadian berupa melakukan perbuatan perzinaan atau selingkuh.


Tahan Kompol D karena Selingkuhi Penumpang Audi A6, Polda Metro: Ada Reward Ada Punishment

17 jam lalu

Tahan Kompol D karena Selingkuhi Penumpang Audi A6, Polda Metro: Ada Reward Ada Punishment

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko singgung insiden yang melibatkan Kompol D pada kecelakaan.


Dikabarkan Hilang, Satu TKW Korban Wowon Serial Killer Ditemukan Masih Bekerja di Libya

19 jam lalu

Dikabarkan Hilang, Satu TKW Korban Wowon Serial Killer Ditemukan Masih Bekerja di Libya

Polisi mengidentifikasi satu korban Wowon serial killer masih bekerja di Libya, dalam kondisi sehat. Para TKW jadi korban penipuan penggandaan uang.


Polda Metro Akan Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Vs Pensiunan AKBP

23 jam lalu

Polda Metro Akan Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Vs Pensiunan AKBP

Polisi menetapkan mahasiswa UI yang tewas dalam kecelakaan ini sebagai tersangka. Pensiunan AKBP dianggap tak bersalah. Polisi rekonstruksi ulang.


Mahasiswa UI Tewas, Polda Metro Minta Pakar dari Mitsubishi Cek Kondisi Pajero

1 hari lalu

Mahasiswa UI Tewas, Polda Metro Minta Pakar dari Mitsubishi Cek Kondisi Pajero

Mahasiswa UI Hasya Athallah Saputra tewas tertabrak Mitsubishi Pajero yang dikemudikan AKBP purnawirawan Eko Setia Budi


Polda Metro Tahan Kompol D di Patsus Karena Selingkuh dengan N Penumpang Sedan Audi A6

1 hari lalu

Polda Metro Tahan Kompol D di Patsus Karena Selingkuh dengan N Penumpang Sedan Audi A6

Polda Metro menahan Kompol D karena telah berselingkuh dengan N, wanita penumpang sedan Audi A6. Mobil ini terseret kasus tabrak lari di Cianjur.