Psikolog Ungkap Bahaya Selingkuh di Kepolisian, Pertanyakan Sanksi Tak Setara

Reporter

Arrijal Rachman

Editor

Sunu Dyantoro

Rabu, 25 Mei 2022 08:13 WIB

Reza Indragiri Amriel. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - TEMPO.CO, Jakarta - Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menyatakan tindakan tegas kepolisian menjatuhkan hukuman berat terhadap anggotanya yang terbukti selingkuh sudah tepat. Ini karena perselingkuhan, menurut dia, punya dampak beruntun bagi profesionalisme polisi.

"Penjatuhan hukuman, apalagi berupa pemberhentian tidak dengan hormat, dapat dinilai sebagai bentuk sanksi yang tepat," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 25 Mei 2022.

Reza menjelaskan, berdasarkan berbagai riset yang ada, pelaku perselingkuhan punya tendensi dua kali lebih tinggi kembali melakukan kesalahan-kesalahan profesional (professional misconduct) di tempat kerja. Ini tentu, menurut dia, berbahaya bagi institus kepolisian.

Hasil studi itu, kata dia, semakin mengkhawatirkan karena tingkat perceraian di dalam lingkungan kepolisian lebih tinggi daripada perceraian di kalangan masyarakat sipil. Oleh sebab itu, hukuman pemecatan bisa membersihkan organisasi kepolisian.

"Jadi, institusi kepolisian berhadapan dengan risiko tinggi bagi terjadinya berbagai penyimpangan. Spesifik, penyimpangan akibat ulah polisi yang menyeleweng," ucap dia.

Namun, dia melanjutkan, yang menjadi pertanyaan kini dari kasus perselingkuhan antara Briptu A dan Bripda RPH itu adalah sanksi yang tidak setara. Briptu A diberi sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH), sedangkan Bripda H hanya dijatuhi sanksi demosi dalam sidang kode etik.

Padahal, Reza berpendapat, kesetaraan gender kini tengah dan terus dikampanyekan di mana-mana. Karenanya, kata dia, pelaku perselingkuhan baik perempuan maupun lelaki sepatutnya diganjar dengan hukuman yang sama di institusi kepolisian.

"Persepsi umum bahwa lelaki yang main gila adalah lebih bersalah daripada perempuan pezina merupakan sikap diskriminasi gender yang seharusnya dielakkan," ucap Reza.

Polisi berhentikan tidak hormat anggotanya yang terlibat perselingkuhan

Polda Metro Jaya sebelumnya telah memastikan, menindak tegas perselingkuhan yang terjadi di antara para anggota kepolisian. Pernyataan ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan usai utas berjudul 'Layangan Putus PMJ Version (Polda Metro Jaya)' viral di twitter.

Zulpan pun buka-bukaan soal kasus perselingkuhan antara Briptu A dan Bripda RPH yang viral karena disamakan dengan serial Layangan Putus. Zulpan menyebut itu kasus lama, yang terjadi sejak 2019. Kasus itu sudah selesai setelah keduanya menjalani sidang kode etik.

 "Itu (kasus perselingkuhan) viral karena si itunya main medsos ya. Itu kasus 2019 lalu, kemudian putusan sidang, saya lupa, sebelum viral. Putusan sudah ada," kata Zulpan dikutip dari keterangannya, Senin, 23 Maret 2022.

Baca juga: Dua Polisi Selingkuh Dipecat, Polda: Mereka Kecewa dan Unggah di Media Sosial






Jerman Bisa Krisis Energi Jika Gas Rusia Dihentikan Total

21 jam lalu

Jerman Bisa Krisis Energi Jika Gas Rusia Dihentikan Total

Menteri Ekonomi Jerman mengakui gas sekarang menjadi komoditas langka di negaranya.


5 Fakta tentang Anjing Herder, Cerdas dan Pemandu

1 hari lalu

5 Fakta tentang Anjing Herder, Cerdas dan Pemandu

Anjing herder mudah belajar, aktif bergerak, dan cenderung curiga terhadap orang asing


Kepolisian Ungkap 'Bungkus Night' Prostitusi Terselubung, Telah Digelar pada Maret Lalu

2 hari lalu

Kepolisian Ungkap 'Bungkus Night' Prostitusi Terselubung, Telah Digelar pada Maret Lalu

Kepolisian mengungkapkan, acara "Bungkus Night" volume satu yang merupakan prostitusi terselubung digelar pada Maret 2022.


5 Cara Pasangan Tak Setia Menyembunyikan Perselingkuhan

2 hari lalu

5 Cara Pasangan Tak Setia Menyembunyikan Perselingkuhan

Orang yang berselingkuh sering kali memberi terlalu banyak pada pasangan sehingga tidak dicurigai bahwa dia punya rahasia besar.


SIPSS Penerimaan Anggota Polri Selain Akpol, Bintara dan Tamtama, Jurusan Apa yang Bisa Masuk?

3 hari lalu

SIPSS Penerimaan Anggota Polri Selain Akpol, Bintara dan Tamtama, Jurusan Apa yang Bisa Masuk?

SIPSS atau Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana merupakan salah satu rekrutmen bagi calon anggota Polri, selain Akpol, Bintara dan Tamtama.


Barang dari Rusia Tak Boleh Transit di Lithuania

3 hari lalu

Barang dari Rusia Tak Boleh Transit di Lithuania

Dampak sanksi telah membuat Lithuania melarang barang dari-dan-ke Rusia tak boleh transit di sana.


Sanksi Bikin Pengiriman Gas Rusia ke Eropa Tersendat

4 hari lalu

Sanksi Bikin Pengiriman Gas Rusia ke Eropa Tersendat

Juru bicara Pemerintah Rusia menyebut larangan-larangan yang diberlakukan oleh Uni Eropa telah berdampak pada pengiriman gas lewat Nord Stream.


Syarat Penerimaan Polwan 2022, Termasuk bagi yang Gunakan Hijab

4 hari lalu

Syarat Penerimaan Polwan 2022, Termasuk bagi yang Gunakan Hijab

Tertarik menjadi Polwan? Berikut adalah beberapa syarat untuk mendaftar sebagai calon Polwan 2022, termasuk bagi Anda yang menggunakan hijab.


Segel Tempat Spa Penyelenggara 'Bungkus Night', Polisi: Bau Ajakan Pornografi

4 hari lalu

Segel Tempat Spa Penyelenggara 'Bungkus Night', Polisi: Bau Ajakan Pornografi

Polisi menyegel tempat spa dan pijat yang menyelenggarakan acara 'Bungkus Night' di Jakarta Selatan yang viral di media sosial.


Ungkap Peran 5 Tersangka 'Bungkus Night', Polisi: Artinya Hubungan Intim

4 hari lalu

Ungkap Peran 5 Tersangka 'Bungkus Night', Polisi: Artinya Hubungan Intim

Polisi telah menetapkan lima orang tersangka dari kasus viral di media sosial bertajuk 'Bungkus Night'.