Gitaris Kahitna Andrie Bayuaji 12 Kali Beli Obat Penenang Tanpa Resep Dokter

Personel band Kahitna, Andrie Bayuajie alias AB menghadiri rilis kasus penyalahan narkoba di Polres Jakarta Barat, Jumat, 3 Juni 2022. Andrie diciduk di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan Kamis, 2 Juni 2022 sekitar pukul 12.30 WIB. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Musisi grup band Kahitna, Andrie Bayuajie ditangkap polisi karena mengkonsumsi narkoba jenis Valdimex Diazepam yang merupakan jenis obat penenang.

Andre Bayu Ajie, yang berusia 47 tahun, telah mengkonsumsi obat penenang sejak 5 tahun lalu atau 2017 lalu. Obat-obatan tersebut, menurut polisi, terus dikonsumsi, hingga ia dibekuk polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan mengatakan Andrie mengkonsumsi obat Valdimex Diazepam setelah berobat ke dokter. "Saudara AB mengkonsumsi obat penenang sejak 2017 sampai tahun 2018," kata Zulpan saat konferensi pers di Polres Jakarta Barat, Jumat, 3 Juni 2022.

Konsumsi obat penenang agar bisa istirahat

Obat-obatan yang termasuk jenis psikotropika ini menurut pengakuan Andrie, digunakan supaya bisa beristirahat seusai tampil bermusik.

Belakangan, Andrie membeli obat ini tanpa menggunakan resep dokter. Karena tak bisa dibeli di apotek tanpa adanya resep dokter, Andrie kata Zulpan membeli Valdimex Diazepam di toko online mulai 2020 hingga Mei 2022.

"Pengakuan tersangka bahwa ValdimexDiazepam ini sudah digunakan sejak 2020-2022 sebanyak 12 kali," kata Zulpan. 

Andrie harus membeli obat ini agar dirinya bisa tidur. Padahal, kata Zulpan, obat tersebut hanya bsa didapat dengan resep dokter. Tapi nyatanya, Andrie membeli obat yang termasuk narkoba itu tanpa resep dokter. 

Membeli obat secara online tanpa resep dokter

Andrie kemudian mulai membeli Valdimex Diazepam secara online sejak 2020. Penyidik telah mendapat rekaman pembelian obat oleh tersangka mulai Agus 2020 hingga Mei 2022.

Rinciannya, Andrie mengaku membeli obat penenang itu mulai 8 Agustus 2020 sebanyak 1 strip atau 10 butir dengan harga Rp 115 ribu. Kemudian, pada 17 September 2020 membeli 4 strip atau 40 butir seharga Rp460 ribu. Pada 24 November 2020 membeli 50 butir seharga Rp450 ribu.

Pada 26 Januari 2021, dia membeli lagi 30 butir seharga Rp300 ribu. 6 Februari 2021 membeli lagi 50 butir seharga Rp 502 ribu, 20 April 2021 sebanyak 40 butir Rp 361.500, 4 November 2021 menjadi 30 butir seharga Rp 270 ribu.

Pada 15 November 2021 dia membeli lagi 30 butir seharga Rp271 ribu, 7 Desember 2021 sebanyak 30 butir seharga Rp 271 ribu, 14 Februari 2022 sebanyak 40 butir seharga Rp331.700, 30 Maret 2022 sebanyak 20 butir seharga Rp 191 ribu, dan 31 Mei 2022 sebanyak 40 butir seharga Rp 411.100.

Ditangkap saat berada di kosan

Andrie akhirnya ditangkap di kos Cilandak Heights lantai 2 kamar 208, Jakarta Selatan pada 2 Juni 2022 pukul 12.30 WIB. Polisi menemukan barang bukti berupa 45 butir obat psikotropika golongan IV itu.

Andrie ditangkap berdasarkan informasi di masyarakat. "Setelah dilakukan tes urine positif mengandung Benzodiazepine," kata Zulpan.

Andrie disangka dengan pasal 62 jo pasal 37 ayat 1 UU Nomor 5 Tahun 1997 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Usai penangkapan ini, penyidik akan berkoordinasi dengan BNN Povinsi DKI Jakarta untuk dilakukan assessmen sejauh mana penyalahgunaan psikotropika tersebut. Dari hasil assessmen ini kata Zulpan akan menentukan langkah berikutnya terhadap penyelidkan.

Polisi akan telusuri penjual obat psikotropika

Polisi memastikan akan menelusuri orang yang memasok narkoba jenis Valdimex Diazepam ke Andrie Bayuajie. Ini karena dia membeli obat-obatan psikotropika tersebut melalui online.

Tim penyidik Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat saat ini tengah menelusuri penjual obat ke Andrie Bayuajie.  "Jika akan mengembangkan kasus ini, tidak putus kepada tersangka ini, kita akan kembangkan lagi, tapi tidak bisa kita sampaikan sekarang karena tim masih bekerja," kata Zulpan. 

Baca juga: Polisi Sebut Personel Band Inisial AB Adalah Andrie Bayuajie dari Kahitna






Pengedar Ganja Ditangkap di Jatinegara, Polisi Dapat Info dari Live IG Pelajar yang Mau Tawuran

6 jam lalu

Pengedar Ganja Ditangkap di Jatinegara, Polisi Dapat Info dari Live IG Pelajar yang Mau Tawuran

Polisi memantau live IG sekelompok pelajar yang hendak tawuran di Jalan Inspeksi Kali Ciliwung. Ada sejumlah pemuda yang menghisap ganja.


Istri Teddy Minahasa Diduga Pernah Telepon Istri Dody Prawiranegara, Ajak Ikut Skenario

18 jam lalu

Istri Teddy Minahasa Diduga Pernah Telepon Istri Dody Prawiranegara, Ajak Ikut Skenario

Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa diduga memerintahkan anak buahnya menukar sabu dengan tawas


Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

2 hari lalu

Polda Metro Jaya Gencarkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

Penyalahgunaan narkoba meninggkat setiap Desember


Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

5 hari lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

6 hari lalu

Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

Petugas Rutan Kelas I Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba golongan I jenis sabu dan ganja yang disamarkan menjadi sampah


Lima Tahun Jadi Drummer Cokelat, Axel Andaviar Didepak?

6 hari lalu

Lima Tahun Jadi Drummer Cokelat, Axel Andaviar Didepak?

Axel Andaviar dikabarkan keluar band Cokelat. Namun ia turut mendukung dan senang terkait rencana reuni ke formasi awal band tersebut


Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

6 hari lalu

Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

Polda Metro Jaya kembali menggerebek dan menyisir Kampung Bahari di Tanjung Priok. Tangkap enam pengguna narkoba. Mendapat perlawanan.


7 Jenis Efek Pedal Gitar dan Suara yang Dihasilkannya

7 hari lalu

7 Jenis Efek Pedal Gitar dan Suara yang Dihasilkannya

Gitar tak lepas dengan bantuan pedal efek yang membantu untuk memaksimalkan suara dihasilkan. Sudah terdapat banyak efek yang diproduksi seperti distorsi, FUZZ, chorus, flanger, hingga delay.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

8 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

10 hari lalu

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Survei menunjukkan 58,8 persen publik percaya adanya persaingan tidak sehat di tubuh Polri dalam kasus Teddy Minahasa.