5 Tuntutan Massa FPI dan PA 212 Kepada Pemerintah India

Reporter

Hanif Alatas hadir dan memberikan orasi pada Aksi Bela Nabi di depan Kedutaan Besar India, Jakarta, Jumat, 17 Juni 2022. TEMPO/Niken Nurcahyani

TEMPO.CO, JakartaRatusan massa Aksi Bela Nabi dari Front Persaudaraan Islam (FPI) dan beberapa organisasi Islam, yaitu Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan GNPF berunjuk rasa di Kedutaan Besar India, Jakarta pada Jum'at, 17 Juni 2022. Aksi digelar sebagai bentuk protes buntut penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh politikus India, Nupur Sharma.

 

Tampak massa membawa spanduk bertuliskan "Stop Islamophobia! Justice for Muslims". Selain itu, ada pula yang membawa poster bertuliskan "The Real Terrorist Arrest Nupur Sharma".

Massa Aksi Bela Nabi berasal dari beberapa kalangan mulai dari ibu-ibu, anak, hingga pria dewasa. Mereka kerap mengucapkan Takbir saat orator menyuarakan aspirasi terkait penghinaan Nabi Muhammad oleh politikus India, Nupur Sharma. "Takbir! Allahu Akbar!," teriak massa aksi.

 

Lima Tuntutan

Dalam aksi tersebut ada lima tuntutan yang disampaikan massa sebagai bentuk protes buntut penghinaan terhadap Nabi Muhammad oleh politikus India. Berikut lima tuntutan dalam aksi bela nabi:

  1. Mengutuk dan mengecam keras sikap Islamofobia yang ditunjukan oleh rezim berkuasa di India, serta menuntut rezim berkuasa di India untuk menghentikan tindakan diskriminatif terhadap muslim India dan menegakan hukum terhadap pelaku penghinaan kepada Rasulullah SAW.
  2. Menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk konsisten sesuai resolusi anti-Islamofobia dengan bersikap tegas terhadap rezim berkuasa di India yang terus menerus melakukan pelanggaran HAM dan diskriminatif terhadap muslim India, serta tidak berhenti menunjukkan sikap kebencian yang tidak bisa dibenarkan terhadap Islam.
  3. Menuntut Mahkamah Pidana Internasional untuk secara serius sesuai standar Hukum Internasional, mengusut untuk kemudian mengadili rezim Narendra Modi atas Genosida dan Kejahatan Kemanusian yang dilakukan oleh Aktor Negara India terhada kaum muslimin India.
  4. Menuntut pemerintah Indonesia untuk bersikap lebih tegas lagi atas sikap abai rezim berkuasa di India terhadap protes pihak Indonesia dengan mengusir Duta Besar India dan menghentikan hubungan diplomatik serta perdagangan.
  5. Mengajak umat Islam untuk terus bahu membahu membantu umat Islam India dengan salah satunya melakukan boikot terhadap produk-produk dari India.

Nupur Sharma merupakan politikus India yang diduga menghina Nabi Muhammad. Kasusnya bermula dari lontaran pernyataannya pada 25 Juni lalu di acara debat pada salah satu stasiun televisi India.

Nupur Sharma disebut mengolok-olok kitab suci Al-Quran. Selain itu, ia juga menyinggung Nabi Muhammad menikahi istrinya Aisyah, saat masih muda belia.

Dalam pantauan Tempo, massa aksi sudah mulai membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 17.00 WIB. Aksi berlangsung dengan aman dan kondusif hingga akhir.

Adapun jalur lambat Jl HR Rasuna Said, depan Kedutaan Besar India yang sebelumnya ditutup sudah dibuka dan dapat dilalui kendaraan pada pukul 17.15 WIB.

NIKEN NURCAHYANI

Baca juga:

Demo di Kedubes India, Massa Aksi Bela Nabi Serukan Setop Islamofobia






Realme 10 Pro 5G Edisi Coca-Cola Akan Meluncur 10 Februari

3 jam lalu

Realme 10 Pro 5G Edisi Coca-Cola Akan Meluncur 10 Februari

Coca-Cola Phone adalah Realme 10 Pro 5G. Kepastian ini telah diberikan bersama jadwal peluncurannya di India pada 10 Februari 2023.


Mesin Rusak di Tengah Jalan, Air India Express Balik Lagi ke Bandara

1 hari lalu

Mesin Rusak di Tengah Jalan, Air India Express Balik Lagi ke Bandara

Air India Express dari Abu Dhabi menuju India pada Jumat, 3 Februari 2023, terpaksa kembali ke Bandara Uni Emirat Arab setelah satu mesin rusak


Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

2 hari lalu

Picu Kebutaan dan Kematian, Obat Tetes Mata India Dilarang di Amerika Serikat

CDC Amerika Serikat menyebut obat buat India ini menyebabkan setidaknya 55 kasus kehilangan penglihatan permanen, rawat inap, dan satu kematian.


Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

3 hari lalu

Amerika Serikat dan India Kerja Sama Senjata hingga AI untuk Tandingi Cina

Washington meluncurkan kemitraan Amerika Serikat dengan India di bidang teknologi dan pertahanan untuk menandingi pengaruh Cina.


Mengenal Bhutan, Negara Asia Selatan Yang Jarang Diketahui

3 hari lalu

Mengenal Bhutan, Negara Asia Selatan Yang Jarang Diketahui

Bhutan tempat magis yang diselimuti misteri dan menawarkan segalanya mulai dari panorama menakjubkan hingga situs spiritual dan sejarah panjang.


Ayah Crazy Rich India Anisha Patel Tuntut Fotografer Pernikahan Rp 1,1 Miliar, Ini Alasannya

3 hari lalu

Ayah Crazy Rich India Anisha Patel Tuntut Fotografer Pernikahan Rp 1,1 Miliar, Ini Alasannya

Amit Patel, ayah crazy rich India Anisha Patel menuntut seorang fotografer hingga Rp 1,1 miliar. Apa pasalnya?


Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

4 hari lalu

Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

Adani Group sedang menjadi sorotan karena dituduh melakukan penipuan akuntansi. Perusahaan itu dimiliki oleh orang terkaya di Asia, Gautam Adani.


3 Peluru Menembus Tubuh Mahatma Gandhi 75 Tahun Lalu, Siapa Pembunuhnya?

5 hari lalu

3 Peluru Menembus Tubuh Mahatma Gandhi 75 Tahun Lalu, Siapa Pembunuhnya?

Pada 30 Januari 1948 Mahatma Gandhi meninggal dunia setelah tiga peluru menembus tubuhnya. Sepuluh hari sebelumnya percobaan pembunuhan dilakukan.


Jet Tempur Sukhoi di India Tabrakan, 1 Pilot Tewas dan 2 Selamat

7 hari lalu

Jet Tempur Sukhoi di India Tabrakan, 1 Pilot Tewas dan 2 Selamat

Pilot Angkatan Udara India tewas saat pesawatnya tabrakan di udara ketika sedang menjalani latihan.


Pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 India Jatuh

7 hari lalu

Pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 India Jatuh

Sebuah pesawat Sukhoi-30 dan Mirage 2000 milik Angkatan Udara India jatuh di dekat Morena, Madhya Pradesh