Keputusan Promo Miras Holywings Bagi Muhammad Diambil Direktur Kreatif

Polres Metro Jakarta Selatan saat jumpa pers kasus Holywings di Jakarta, Jumat, 25 Juni 2022. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto mengatakan keputusan promo miras Holywings bagi Muhammad-Maria diambil oleh Direktur Kreatif Holywings Indonesia berinisial EJD yang berusia 27 tahun.

"Dalam prosesnya mereka itu saling diskusi, menyampaikan dan sebagainya. Terakhir pengambilan keputusan direktur kreatif yang menyetujui atau tidak terhadap apa yang dihasilkan oleh staf-staf di bawahnya," kata Budhi dikutip dari keterangannya, Sabtu, 25 Juni 2022.

Selain EJD, lima staf lain yang menjadi tersangka di kasus promo miras Holywings adalah NDP, Perempuan, 36 tahun selaku kepala tim promosi; DAD, laki-laki, 27 tahun, sebagai desain grafis; EA, perempuan 22 tahun, selaku admin sosial media tim promo; AAB, perempuan, 25 tahun selaku sosial media officer; dan AAM, perempuan, 25 tahun, sebagai admin tim promo.

"Motif dari para tersangka adalah mereka membuat koten-konten tersebut untuk menarik pengunjung datang ke outlet HW khususnya outlet-outlet yang persentase penjualannya di bawah target 60 persen," ujar Budhi.

Keenam tersangka ini ditangkap Polres Metro Jakarta Selatan berdasarkan Laporan Polisi Model A. Laporan polisi ini dibuat karena saat tim Satuan Reserse Kriminal Khusus menemukan postingan promo itu saat patroli siber pada Rabu, 23 Juni 2022 belum ada laporan yang disampaikan terhadap postingan itu kepada kepolisian.

"Dari situ kami membuat Laporan Polisi Model A karena saat itu belum ada yang melaporkan kepada kami tapi kami sudah inisatif untuk menjemput bola sebelum kasus ini ramai kita sudah membuat LP Model A," ucap Budhi.

Selanjutnya pada Kamis pagi, Budhi mengatakan, kepolisian bergerak ke kantor pusat Holywings di kawasan BSD, Tangerang Selatan, untuk memeriksa orang-orang yang diduga membuat positingan promo itu. Postingan promo ini diunggah Holywings Indonesia sejak Rabu malam. 

Barang bukti yang disita polisi yakni tangkapan layar (screenshot) unggahan akun resmi Holywings, satu unit mesin atau PC komputer, satu buah telepon seluler, satu buah eksternal hardisk dan satu buah laptop.

Budhi menjelaskan enam tersangka tersebut dijerat pasal pasal 14 ayat 1 dan 2 KUHP, pasal 156 atau pasal 156a KUHP yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama.

Juga pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Atas perbuatan tindakan pidana keenam staf Holywings ini mengenai hoaks dan penistaan agama, mereka juga mendapat ancaman hukuman 10 tahun penjara.

 

Baca juga: Buntut Promo Miras Holywings, Fahira Idris Minta Pemprov Audit Kelab Malam


Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Sule dan Mang Saswi Dilaporkan Atas Penistaan Agama karena Ikut Tertawa

4 hari lalu

Sule dan Mang Saswi Dilaporkan Atas Penistaan Agama karena Ikut Tertawa

Sule dan Mang Saswi dianggap ikut menistakan agama.


Sule Cs Dilaporkan Atas Dugaan Penistaan Agama, Ancaman Bui 5 Tahun

4 hari lalu

Sule Cs Dilaporkan Atas Dugaan Penistaan Agama, Ancaman Bui 5 Tahun

Sule Cs dianggap menistakan agama dan diancam hukuman maksimal di atas lima tahun penjara.


Pelapor Sule Cs Minta Budi Dalton Sujud Minta Maaf Di Depan Publik

4 hari lalu

Pelapor Sule Cs Minta Budi Dalton Sujud Minta Maaf Di Depan Publik

Kuasa hukum pelapor Sule CS mengatakan kliennya tak bakal langsung mempidanakan kasus dugaan penistaan agama ini.


Sule Ikut Terseret Dugaan Penistaan Agama, Buntut Tertawa dalam Konten Miras Budi Dalton

4 hari lalu

Sule Ikut Terseret Dugaan Penistaan Agama, Buntut Tertawa dalam Konten Miras Budi Dalton

Sule dan Mang Saswi dianggap menikmati perkataan yang dilontarkan Budi Dalton.


Laporan PA 212 Soal Budi Dalton Belum Diproses, Polisi: LP nya Belum di Atas

4 hari lalu

Laporan PA 212 Soal Budi Dalton Belum Diproses, Polisi: LP nya Belum di Atas

Laporan PA 212 soal dugaan penistaan agama oleh seniman Budi Dalton belum diproses penyidik Bareskrim Polri. Begini kata polisi.


Penyidik Polres Jaksel Ungkap Kejanggalan Usai Lihat TKP Penembakan Brigadir J

6 hari lalu

Penyidik Polres Jaksel Ungkap Kejanggalan Usai Lihat TKP Penembakan Brigadir J

Briptu Martin Gabe Sahata mengatakan ada kejanggalan saat melihat TKP penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat saat melakukan olah TKP


Pelaku Pemukulan di PTIK Mengaku sebagai Anak Kombes, Ibu Korban Mempertanyakan Visum

7 hari lalu

Pelaku Pemukulan di PTIK Mengaku sebagai Anak Kombes, Ibu Korban Mempertanyakan Visum

Ibu dari remaja berinisial FB, 16 tahun, yang diduga jadi korban pemukulan oleh seorang anak polisi berpangkat kombes belum terima hasil visum.


Dugaan Pemukulan Anak Kombes ke Teman Bimbel, Polisi Periksa Saksi

10 hari lalu

Dugaan Pemukulan Anak Kombes ke Teman Bimbel, Polisi Periksa Saksi

Seorang remaja yang mengaku anak Kombes diduga memukul rekan bimbelnya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).


Mengaku Anak Kombes, Remaja Diduga Pukul Teman Bimbel Masuk Akpol di PTIK

12 hari lalu

Mengaku Anak Kombes, Remaja Diduga Pukul Teman Bimbel Masuk Akpol di PTIK

Seorang ibu melapor ke polisi jika anaknya diduga dipukul dan dianiaya oleh teman bimbelnya yang mengaku anak seorang komisaris besar (Kombes) polisi


Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

18 hari lalu

Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

Polres Jakarta Selatan memeriksa pelapor Baim Wong dalam perkara konten prank laporan polisi soal KDRT pada 1 Oktober 2022 di Polsek Kebayoran Baru.