Pelecehan Anak di Bintaro Xchange, Pakar Pertanyakan Bukti Gangguan Jiwa Pelaku

Ilustrasi pelecehan seksual pada anak laki-laki. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mempertanyakan bukti-bukti gangguan jiwa terduga pelaku pelecehan anak di Mall Bintaro Xchange yang viral di media sosial. 

Bukti-bukti ini, kata Reza, penting diungkap polisi yang menangani kasus pelecehan anak tersebut karena tidak semua penderita gangguan jiwa bisa lepas dari jeratan hukum sesuai Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Gangguan kewarasannya apa? Tidak setiap kasus hukum terkait gangguan kewarasan berhenti berkat pasal 44 ayat 1. Pasal 44 ayat 2: proses hukum lanjut sampai ke pengadilan," kata Reza melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Juni 2022.

Jika benar tidak waras atau mengalami gangguan kejiwaan, Reza mengatakan, perlu dipahami juga penyebab pelaku bisa berada di mal yang notabene adalah tempat umum. Penanggung jawab pelaku juga bisa dimintai pertanggungjawaban.

"Ini penting karena berdasarkan pasal 491 pihak-pihak yang tidak merawat orang yang dianggap tidak waras, lalu orang tersebut melakukan kebahayaan terhadap orang lain, maka pihak penanggung jawab bisa dipidana," ucap Reza.

Selain itu, Reza mempertanyakan upaya mediasi yang disodorkan Kanit PPA Polres Tangerang Selatan dalam kasus ini, baik terhadap keluarga pelaku maupun keluarga korban. Menurut dia, syarat mediasi harus berdasarkan kesediaan pelaku dan korban.

"Bagaimana cara polisi memediasi orang kurang waras? Tahukah orang kurang waras dan setujukah ia bahwa ia akan dimediasi? Dan mengapa polisi mengandalkan laporan korban? Ini bukan delik aduan," ucap Reza.

Kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada Ahad kemarin, 26 Juni 2022 sekira pukul 16.00 WIB pada saat pelapor sedang berada di Mal Bintaro Xchange. Pelapor mendapati pelaku tiba-tiba meraba bagian bawah pusar korban.

Kasus pelecehan anak di Mall Bintaro Xchange ini tengah dalam penyelidikan dan pemeriksaan Polres Tangerang Selatan. Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Sarly Sollu mengatakan pelaku berinisial ABS berusia 33 tahun. "Satuan reskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan," kata Sarly Sollu, Senin 27 Juni 2022. 

Menurut Sarly, pelapor didampingi pihak keamanan mal menyerahkan pelaku ke Polres Tangerang Selatan. Saat itu pelaku bertingkah aneh.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, terduga pelaku pelecehan anak sedang dalam pengobatan karena gangguan mental usai dipecat dari pekerjaannya. "Dibuktikan dengan bukti riwayat pengobatan ke psikiater dan MRI dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro," ujar Sarly. 

Baca juga: Pelecehan Seksual Anak, Pengelola Mall Bintaro Xchange Tambah Petugas Keamanan






Semakin Banyak Karyawan Alami Gangguan Kesehatan Mental, Ini Pesan Kemenkes

3 hari lalu

Semakin Banyak Karyawan Alami Gangguan Kesehatan Mental, Ini Pesan Kemenkes

Banyak orang yang belum sadar akan kesehatan jiwa. Padahal, sehat itu tidak hanya secara fisik tetapi juga kesehatan mental.


Burnout Bisa Tingkatkan Tekanan Darah, Cermati Tanda-Tanda Salah Satu Gangguan Mental Ini

4 hari lalu

Burnout Bisa Tingkatkan Tekanan Darah, Cermati Tanda-Tanda Salah Satu Gangguan Mental Ini

Burnout merujuk pada kondisi kelelahan fisik dan emosional.


Kim Kardashian Tolak Kerja Sama dengan Balenciaga setelah Iklan Boneka BDSM

7 hari lalu

Kim Kardashian Tolak Kerja Sama dengan Balenciaga setelah Iklan Boneka BDSM

Kim Kardashian membatalkan banyak pakaian Balenciaga yang rencananya akan dia pakai untuk sejumlah acara.


Cegah Pelecehan Seksual, Transjakarta Tambah 10 Unit Bus Pink Khusus Wanita

7 hari lalu

Cegah Pelecehan Seksual, Transjakarta Tambah 10 Unit Bus Pink Khusus Wanita

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menambah 10 unit bus pink yang diperuntukkan khusus bagi penumpang wanita.


3 Alasan Seseorang Melakukan Ghosting Percintaan

8 hari lalu

3 Alasan Seseorang Melakukan Ghosting Percintaan

Ghosting dilakukan oleh seseorang karena ada berbagai faktor di baliknya. Berikut 3 faktor yang menyebabkan ghosting.


Memahami Gangguan Mental Duck Syndrome

9 hari lalu

Memahami Gangguan Mental Duck Syndrome

Sindrom bebek atau duck syndrome adalah ketika orang mencoba menciptakan ilusi kehidupan yang sempurna dan bekerja keras untuk menutupi kekurangannya.


Apa Itu Toxic Positivity dan Dampaknya

9 hari lalu

Apa Itu Toxic Positivity dan Dampaknya

Toxic positivity adalah prinsip orang harus memiliki pola pikir positif dan hanya memancarkan emosi dan pikiran positif setiap saat. Cek dampaknya.


Memahami Fase Bipolar dan Ragam Pengobatan

10 hari lalu

Memahami Fase Bipolar dan Ragam Pengobatan

Bipolar terbagi atas dua fase, yakni fase mania atau naik dan fase depresi atau turun. Kedua fase tersebut memiliki gejala dan ciri yang berbeda.


Gangguan Mental di Kalangan Remaja Meningkat, Ini Dampaknya pada Keluarga

10 hari lalu

Gangguan Mental di Kalangan Remaja Meningkat, Ini Dampaknya pada Keluarga

Gangguan mental atau mental emotional disorder di kalangan remaja di Indonesia terus meningkat. Hal ini menjadi tantangan bagi keluarga.


7 Cara Menjaga Anak dari Pelecehan Seksual

12 hari lalu

7 Cara Menjaga Anak dari Pelecehan Seksual

Semakin marak kasusnya, berikut 10 cara untuk melindungi anak-anak dari pelecehan seksual.