Pemkot Jakpus Bakal Sosialisasikan Lagi Perubahan Nama Jalan ke Warga

Reporter

Warga membentangkan spanduk penolakan perubahan nama jalan di Batu Ampar, Jakarta Timur, Kamis, 30 Juni 2022. ANTARA/Yogi Rachman

TEMPO.CO, JakartaPemerintah Kota Jakarta Pusat menyosialisasikan lagi perubahan nama jalan di delapan titik kepada warga terdampak.

"Iya, akan disosialisasikan lagi dan akan kami rapatkan bersama pihak-pihak terkait hari Senin esok," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi saat dihubungi Antara di Jakarta, Ahad, 3 Juli 2022.

Irwandi mengatakan Pemerintah Kota Jakarta Pusat berencana memanggil seluruh ketua RT dan RW yang wilayahnya terdampak perubahan nama jalan. Menurut dia, sosialisasi ke warga ini merupakan upaya untuk meyakinkan bahwa perubahan nama jalan ini tidak akan merugikan masyarakat.

Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat mencatat sebanyak 654 warga terdampak perubahan nama jalan yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Setidaknya ada delapan jalan di Jakarta Pusat yang mengalami perubahan nama, yakni Jalan Srikaya (Kebon Sirih) menjadi Jalan Mahbub Djunaidi; Jalan Buntu (Jalan Musi) menjadi Jalan Raden Ismail; Jalan Tanah Tinggi I Gang 5 menjadi A. Hamid Arief; Jalan Senen Raya menjadi H. Imam Sapi'e.

Kemudian, Jalan SMP 76 (Percetakan Negara) menjadi Jalan Abdullah Ali; Jalan Kebon Kacang Raya sisi Utara menjadi M. Mashabi; Jalan Kebon Kacang Raya sisi Selatan menjadi Jalan M. Saleh Ishak dan Jalan Cikini VII menjadi Tino Sidin.

Dari delapan jalan itu, hanya lima di antaranya yang terdapat penduduk atau tempat tinggal, yakni di Jalan Senen Raya, Jalan Musi Cideng, Jalan Tanah Tinggi dan Jalan Percetakan Negara.

Warga Menolak Pergantian Nama Jalan


Perubahan nama jalan ini sebelumnya menuai penolakan warga dari salah satu wilayah.

Fajri, Ketua Rukun Tetangga (RT) 10 Rukun Warga (RW) 06, Tanah Tinggi, Johar Baru, menyatakan menolak perubahan nama jalan di wilayah tempat tinggalnya yang dulu bernama Jalan Tanah Tinggi I Gang 5 lalu menjadi Jalan A. Hamid Arief. "Kami menolak karena berkaitan banyak dokumen kami yang harus diganti, itu memerlukan dana dan waktu," ujar Fajri.

Menurut Fajri, warga RT 10 RW 06 Tanah Tinggi, tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi perubahan nama jalan di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Rosjik Muhammad membantah dan mengklaim telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang terdampak perubahan jalan.

Selain itu, Sudin Dukcapil Jakarta Pusat bakal melakukan jemput bola atau menyambangi lokasi-lokasi terdampak perubahan nama jalan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mendatangi kantor kelurahan setempat, cukup  membawa fotokopi KTP dan KK ke layanan keliling Sudin Dukcapil Jakarta Pusat.

"Prinsipnya kami akan hadir ke masyarakat, kita sampaikan di satu titik, nanti kita undang ke masyarakatnya. Kita akan menjemput bola ke lokasi-lokasi yang berubah tersebut," kata Rosjik.

 

Baca juga: Tuty Alawiyah Pernah Jadi Presiden Muslimah Sedunia, Namanya Menjadi Pengganti Jalan Buncit Raya






Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta pada Hari Ini

21 jam lalu

Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta pada Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di DKI Jakarta diguyur hujan pada Jumat, 12 Agustus 2022.


Gedung Pusat PT Pegadaian Kebakaran, Petugas Sempat Kesulitan Padamkan Api

5 hari lalu

Gedung Pusat PT Pegadaian Kebakaran, Petugas Sempat Kesulitan Padamkan Api

Kebakaran melanda lantai 3 kantor pusat PT Pegadaian di Kramat, Senen, Jakarta Pusat siang tadi


Anies Baswedan Gemar Ubah Nama, dari Jalan ke Rumah Sakit, PDIP: Apa Saking Tak Ada Ide

5 hari lalu

Anies Baswedan Gemar Ubah Nama, dari Jalan ke Rumah Sakit, PDIP: Apa Saking Tak Ada Ide

Hardiyanto Kenneth mengingatkan Anies Baswedan bahwasanya penjenamaan 31 RSUD menjadi rumah sehat belum mendesak.


Polisi Tertembak Sesama Anggota di Jakpus, Polda Metro: Murni Karena Kelalaian

8 hari lalu

Polisi Tertembak Sesama Anggota di Jakpus, Polda Metro: Murni Karena Kelalaian

Seorang anggota polisi terluka karena senjata api anggota yang lain. Terjadi saat keduanya melakukan penjagaan di kantor bank di Jakarta Pusat.


Anies Baswedan, dari Kontroversi Perubahan Nama Jalan ke Ganti Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat

9 hari lalu

Anies Baswedan, dari Kontroversi Perubahan Nama Jalan ke Ganti Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat

Setelah perubahan nama jalan mengundang kontroversi, Anies Baswedan membuat keputusan drastis ganti istilah rumah sakit dengan rumah sehat.


Kasus Bangunan Ambruk di Johar Baru, Polisi Periksa Sembilan Saksi

10 hari lalu

Kasus Bangunan Ambruk di Johar Baru, Polisi Periksa Sembilan Saksi

Polres Jakarta Pusat telah memanggil sembilan saksi dalam penyelidikan bangunan ambruk di Jalan Rawa Sawah 2 Galur, Johar Baru


Terinspirasi Ganjar Pranowo, Komunitas Warteg Bagikan 1.000 Paket Nasi untuk Driver Ojol

10 hari lalu

Terinspirasi Ganjar Pranowo, Komunitas Warteg Bagikan 1.000 Paket Nasi untuk Driver Ojol

Nasi bungkus warteg itu dibagikan kepada para driver ojol di 10 wilayah di Jakarta Pusat.


Polisi Ciduk 4 Pelajar Pelaku Tawuran yang Bacok Lawannya di Bungur Senen

13 hari lalu

Polisi Ciduk 4 Pelajar Pelaku Tawuran yang Bacok Lawannya di Bungur Senen

Polisi menciduk 4 pelajar dari rumahnya masing-masing. Mereka diduga pelaku tawuran yang membacok lawannya dari sekolah lain.


Polisi Selidiki Penyebab Bangunan Ambruk di Johar Baru

14 hari lalu

Polisi Selidiki Penyebab Bangunan Ambruk di Johar Baru

Sebuah bangunan ambruk di Johar Baru, jakarta Pusat hingga menyebabkan satu orang tewas


Saksi Bangunan Ambruk di Johar Baru: Bruk...Bruk....Bruk.... Terus Nyala

15 hari lalu

Saksi Bangunan Ambruk di Johar Baru: Bruk...Bruk....Bruk.... Terus Nyala

Sebuah bangunan ambruk di Kelurahan Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru. Satu orang tewas dalam peristiwa ini