Dua Pendapat tentang Asal-usul Nama Tanah Abang

Suasana perdagangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 13 Mei 2022. Belanja pada masa Ramadhan-Lebaran 2022 akan mengungkit pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2022. Hal itu terindikasi dari indeks belanja sepanjang Ramadhan 2022 yang tumbuh 31 persen menjadi 179,4, jauh di atas ambang batas indeks yang sebesar 100. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tak kenal daerah Tanah Abang Jakarta Pusat?  Tempat ini sudah dikenal dengan padatnya pembeli ketika berburu busana muslim untuk Lebaran. Pasar kambing, cikal bakal pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara itu juga tujuan belanja hewan ternak sehari-hari atau untuk kurban di sekitar Idul Adha.

Menurut encyclopedia.jakarta-tourism.go.id, ada dua cerita mengenai asal-usul Tanah Abang. Pertama, tidak lepas dengan kedatangan pasukan Mataram ke Batavia pada 1628. Di saat itu, serangan dari Mataram dilancarkan pada daerah selatan yang merupakan lokasi daerah Tanah Abang.

Lalu, tempat itu dijadikan pangkalan karena struktur tanahnya adalah tanah bukit merah, serta kali dan rawa-rawa di sekitarnya. Oleh karenanya, Mataram saat itu menyebutnya dengan nama "Tanah Abang'. Dalam bahasa Jawa tanah abang berarti "tanah merah".

Kedua, dikabarkan juga Tanah Abang diberi nama oleh kedua orang bersaudara "kakak dan adik". Pada saat itu, adiknya tidak memiliki tempat untuk ditinggali, setelahnya ia mendapat izin abangnya untuk mendirikan rumah yang sekarang disebut Tanah Abang.

Terlepas dari awal asal-usul namanya, daerah ini mulai dikenal ketika kependudukan kolonial Belanda pada 1648. Saat itu, seorang konglomerat keturunan Tionghoa bernama Phoa Bingham mendapat izin dari Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) untuk memuat sebuah terusan di Tanah Abang.

Penggallian dilakukan secara terus-menerus dari arah selatan sampai ke dekat hutan. Ada dua cabang penggallian ketika dipertengahan, di daerah timur sampai ke Kali Ciliwung dan ke arah Barat sampai Kali Krukut. Terusan ini bernama Molenvliet yang berfungsi untuk memperlancar hubungan perdagangan ke daerah kota selatan.

Semakin pesat, daerah selatan menjadi lahan perkebunan seperti kebun kacang, kebun jahe, kebun melati, kebun sirih, dan lainnya. Hal tersebut mendorong sosok bernama Yustinus Vinck untuk meminta izin Gubernur Jenderal Abraham Patramini mendirikan Tanah Abang dan Senen pada 30 Agustus 1735.

Setelah lima tahun pasar itu berdiri, pada tahun 1740 terjadi kerusuhan akibat Belanda membunuh orang-orang Cina, merampas harta benda mereka, dan membakar kebun-kebun mereka.

Perputaran uang di Tanah Abang kembali hidup di abad 20, ketika  saudagar Cina dan Arab banyak bermukim di Tanah Abang yang 
dikembalikan peruntukannya sebagai pasar oleh Belanda. 

Sampai saat ini, perdagangan di Tanah Abang semakin pesat. Pasar yang dihuni ribuan pedagang dibuka mulai dari Senin sampai Ahad dengan banyaknya renovasi di setiap bloknya.

Menurut jurnal berjudul Traders Preference in Choosing Expedition Partner in Tanah Abang Market, perputaran uang di salah satu blok tekstil di pasar tanah abang mencapai Rp 30 triliun pada 2016.

FATHUR RACHMAN 

Baca juga: Beli Kurban untuk Idul Adha di Tanah Abang? Berikut Sejarah Pasar Kambing






Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

1 hari lalu

Formula 1 Cina 2023 Dibatalkan Lagi, Apa Penyebabnya?

Grand Prix Formula 1 Cina dipastikan tidak akan masuk dalam agenda F1 2023. Apa penyebabnya? Simak selengkapnya di artikel ini!


Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

2 hari lalu

Tesla Perbarui Perangkat Lunak 435.000 Mobil Listrik di Cina, Lampu Sein Bermasalah

Tesla di Cina hampir dua kali melakukan penarikan mobil listrik pada periode 1 November hingga 27 November 2022.


Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

3 hari lalu

Cina Berkabung, Xiaomi, iQOO, Huawei, MediaTek Tunda Rilis Produk

Xiaomi dkk merespons suasana berkabung di Cina karena Jiang Zemin, mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina, berpulang.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

3 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

3 hari lalu

Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes terhadap aturan Covid-19 dengan menyerukan Cina yang bebas


MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

3 hari lalu

MTI Beberkan Syarat Jumlah Penumpang Kereta Cepat Mencapai Target

Ketua MTI Djoko Setijowarno mengatakan aksesbilitas transportasi umum menjadi keberhasilan dalam menjaring penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung.


Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

3 hari lalu

Diprotes Warganya, Bagaimana Kebijakan Zero Covid-19 di Cina Berjalan?

Kebijakan zero COVID-19 Cina adalah upaya untuk mencegah penyebaran komunitas dari virus corona. Tujuannya adalah untuk menjaga kasus mendekati nol.


3 Astronot Cina Tiba di Stasiun Luar Angkasa

4 hari lalu

3 Astronot Cina Tiba di Stasiun Luar Angkasa

Tiga astronot melakukan rotasi awak orbit pertama dalam sejarah luar angkasa Cina.


Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

4 hari lalu

Aktivitas Pabrik di Cina Terkontraksi karena Aturan Covid-19

Aktivitas pabrik di Cina terkontraksi lebih cepat pada November 2022 buntut dari pembatasan aktivitas karena penyebaran Covid-19


Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

4 hari lalu

Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

Dua sumber yang ikut berunjuk rasa menolak aturan Covid-19, di telepon oleh Kepolisian Beijing yang meminta mereka melakukan lapor diri.