Polda Metro Jaya Tangkap Lagi Pejabat BPN dalam Kasus Mafia Tanah di Bekasi

Tim penyidik dari Sub Direktorat Harta dan Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggeledah Kantor BPN Jakarta Selatan untuk mengungkap kasus mafia tanah oleh oknum pejabat, Kamis, 14 Juli 2022. Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya kembali menangkap pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang terlibat kasus mafia tanah. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, tersangka yang baru ditangkap ini terdiri dari 2 orang pejabat aktif di BPN dan 1 orang pensiunan pejabat BPN.

Penangkapan dilakukan oleh tim penyidik dari Sub Direktorat Harta dan Benda (Subdit Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum. Para tersangka baru ini sudah ditahan untuk diperiksa lebih lanjut.

"Ketiga tersangka ini sudah ditahan," kata Zulpan dikutip dari keterangannya, Jumat, 15 Juli 2022.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, penangkapan yang dilakukan oleh Subdit Harda itu dilakukan pada hari ini. Mereka menyalahgunakan jabatannya saat menjabat di kantor BPN Bekasi.

"Hari ini subdit Harda ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dan menahan 3 pejabat dan mantan Pejabat BPN karena mafia tanah," ujar Hengki.

Dia berujar, pejabat yang ditangkap itu berinisial NS, 50 tahun. Saat ini NS kata dia menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Pelembang Kota. Namun, dia terlibat dalam kasus mafia tanah saat menjabat Kepala Seksi Infrastruktur Pengukuran pada kantor BPN Kabupaten Bekasi.

Tim penyidik dari Sub Direktorat Harta dan Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggeledah Kantor BPN Jakarta Selatan untuk mengungkap kasus mafia tanah oleh oknum pejabat, Kamis, 14 Juli 2022. Istimewa

Selain NS, ada juga pejabat lain berinisial RS, 58 tahun. Saat ini, RS menjabat sebagai Kepala Seksi Survei pada Kantor BPN Bandung Barat. Namun, dia pernah menjabat sebagai mantan Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan Kantor BPN Bekasi Kabupaten. 

"Yang ketiga ini PS, 59 tahun, pensiunan BPN, mantan koordinator pengukuran Kantor BPN Bekasi Kabupaten," kata Hengki.

Ketiga tersangka ini menurut Hengki terlibat kasus mafia tanah di Kabupaten Bekasi pada periode 2016-2017. Mereka menerbitkan peta bidang berdasarkan warkah palsu. "Peta bidang tersebut menimpa sertifikat milik korban," ujar Hengki.

Sebelumnnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga telah menangkap 4 orang pejabat BPN yang terlibat dalam kasus mafia tanah di wilayah Jakarta dan Bekasi. Pejabat BPN itu berinisial PS dan MB.

Para pejabat BPN yang menjadi tersangka mafia tanah dijerat dengan Pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan rumah tanpa izin dan/atau Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dan/atau Pasal 266 KUHP tentang penyalahgunaan dokumen atau akta juncto Pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan kejahatan. "Sesuai dengan arahan Kapolda, akan dibentuk tim untuk disidik terkait dengan Tipikornya juga," ujar Hengki.

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Baru Oknum Pejabat BPN Dalam Sindikat Mafia Tanah






Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

40 menit lalu

Plt Wali Kota Bekasi Imbau Masyarakat Wariskan Nilai Pancasila kepada Generasi Muda

Tri meminta orang tua dan guru untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak sejak usia dini.


Operasi Zebra Jaya 2022, Dirlantas Polda Metro Jaya: Tilang Adalah Pilihan Terakhir

4 jam lalu

Operasi Zebra Jaya 2022, Dirlantas Polda Metro Jaya: Tilang Adalah Pilihan Terakhir

Berbeda dengan razia Operasi Zebra Jaya, tidak ada toleransi bagi pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera tilang elektronik atau ETLE.


Dugaan KDRT ke Lesti Kejora, Rizky Billar Terancam 5 Tahun Penjara

1 hari lalu

Dugaan KDRT ke Lesti Kejora, Rizky Billar Terancam 5 Tahun Penjara

Muhammad Rizky alias Rizky Billar terancam pidana 5 tahun penjara dan denda 15 juta atas dugaan KDRT yang dilakukannya pada istrinya, Lesti Kejora


Kasus KDRT Lesti Kejora, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Terhadap Rizky Billar

1 hari lalu

Kasus KDRT Lesti Kejora, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Terhadap Rizky Billar

Pedangdut Lestiani atau Lesti Kejora melaporkan suaminya, Muhammad Rizky alias Rizky Billar, ke Polres Jakarta Selatan atas dugaan KDRT


Polisi: KDRT Lesti Kejora dari Rizky Billar Kekerasan Nyata, Bukan Settingan

1 hari lalu

Polisi: KDRT Lesti Kejora dari Rizky Billar Kekerasan Nyata, Bukan Settingan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan Rizky Billar diduga mendorong, membanting, dan mencekik Lesti Kejora


Dugaan KDRT Rizky Billar ke Lesti Kejora Disaksikan ART dan Karyawan Leslar Entertainment

1 hari lalu

Dugaan KDRT Rizky Billar ke Lesti Kejora Disaksikan ART dan Karyawan Leslar Entertainment

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan Rizky Billar diduga mendorong, membanting, dan mencekik Lesti Kejora


Polisi: KDRT yang Diterima Lesti Kejora dari Rizky Billar Kekerasan Fisik

1 hari lalu

Polisi: KDRT yang Diterima Lesti Kejora dari Rizky Billar Kekerasan Fisik

Penyanyi Lestiani atau Lesti Kejora melaporkan suaminya, Muhammad Rizky alias Rizky Billar, atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).


4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

1 hari lalu

4 Pelaku Perampokan Toko Emas Gondol 600 Gram Emas, Polisi Selidiki Kaitan dengan Terorisme

Empat pelaku perampokan toko emas di Tangerang Selatan sudah ditangkap.


Lesti Kejora Laporkan KDRT Rizky Billar, Polisi Akan Beri Keterangan Siang Ini

1 hari lalu

Lesti Kejora Laporkan KDRT Rizky Billar, Polisi Akan Beri Keterangan Siang Ini

Polres Metro Jakarta Selatan belum menerima hasil visum et repertum Lesti Kejora yang diduga mendapat perlakuan KDRT.


Soleh Solihun Kena Pungli Saat Bayar Pajak STNK, Cek Fisik Motor Bayar Rp 30 Ribu

1 hari lalu

Soleh Solihun Kena Pungli Saat Bayar Pajak STNK, Cek Fisik Motor Bayar Rp 30 Ribu

Komika Soleh Solihun menceritakan pengalamannya saat bayar pajak STNK lima tahunan di Polda Metro Jaya. Petugas pelaku pungli dipecat.