DKI Jakarta Diskusikan Usulan Polda Metro Atur Jam Masuk Kerja agar Lalu Lintas Tak Macet

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Pesepeda melintas diantara kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan jelang jam berbuka puasa di Bundaran HI, Jakarta, 27 Juni 2015. Menjelang waktu berbuka puasa, berbagai ruas jalan di Jakarta selalu dipenuhi kendaraan bermotor. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan sudah mendiskusikan usulan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terkait pengaturan jam kerja bagi karyawan agar lebih mudah mengatur kemacetan jalan-jalan di Jakarta.

"Pernah didiskusikan bahkan anak sekolah juga pernah didiskusikan untuk diatur jam masuknya," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu, 20 Juli 2022.

Walau menyebut sudah pernah didiskusikan, Riza belum bersedia menerangkan bagaimana hasil dari diskusi tersebut.

Namun untuk usulan dari kepolisian itu, Riza menyebut bahwa pihaknya akan mempertimbangkan dengan melihat sejauh mana kemacetan itu terjadi akibat jam masuk yang bersamaan.

"Saya kira usulan itu akan jadi masukan untuk kami. Nanti akan kami pertimbangkan dengan melihat sejauh mana kemacetan itu diakibatkan jam masuk/kerja dan pulang yang sama kan gitu ya," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyiapkan sejumlah program untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, salah satunya jam keberangkatan pekerja diatur supaya tidak menumpuk pada jam yang sama.

Usulan ini berangkat dari hasil analisisnya terkait kemacetan Jakarta pada jam rawan pagi hari. Dari hasil pengamatannya, mobilitas pekerja hingga pelajar berangkat pada jam bersamaan, sehingga mengakibatkan kemacetan di jalan.

"Sekarang gini, jam enam sampai sembilan pagi kan padat di Jakarta. Nah, jam sembilan sampai jam dua siang agak lengang di Jakarta. Maksud saya, jam sembilan pagi ini ada pengaturan kegiatan masyarakat," kata Latif.
 

Polisi sebut kepadatan lalu lintas akibat seragamnya kegiatan pekerja dan sekolah

Menurut Latif, usulan itu tengah dikaji dengan matang. Pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

"Kita akan adakan koordinasi, kita rapatkan. Bila perlu, kalau masyarakat yang bisa kerja malam, ya malam, biar jangan semuanya siang semua. Sekarang kan sudah ada pembatasan gage. Kita sekarang mengusulkan untuk pembagian jam waktu operasional kerja mereka," ujar Latif.

Latif menjelaskan kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jakarta akibat seragamnya kegiatan pekerja dan sekolah di Jakarta. Dia mengupayakan agar adanya peraturan yang bisa membagi waktu aktivitas di masyarakat, sehingga mobilitas di jalan bisa terurai.

"Saya mengusulkan mengatur aktivitas kerja mereka. Seperti kelompok anak sekolah mereka aktivitasnya kan jam 7 pagi, kelompok pekerja esensial mereka apel di kantor jam delapan, jam sembilan. Nah, yang kritikal jam 10 atau jam 11 siang, sehingga mereka akan berangkatnya tidak bersama-sama. Jadi saya ingin melakukan koordinasi ini," ucap Latif.

Baca juga: Polisi: Siasati Waktu Perjalanan Hindari Kemacetan Arus Balik di Kalimalang






Awas, 11 Mobil Tilang Elektronik Patroli di DKI Jakarta dan Tangsel

8 jam lalu

Awas, 11 Mobil Tilang Elektronik Patroli di DKI Jakarta dan Tangsel

Terdapat 57 titik kamera tilang elektronik atau kamera ETLE statis di Jakarta di lima kawasan untuk mendukung kebijakan Kapolri Listyo Sigit.


Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Rudolf Tobing Digelar di 2 Lokasi

8 jam lalu

Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Rudolf Tobing Digelar di 2 Lokasi

Seorang perempuan berambut pendek dihadirkan untuk perankan Icha, korban pembunuhan berencana yang dilakukan Rudolf Tobing.


Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

8 jam lalu

Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

Polda Metro Jaya perketat pengunjung, namun tidak mengurangi pelayanan usai bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Rabu pagi tadi.


10 Titik Berpotensi Pergerakan Tanah, PSI: BPBD Jangan Hanya Merilis, Rumuskan Mitigasi

10 jam lalu

10 Titik Berpotensi Pergerakan Tanah, PSI: BPBD Jangan Hanya Merilis, Rumuskan Mitigasi

Wakil Ketua Fraksi PSI DKI Jakarta, August Hamonangan mengatakan, prediksi BPBD DKI tentang potensi pergerakan tanah di 10 kecamatan mesti ditanggapi.


Senyum usai Bunuh Icha, Ekspresi Rudolf Tobing Kini Datar saat Rekonstruksi

11 jam lalu

Senyum usai Bunuh Icha, Ekspresi Rudolf Tobing Kini Datar saat Rekonstruksi

Rudolf Tobing terlihat kooperatif dan mengikuti adegan yang diarahkan oleh polisi. Sesekali dia mengoreksi bagaimana adegan yang sebenarnya.


Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Digelar di Polda Metro, Tampilkan 26 Adegan

11 jam lalu

Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Digelar di Polda Metro, Tampilkan 26 Adegan

Polisi gelar 26 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan berencana dengan tersangka Rudolf Tobing.


Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Apa Itu Patologi Anatomi dalam Ranah Forensik

12 jam lalu

Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Apa Itu Patologi Anatomi dalam Ranah Forensik

Polda Metro Jaya menunggu penyusunan laporan akhir kasus kematian satu keluarga di Kalideres dari sejumlah departemen, termasuk kedokteran forensik.


Heru Budi Hartono Copot Marullah Matali dari Sekda, PKS: Janggal, Domainnya Presiden

12 jam lalu

Heru Budi Hartono Copot Marullah Matali dari Sekda, PKS: Janggal, Domainnya Presiden

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Karyatin Subiantoro mengaku kaget dengan pencopotan Marullah Matali dari posisi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI.


Polisi Esok Rilis Penyebab Satu Keluarga Meninggal: Sisi Patologi Anatomi hingga Sosiologi Agama

13 jam lalu

Polisi Esok Rilis Penyebab Satu Keluarga Meninggal: Sisi Patologi Anatomi hingga Sosiologi Agama

Ada temuan dari tim psikolog forensik dan kesesuaian dengan kedokteran forensik dalam kasus satu keluarga meninggal di satu rumah di Kalideres.


Ibu Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Pulogebang, Hendak Lari ke Semarang

1 hari lalu

Ibu Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Pulogebang, Hendak Lari ke Semarang

Polsek Cakung menangkap seorang ibu berinisial D karena diduga membuang bayi di tempat sampah Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.