Kasus Pencabulan Anak di Dermaga Kaliadem, 2 Tersangka Dijerat UU Perlindungan Anak

Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Pelabuhan Tanjung Priok menjerat dua tersangka pencabulan anak di bawah umur di Dermaga Kaliadem dengan UU Perlindungan Anak. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Polisi Putu Kholis Aryana mengatakan kedua tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.  

Kasus kekerasan seksual anak perempuan itu terjadi di atas kapal yang bersandar di Dermaga Kaliadem, Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Kedua tersangka berinisial SS (30) dan JP (22). SS adalah awal kapal yang sedang sandar di Kaliadem.  

"Mereka dijerat pasal 76 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," kata Kholis di kantornya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 20 Juli 2022.

Peristiwa pencabulan pada Ahad, 17 Juli lalu itu terungkap atas laporan ibu korban, S, ke Polsek Sunda Kelapa. Polisi menangkap kedua tersangka pada hari Senin. 

Polisi menyita sejumlah barang bukti kasus pencabulan itu, yaitu 2 pelampung dengan bercak darah serta pakaian korban dan tersangka.

Pemeriksaan kasus ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi kejiwaan korban. Polisi lebih hati-hati menggali modus yang digunakan para tersangka membujuk anak itu.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengajak korban berkenalan dan menggiringnya ke atas kapal SS. Pada saat itu korban sedang berjalan sendirian ke arah Dermaga Kaliadem.

"Tempat kejadian perkara ini di atas kapal di Dermaga Kaliadem," ujar Kholis. 

Ketika pulang ke rumah, korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada ibunya, yang langsung melaporkan peristiwa kekerasan seksual anak itu ke polisi.   

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Polisi Sang Ngurah Wiratama mengatakan 2 tersangka pencabulan anak itu sudah ditahan. Mereka akan menjalani proses hukum selanjutnya.

Baca juga: Polisi Usut Dugaan Pencabulan Belasan Santriwati di Depok






Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

2 hari lalu

Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Pengadilan Negeri Depok juga mewajibkan Ustaz Ramadhan membayar uang restitusi Rp 30 juta kepada korban. Masih ada tiga tersangka lain.


Cegah Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unair Beri Sosialisasi pada Ratusan Dosen

3 hari lalu

Cegah Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unair Beri Sosialisasi pada Ratusan Dosen

Isu kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi fokus Universitas Airlangga (Unair). Simak cara kampus cegah kekerasan seksual.


Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

3 hari lalu

Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

Orang tua berperan besar dalam memberikan edukasi terkait pendidikan seksual pada anak sejak usia dini. Ini tujuannya.


Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

4 hari lalu

Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang pria, inisial SAM (23) karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mantan kekasihnya.


Jaksa Tuduh Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan untuk Cari Simpati

5 hari lalu

Jaksa Tuduh Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan untuk Cari Simpati

Jaksa mengatakan kuasa hukum bahkan mendukung ketidakjujuran Putri Candrawathi dan melimpahkan kesalahan kepada Yosua.


Jaksa Sebut Dalil Pemerkosaan Putri Candrawathi Khayalan untuk Bebas Jerat Hukum

5 hari lalu

Jaksa Sebut Dalil Pemerkosaan Putri Candrawathi Khayalan untuk Bebas Jerat Hukum

Jaksa mengatakan pleidoi Putri Candrawathi tidak memiliki dasar yuridis yang kuat untuk menggugurkan surat tuntutan.


Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

5 hari lalu

Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

Menurut jaksa keterangan ahli psikologi forensik dalam kasus Putri Candrawathi tidak relevan dijadikan alat bukti.


Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

5 hari lalu

Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

Jaksa menuding Putri Candrawathi malah tidak berkata jujur dan ketidakjujuran ini didukung oleh tim kuasa hukumnya.


Pembelaan Putri Candrawathi: Merasa Difitnah dan Bersiteguh Alami Pelecehan

9 hari lalu

Pembelaan Putri Candrawathi: Merasa Difitnah dan Bersiteguh Alami Pelecehan

Terdakwa Pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi menyampaikan pembelaan atau pleidoi di depan majelis hakim pada Rabu siang, 26 Januari 2023.


Sidang Pleidoi Diwarnai Dukungan Teman Richard Eliezer di Brimob hingga Putri Candrawathi Disoraki

9 hari lalu

Sidang Pleidoi Diwarnai Dukungan Teman Richard Eliezer di Brimob hingga Putri Candrawathi Disoraki

Puluhan teman seangkatan Richard Eliezer di korps Brimob Polri mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2023, beri dukungan