Ucapan Wagub DKI soal LGBT dan Citayam Fashion Week Dinilai Diskriminatif

Gaya remaja berlenggak-lenggok layaknya di atas catwalk di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta, Ahad, 17 Juli 2022. Fenomena Citayam Fashion Week oleh remaja SCBD (Sudirman, Citayam. Bojonggede, Depok) yang viral di Media Sosial merupakan istilah bagi para remaja yang berpenampilan modis dan nongkrong di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menanggapi pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Dinas Sosial Jakarta Pusat soal kelompok LGBTIQ di tengah tren Citayam Fashion Week. Dia menilai pernyataan orang nomor dua di Ibu Kota adalah sebuah hal yang diskriminatif.

“Pejabat kembali lagi membuat pernyataan-pernyataan diskriminatif yang berpotensi menyebabkan persekusi terhadap kelompok minoritas," ujar Usman lewat keterangan tertulis pada Kamis, 28 Juli 2022.

Menurut Usman, mengungkapkan identitas dan ekspresi gender bukan tindakan kriminal, melainkan ekspresi diri yang dilindungi oleh hukum nasional maupun internasional. Dia menjelaskan semua warga, terlepas dari gender, etnis, agama, orientasi seksual, atau status lainnya, mempunyai hak yang setara dengan warga lainnya.

"Pihak berwenang justru seharusnya melindungi mereka dari diskriminasi, bukan malah membuat pernyataan-pernyataan yang dapat memicu diskriminasi dan persekusi," tutur Usman.

Sebelumnya pada Rabu, 27 Juli 2022 Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menulis di akun Twitter resminya: “Kami wajib melindungi anak2 dari promosi LGBT, termasuk di Citayam Fashion Week."

Selain itu pada 25 Juli, Kepala Dinas Sosial Jakarta Pusat Abdul Salam mengatakan kepada media bahwa pihaknya akan 'menindak: laki-laki yang berbusana seperti perempuan di Citayam Fashion Week.

Usman menjelaskan, hak atas kebebasan berekspresi dijamin dalam Pasal 19 Kovenan Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR), yang selanjutnya dijelaskan dalam Komentar Umum Nomor 34 tentang Pasal 19 ICCPR.

"Pasal 26 ICCPR juga menyatakan semua orang setara di mata hukum dan harus dilindungi dari segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, pandangan politik, asal-usul, maupun status lainnya," kata Usman.

Dan yang perlu digarisbawahi bahwa Indonesia telah meratifikasi ICCPR melalui UU Nomor 12 Tahun 2005, yang juga berarti bahwa Indonesia memiliki kewajiban yang mengikat untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak dalam Kovenan tersebut.

"Terlebih lagi, Pasal 28I ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan diskriminatif itu," ujar Usman Hamid.

Baca juga: BEM KM IPB Pecat Anggotanya yang Mendukung LGBTQIA+






TOP 3 Dunia: Sopir Taksi di Qatar Usir Jurnalis Israel, Kostum Perang Salib Suporter Inggris

29 menit lalu

TOP 3 Dunia: Sopir Taksi di Qatar Usir Jurnalis Israel, Kostum Perang Salib Suporter Inggris

Pengemudi taksi di Qatar mengusir jurnalis yang sedang meliput Piala Dunia 2022 dari taksinya ketika mengetahui dia warga negara Israel.


Qatar Tinjau Investasi di London setelah Ada Larangan Iklan Transportasi

1 jam lalu

Qatar Tinjau Investasi di London setelah Ada Larangan Iklan Transportasi

Pemerintah London khawatir atas sikap Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia terhadap hak LGBT+ dan perlakuannya terhada pekerja migran.


REWE Hentikan Kontrak Sponsor Dampak Kontroversi Ban Lengan OneLove

23 jam lalu

REWE Hentikan Kontrak Sponsor Dampak Kontroversi Ban Lengan OneLove

REWE keluar dari sponsorship tim sepak bola nasional Jerman setelah ban lengan 'OneLove' gaduh.


Warga Qatar Memakai Ban Lengan Pro-Palestina saat Menonton Piala Dunia 2022

1 hari lalu

Warga Qatar Memakai Ban Lengan Pro-Palestina saat Menonton Piala Dunia 2022

Warga Qatar mengenakan ban lengan dengan desain syal keffiyeh hitam-putih yang identik dengan perjuangan Palestina.


Apa Saja Kontroversi Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022?

2 hari lalu

Apa Saja Kontroversi Qatar sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022?

Tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar disoroti karena berbagai kontroversi


Parlemen Rusia Setujui RUU anti-Propaganda LGBT

2 hari lalu

Parlemen Rusia Setujui RUU anti-Propaganda LGBT

Parlemen Rusia menyetujui undang-undang yang memperluas larangan mempromosikan "propaganda LGBT" , menunggu pengesahan Putin


Menteri Luar Negeri Inggris Bahas dengan Qatar Aturan Berpakaian di Piala Dunia 2022

3 hari lalu

Menteri Luar Negeri Inggris Bahas dengan Qatar Aturan Berpakaian di Piala Dunia 2022

Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly membahas soal perlakuan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 terhadap para tamu, khususnya cara berpakaian.


Profil Joe Lycett: Komedian yang Merobek Uang Jutaan Memprotes David Beckham Duta Piala Dunia Qatar

3 hari lalu

Profil Joe Lycett: Komedian yang Merobek Uang Jutaan Memprotes David Beckham Duta Piala Dunia Qatar

Joe Lycett merobek uang Rp185 juta reaksi protesnya kepada David Beckham duta Piala Dunia Qatar


Penonton Piala Dunia 2022 Salah Sangka Bendera Negara Bagian di Brasil Dikira Bendera LGBT

3 hari lalu

Penonton Piala Dunia 2022 Salah Sangka Bendera Negara Bagian di Brasil Dikira Bendera LGBT

Wartawan asal Brasil menceritakan ada penonton Piala Dunia 2022 yang salah sangka mengira bendera negara bagian di Brasil sebagai bendera LGBT


Takut Disanksi FIFA, 7 Negara Ini Batal Memakai Ban Kapten Pelangi di Piala Dunia 2022

4 hari lalu

Takut Disanksi FIFA, 7 Negara Ini Batal Memakai Ban Kapten Pelangi di Piala Dunia 2022

Tujuh negara peserta Piala Dunia 2022 Qatar akhirnya batal memakai ban kapten pelangi yang menunjukkan solidaritas kelompok minoritas LGBT usai mendapat ancaman sanksi FIFA.