Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kota Tua Jakarta Terus Berdandan, Anies Baswedan Pernah Ingin Ubah Namanya Jadi Batavia

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

image-gnews
Libur lebaran Idul Fitri 1443 H dimanfaatkan oleh warga untuk berekreasi di Kawasan Kota Tua, Jakarta Utara, Selasa, 3 Mei 2022. TEMPO/ Faisal Ramadhan
Libur lebaran Idul Fitri 1443 H dimanfaatkan oleh warga untuk berekreasi di Kawasan Kota Tua, Jakarta Utara, Selasa, 3 Mei 2022. TEMPO/ Faisal Ramadhan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -  Siang hari itu kala mentari tepat di atas kepala di kawasan Kota Tua Jakarta, namun tidak menghalangi sejumlah orang untuk tetap beraktivitas di bawah sengatan matahari yang membuat butiran keringat menggelincir dan tenggorokan dahaga.

Terlihat beberapa pekerja tekun memperindah trotoar di kawasan Kota Tua Jakarta. Sementara itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengawasi situasi dan pengunjung bergembira menikmati destinasi wisata itu.

Kota Tua memang sedang merias diri agar lebih cantik, nyaman, tertib, dan aman sehingga membuat pengunjung semakin antusias untuk berkunjung dan menikmati destinasi wisata di daerah Kota itu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) Imron mengatakan bahwa pihaknya menjalankan revitalisasi Kota Tua agar destinasi wisata tersebut menjadi nyaman bagi pengunjung.

Dalam melakukan revitalisasi, Pemkot Jakbar melakukan upaya penataan dan mempercantik trotoar atau pedestrian di kawasan Kota Tua. Pemkot Jakbar telah memerintahkan pihak terkait untuk melakukan perbaikan agar pedestrian Kota Tua menjadi rapih dan tertata termasuk merelokasi keberadaan pedagang kaki lima (PKL).

Saat ini menurut Imron, hal paling penting adalah terkait dengan penataan pedagang di Kota Tua, agar direlokasi ke lokasi binaan (Lokbin) Kota Intan.

Ke depannya Pemkot Jakbar berencana akan meramaikan lokbin tersebut dengan sejumlah kegiatan yang memberikan isyarat kepada pengunjung dengan menyediakan wisata kuliner dan belanja untuk membeli cenderamata.

Pemkot Jakbar juga berencana untuk menggelar kegiatan budaya, musik, hiburan dan seni supaya bisa digelar di lokbin sehingga paling tidak untuk menarik para pengunjung di sana untuk berkunjung ke Lokbin Kota Intan.

Pemkot Jakbar bersama perangkat melakukan kajian rekayasa lalu lintas supaya lalu lintas pengunjung ke Kota Tua diarahkan untuk melewati Lokbin Kota Intan. Tujuannya agar pengunjung Kota Tua bisa melintasi atau bahkan berkunjung dan berbelanja di lokasi tersebut.

Infrastruktur Lokbin Kota Intan juga akan dirapikan seperti penyediaan toilet, mushola dan pemisahan wastafel dengan tempat cuci piring, pemasangan kipas supaya terlihat lebih bagus dan menambah kenyamanan bagi pengunjung kota tua.

Selain itu penataan ini juga bertujuan agar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berjualan di Lokbin Kota Intan bisa mematuhi aturan yang ada. Pemkot Jakbar juga akan memasang penerangan lampu-lampu jalan.

Pemkot Jakbar juga meminta Satpol PP untuk konsisten menjaga kawasan kota tua supaya PKL yang telah mendaftar untuk dipindahkan ke Lokbin Kota Intan agar tidak kembali berdagang di jalan.

Mengunjungi Lokbin Kota Intan

Pemkot Jakbar berupaya untuk mengarahkan pengunjung Kota Tua melintasi Lokbin Kota Intan. Ini terlihat dari rencana pemkot setempat melarang masyarakat memarkirkan kendaraan pribadi di kawasan objek wisata Kota Tua. Imron meminta setiap kendaraan pengunjung menuju Kota Tua untuk diarahkan ke area parkir di Lokasi Binaan Kota Intan.

Di samping itu Pemkot Jakbar juga mengarahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) parkir agar jam operasional parkir di area Lokbin Kota Intan tidak hanya sampai pukul 18.00 WIB. Pemkot mengimbau agar jam operasional parkir ditambah hingga pukul 23.00 WIB. Upaya revitalisasi Kota Tua akan dilakukan semaksimal mungkin supaya menjadi lebih baik lagi, membuat pengunjung merasa lebih nyaman, para pedagang juga mendapatkan kepastian lokasi berusaha, kondisi keamanan di sana juga akan lebih baik.

Saat ini Pemkot Jakbar fokus untuk mengarahkan dan menata para pedagang di sekitar Kota Tua ke lokbin Kota Intan, termasuk melihat dan mengkaji untuk memanfaatkan gedung-gedung di jalan yang bisa dimanfaatkan untuk penampungan para pedagang.

Upaya revitalisasi Kota Tua mendapatkan sambutan baik dari pengunjung dan penjaja jasa sewa sepeda ontel yang mendukung upaya ini karena telah membuat destinasi wisata ini lebih tertata serta rapi.

Muhammad Ayub, pengunjung Kota Tua, mengatakan hal menarik dari kawasan ini adalah keberadaan bangunan bersejarah yang khas. Dirinya mendukung dengan adanya revitalisasi agar Kota Tua lebih rapi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ayub melihat proses revitalisasi Kota Tua dalam kondisi lebih bagus, lebih rapih dan tidak kotor dibandingkan sebelum pembenahan dilaksanakan. Sementara itu pengunjung lainnya Nabila juga mendukung revitalisasi Kota Tua. Kota Tua menjadi destinasi wisata yang menawarkan ruang yang luas dan suasana sejuk, serta menjadi alternatif berlibur selain ke mal.

Nabila ingin kembali berkunjung ke kota tua setelah revitalisasi selesai karena kawasan kota tua akan menjadi lebih rapih dan nyaman bagi pengunjung.

Dukungan UMKM

Dukungan revitalisasi juga datang dari pedagang dan pelaku UMKM di Lokbin Kota Intan. Mereka mendukung penataan Kota Tua karena akan membuat Lokbin Kota Intan menjadi ramai dikunjungi pengunjung nantinya.

Rofiah, pelaku UMKM yang sudah berdagang sejak 2018, menuturkan bahwa Lokbin Kota Intan ramai didatangi pengunjung sebelum COVID-19. Setelah pandemi, kebanyakan pengunjung dengan bus pariwisata yang sering mendatangi lokbin tersebut.

Dirinya mendukung jika parkir pengunjung Kota Tua dikonsentrasikan di Lokbin Kota Intan karena akan berdampak meramaikan situasi di kawasan tersebut. Rofiah juga berharap agar parkir bus pariwisata bisa diperluas, selain parkir kendaraan lainnya mengingat pengunjung lokbin didominasi wisatawan yang menggunakan bus pariwisata. Dia juga sangat ingin lokbin kota intan diramaikan dengan berbagai kegiatan musik, hiburan, seni dan budaya karena dapat menarik minat pengunjung Kota Tua untuk berkunjung.

Hal senada juga disampaikan pelaku UMKM lainnya, Sahrial yang sudah berdagang sejak 2017. Lokbin Kota Intan biasanya diramaikan oleh para pengunjung yang menggunakan bus-bus pariwisata. Ada mahasiswa, pelajar, masyarakat umum dari Serang atau daerah-daerah di Jawa

Sahrial sangat mendukung jika kawasan Kota Tua disterilkan dari parkir kendaraan dan pedagang, dan kedua hal tersebut dikonsentrasikan di Lokbin Kota Intan karena akan membuat lokasi menjadi ramai pengunjung.

Dia juga berharap rencana lalu lintas pengunjung Kota Tua diarahkan ke Lokbin Kota Intan bisa terwujud karena tidak hanya akan membuat lokbin itu menjadi ramai namun dapat juga menghidupkan area tersebut.

Anies Baswedan ingin nama Batavia untuk sebut kawasan Kota Tua

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menyatakan tengah mengkaji usulan penggunaan nama Batavia untuk menyebut kawasan Kota Tua. Saat ini, kawasan tersebut tengah direvitalisasi oleh Pemprov DKI.

Menurut Anies, alasan penggantian nama itu karena kota tua sering kali digunakan di seluruh dunia sehingga tidak memunculkan keunikannya. "Tapi kalau Batavia cuma satu, sehingga kalau seluruh dunia dengar Batavia ya di sini tempatnya ini. Saya minta untuk dikaji," kata Anies dalam acara Pencanangan Hari Ulang Tahun atau HUT Jakarta ke-494 di Balai Kota Jakarta, Senin, 24 Mei 2021.

Kota Tua, kata Anies, harus menjadi titik yang unik karena titik ini yang memiliki sejarah, malahan ada juga harapan agar nama-nama tempat di Jakarta dikembalikan lagi seperti dahulu. "Sehingga orang tahu nama aslinya di tempat itu. Jadi nanti kita kaji. Mudah-mudahan ketika kajian keluar nanti kita punya branding unik di seluruh dunia," ucap Anies.

Kawasan Kota Tua selama ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jakarta. Berbagai cara pun dilakukan agar kawasan ini semakin menarik perhatian wisatawan. Salah satunya adalah melakukan revitalisasi kawasan itu. Anies mengatakan dalam revitalisasi yang dilakukan saat ini, pemerintah menggandeng BUMN dan swasta.

"Sekarang direncanakan jadi satu kawasan kolaborasi dengan membuat patungan. Ini nantinya memungkinkan seluruh sumber daya bekerja dengan arah yang sama, rencana induknya sama, eksekusinya sama dan akhirnya pegiat budaya bisa berkegiatan di situ juga. Kami ingin ruang ketiga ini, jadi ruang penuh cerita sejarah dan juga tempat munculnya kreativitas kontemporer," ucap dia.

Sebelumnya Gubernur Anies Baswedan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyaksikan penandatanganan dokumen perjanjian pendahuluan atau Head of Agreement antara PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board/JXB); PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC);dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Baca juga: Kaji Nama Batavia untuk Kota Tua, Anies Baswedan: Branding Unik di Dunia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Presiden PKS Jenguk Anies Baswedan yang Sempat Sakit usai Berlibur di Eropa

1 jam lalu

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Assegaf Aljufrie (tengah), Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berfoto bersama saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS 2019 di Jakarta, Kamis 14 November 2019. ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat/ama/aa.
Presiden PKS Jenguk Anies Baswedan yang Sempat Sakit usai Berlibur di Eropa

Presiden PKS menjenguk Anies Baswedan di kediamannya di Jakarta. PKS sebut pertemuan itu tak membahas soal Pilkada Jakarta.


Nasdem Siap Jika Anies Baswedan Lawan Ahok di Pilgub Jakarta

4 jam lalu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertawa bersama dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai hadiri acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Nasdem Siap Jika Anies Baswedan Lawan Ahok di Pilgub Jakarta

Nasdem belum meresmikan dukungan kepada Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.


Anies Pilkada Jakarta 2024: Lawan Tandingan hingga Pertimbangan Pendamping

1 hari lalu

Anies Baswedan di Kawasan Jakarta Selatan siang ini, Rabu, 19 Juni 2024. TEMPO/Septi Nadya
Anies Pilkada Jakarta 2024: Lawan Tandingan hingga Pertimbangan Pendamping

Tokoh yang bakal mendampingi Anies maju dalam Pilkada masih terus dipertimbangkan, termasuk peluang kandidat lawan untuk persaingan.


Elektabilitas Ahok Masih Tinggi di Jakarta, Said Abdullah PDIP Bilang Bisa Kalahkan Anies Baswedan

1 hari lalu

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat mengobrol saat usai acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Elektabilitas Ahok Masih Tinggi di Jakarta, Said Abdullah PDIP Bilang Bisa Kalahkan Anies Baswedan

Elektabilitas Ahok yang berada di peringkat kedua dalam survei Litbang Kompas.


Soal Peluang Bakal Cawagub Lain untuk Dampingi Anies di Pilgub Jakarta

2 hari lalu

Anies Baswedan. Foto: Instagram.
Soal Peluang Bakal Cawagub Lain untuk Dampingi Anies di Pilgub Jakarta

PKS telah menyodorkan kadernya sebagai bacawagub untuk mendampingi Anies di Pilgub Jakarta. Bagaimana dengan PKB dan PDIP?


Profil Sudirman Said, Eks Co-Captain Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang Ikut Seleksi Capim KPK

3 hari lalu

Juru Bicara bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan, Sudirman Said, saat ditemui di Sekretariat Perubahan, Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 18 Oktober 2023. TEMPO/Daniel A. Fajri
Profil Sudirman Said, Eks Co-Captain Anies Baswedan di Pilpres 2024 yang Ikut Seleksi Capim KPK

Apa alasan Sudirman Said memutuskan untuk mendaftar seleksi capim KPK? Lantas, apa harapan eks co-captain Anies Baswedan di Pilpres 2024 itu?


Tanggapan Sudirman Said Soal Daftar Capim KPK: Saya Akan Ikut Ambil Bagian

4 hari lalu

Sudirman Said. dok.TEMPO
Tanggapan Sudirman Said Soal Daftar Capim KPK: Saya Akan Ikut Ambil Bagian

Eks Menteri ESDM Sudirman Said buka suara soal dirinya didorong pegiat antikorupsi dan koalisi masyarakat sipil maju sebagai capim KPK.


Sekjen PAN Sebut KIM Berupaya Satu Suara di Pilgub Jakarta dan Jabar, Ini Alasannya

4 hari lalu

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno memberikan keterangan saat konferensi pers menjelang Rakernas ke-4 di DPP PAN, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2024. Rakernas 4 PAN yang diselenggarakan pada 29 Juni ini akan membahas tentang strategi partai termasuk evaluasi Pemilu dan pelaksanaan Pilkada di sejumlah wilayah, Selain itu PAN juga mengusung anak dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Zita Anjani menjadi kontestas Pilkada Jakarta 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Sekjen PAN Sebut KIM Berupaya Satu Suara di Pilgub Jakarta dan Jabar, Ini Alasannya

Parpol KIM masih menggelar survei akhir untuk menentukan nama-nama yang diusung pada Pilgub Jabar.


Deretan Komentar Projo Mengenai Pilkada 2024

5 hari lalu

Ketua Badan Pemenangan Pilpres Projo Panel Barus (tengah) menjawab pertanyaan awak media pada konferensi pers Rakernas VI Projo di Jakarta, Kamis (12/10/2023). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.
Deretan Komentar Projo Mengenai Pilkada 2024

DPP Projo menilai Ridwan Kamil masih menjadi lawan yang setimpal untuk Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024


Saat Projo Sebut Ridwan Kamil Lawan Sebanding bagi Anies Baswedan di Pilgub Jakarta

5 hari lalu

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengendarai motor vespa klasik saat meninggalkan kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 18 Januari 2023. Usai diumumkan bergabung menjadi kader Partai Golkar, Ridwan Kamil mengendarai motor vespa klasik meninggalkan kantor DPP Partai Golkar. TEMPO/M Taufan Rengganis
Saat Projo Sebut Ridwan Kamil Lawan Sebanding bagi Anies Baswedan di Pilgub Jakarta

Projo menilai Ridwan Kamil telah menunjukkan kinerja baik selama menjabat Gubernur Jawa Barat.