Pemilik Tanah Tempat Beras Bansos Dikubur Sebut 9 Tahun JNE Tak Pernah Izin Pakai Tanah

Warga berdiri di dekat lokasi penemuan barang diduga bansos presiden di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Minggu, 31 Juli 2022. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik tanah tempat beras bansos dikubur di Depok, yaitu Rudi Bin Haji Samin mengungkapkan, sudah 9 tahun pihak JNE tidak pernah membayar penggunaan lahannya itu. Bahkan JNE juga tidak minta izin menggunakan lahannya tersebut.     

Selain digunakan untuk mengubur bansos Presiden itu, kendaraan JNE sering terparkir sembarangan di lahannya.

Rudi mengatakan sudah 9 tahun, JNE menggunakan tanahnya tanpa izin dan bayar.   

"Pakai lahan tanah saya 9 tahun tidak pernah bayar, tidak pernah izin. Saya sudah somasi berkali-kali, Lima tahun lalu sudah saya somasi, kemarin pun juga sudah saya somasi, bayar tapi karena merasa kuat dibekingi oknum," kata Rudi saat diwawancara pada Rabu 3 Agustus 2022.

Tanah milik Rudi yang dipakai JNE sebagai tempat parkir dan mengubur beras bansos ini sekitar 6.000 meter persegi. Tanah ini pun terdaftar milik pribadi atas nama Rudi Bin Haji Muh. Samin.

Rudi juga menunjukkan hasil Keputusan Peninjauan Kembali (PK) 588 atas kepemilikan tanah tahun 2002 putus 2004 dan sudah dieksekusi pada tanggal 17 September 2013.  Berita acaranya berbunyi bahwa tanah sengketa sudah diserahkan secara resmi kepada pemohon eksekusi Rudi Bin Haji Muh. Samin selaku pemilik yang sah.

Rudi menambahkan sampai saat ini hasil PK itu tidak pernah dibatalkan oleh keputusan apapun, artinya bahwa tanah ini kepemilikannya sah miliknya. Menurut dia, ada juga keputusan PK 33 jo 37 perbuatan melawan hukum yang obyeknya orangnya, berbeda dengan PK dia dengan substansi kepemilikan tanah.

Rudi tidak tahu menahu soal temuan bansos dikubur di lahannya itu. Ia khawatir bakal terkena masalah karena temuan tersebut.

"Kalau ini barang milik negara tertulis barang ini milik BUMN dan Bulog kok rusak main ganti sendiri, ada SOP, saya saja pemilik tanah nggak tau dipendam di sini. 

Rudi menyatakan beras itu dipendam pada Juli 2021. Pada saat ditemukan, masih ada beras yang bagus. Beras yang ditemukan itu masih layak konsumsi. Selain beras pun juga ditemukan tepung terigu.

"Saat kita angkat masih bagus kok, ini beras kristal, bantuan di sini ada tulisan BUMN di bawahnya Bulog. Selain beras ada terigu saat kita angkat," kata Rudi.

Beras yang masih bagus dan layak makan langsung dibawa ke Polres Metro Depok. Beras tersebut  bukan untuk warga Depok melainkan untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Sumatera, Lampung, Bali, Maluku, dan Irian.

"Jadi jangan bilang warga Tirtajaya sini nanti kelaparan, RT setempat aja nggak tahu apalagi tingkat kelurahan juga tidak tahu," ujarnya.

Rudi menjelaskan pada karung beras bansos itu tertulis bukan sembako untuk warga Depok melainkan pada daerah di luar Jawa.

Baca juga: Beras Bansos Dikubur di Depok Rusak Karena Hujan Saat Diambil dari Gudang Bulog

 






Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur, Wakil Wali Kota Depok Harap Melampaui Donasi buat Palestina

8 jam lalu

Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur, Wakil Wali Kota Depok Harap Melampaui Donasi buat Palestina

Dana bantuan bagi korban gempa itu langsung disalurkan kepada Posko Depok Peduli Gempa Cianjur.


Dubes Belanda Ingin Rumah Cimanggis jadi Wisata Sejarah Belanda di Depok

1 hari lalu

Dubes Belanda Ingin Rumah Cimanggis jadi Wisata Sejarah Belanda di Depok

Dubes Lambert Grijns telah mengunjungi Rumah Cimanggis dengan didampingi Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono.


Muncul Petisi Tuntut Pemkot Depok Soal Polemik SDN Pondokcina 1, Diteken 578 Warganet

4 hari lalu

Muncul Petisi Tuntut Pemkot Depok Soal Polemik SDN Pondokcina 1, Diteken 578 Warganet

Petisi itu mengajak masyarakat turut peduli dengan SD negeri yang telah berdiri sejak tahun 1946 di Kelurahan Pondok Cina Depok tersebut.


SDN Pondok Cina 1 jadi Masjid, Wali Kota Depok: Clear, Anggaran Sudah Diteken

5 hari lalu

SDN Pondok Cina 1 jadi Masjid, Wali Kota Depok: Clear, Anggaran Sudah Diteken

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan rencana relokasi dan alih fungsi lahan SDN Pondok Cina 1 menjadi masjid sudah sesuai prosedur


Polemik SDN Pondok Cina 1, Orang Tua Curhat Sulitnya Ketemu Wali Kota Depok

5 hari lalu

Polemik SDN Pondok Cina 1, Orang Tua Curhat Sulitnya Ketemu Wali Kota Depok

Pemkot Depok ingin menggusur SDN Pondok Cina 1 demi membangun masjid di Jalan Margonda Raya


Alasan Relokasi SDN Pondokcina 1 Depok untuk Keselamatan, Ada 8 Sekolah Lain yang Rawan

6 hari lalu

Alasan Relokasi SDN Pondokcina 1 Depok untuk Keselamatan, Ada 8 Sekolah Lain yang Rawan

Ada 8 sekolah lain di Kota Depok yang juga berada di jalan protokol bahkan jalan lintas provinsi.


Gempa Cianjur, Wakil Wali Kota Depok Minta Warganya Ikut Membantu Korban

6 hari lalu

Gempa Cianjur, Wakil Wali Kota Depok Minta Warganya Ikut Membantu Korban

Masyarakat yang ingin turut membantu korban gempa Cianjur bisa menyalurkan bantuan melalui PMI dan Baznas Kota Depok.


Gempa Cianjur, ASN Panik Berhamburan Keluar dari Gedung Balai Kota

7 hari lalu

Gempa Cianjur, ASN Panik Berhamburan Keluar dari Gedung Balai Kota

Kepanikan mewarnai gedung Dibaleka II, Balai Kota Depok saat gempa Cianjur terjadi pada Senin siang 21 November 2022.


Daftar Jasa Pengiriman di Indonesia, Mana yang Lebih Cepat?

7 hari lalu

Daftar Jasa Pengiriman di Indonesia, Mana yang Lebih Cepat?

Berikut daftar jasa pengiriman barang atau layanan ekspedisi di Indonesia, mulai dari JNE, Tiki, Pos Indonesia hingga Anteraja.


Rekonstruksi Jalan Grand Depok City, Pemkot Anggarkan Rp15 Miliar

9 hari lalu

Rekonstruksi Jalan Grand Depok City, Pemkot Anggarkan Rp15 Miliar

Dinas PUPR Kota Depok melakukan rekonstruksi lanjutan Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) sepanjang 1,8 kilometer