Polda Metro Jaya Hentikan Kasus Temuan Bansos Dikubur di Depok

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis (tengah) dan Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar (kanan) saat melakukan pengecekan lokasi Bansos Presiden yang dikubur di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu, 3 Agustus 2022. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penyidikan dan pengecekan lokasi Bantuan Sosial Presiden berupa beras sebanyak 3,4 ton yang dikubur di sebuah lahan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menyampaikan penyelidikan kasus temuan beras bantuan sosial (bansos) dari Presiden yang ditemukan di Sukmajaya, Depok, dihentikan. Alasan dihentikannya kasus bansos dikubur di Depok ini adalah karena tidak menemukan unsur pidana pada temuan ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan yang dilakukan oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Polres Depok.

"Polda Metro Jaya langsung mengambil langkah ke lapangan dengan pengecekan dipimpin Dirkrimsus dan Polres Depok terhadap beras bantuan ini merupakan program pemerintah, bantuan dari Presiden untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek bantuan April sampai Desember 2020," kata Zulpan pada konferensi pers Kamis, 4 Agustus 2022.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Auliansyah Lubis mengungkapkan bahwa berdasar pada pemeriksaannya di TKP kemarin, pihaknya tidak menemukan unsur pidana pada kasus ini. Auliansyah pun mengungkapkan negara tidak dirugikan. "Iya, kasus dihentikan," kata Auliansyah.

Auliansyah mengungkapkan rusaknya beras ini dikarenakan pada saat diambil dari gudang di Jakarta Timur dan dibawa ke Depok terkena hujan. Jadi ketika akan diberikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) beras tersebut jadi tidak layak diberikan. Pihak JNE pun diungkapkan Auliansyah telah mengganti beras yang rusak tersebut. "Jadi saat dikirimkan ke KPM itu tidak layak, sehingga pihak JNE tidak berikan beras yang rusak itu, dan dia sudah mengganti," kata Auliansyah.

Mengenai status tanah, Auliansyah tidak  mengungkapkan secara detil mengenai orang yang jadi pemilik itu. Namun dalam hal ini JNE telah menyewa tanah itu untuk parkir kendaraan dan sebagainya. "Pemiliknya seseorang, namun tanah itu disewa JNE untuk operasional mereka, parkir dan sebagainya. Untuk saat ini JNE tanam di situ, karena dia merasa yang berhak karena dia sewa," kata Auliansyah.

Baca juga: Bansos Dikubur di Depok, Alasan Dirkrimsus Polda Metro Jaya Libatkan Ahli Usut Kasus






Polda Metro Rekonstruksi Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswa UI Hari Ini, Ingin Transparan

42 menit lalu

Polda Metro Rekonstruksi Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswa UI Hari Ini, Ingin Transparan

Pertemuan antara keluarga mahasiswa UI Mohammad Hasya Athallah Syahputra dan Kapolda Fadil Imran menghasilkan beberapa titik terang.


Datang di Polda Metro, Ibunda Mahasiswa UI: Alhamdulillah Diundang Bapak Jenderal Kapolda

13 jam lalu

Datang di Polda Metro, Ibunda Mahasiswa UI: Alhamdulillah Diundang Bapak Jenderal Kapolda

Ibunda mahasiswa UI, Mohammad Hasya Athallah Syaputra, Dwi Syafiera Putriingin, mendatangi Polda Metro Jaya


Tahan Kompol D karena Selingkuhi Penumpang Audi A6, Polda Metro: Ada Reward Ada Punishment

19 jam lalu

Tahan Kompol D karena Selingkuhi Penumpang Audi A6, Polda Metro: Ada Reward Ada Punishment

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko singgung insiden yang melibatkan Kompol D pada kecelakaan.


Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persengkokolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

19 jam lalu

Sengkarut Masalah Jakpro: Dugaan Persengkokolan Tender Revitalisasi TIM, Penggelembungan Bayar Pajak Tanah

PT Jakpro tengah diselimuti persoalan, mulai dari dugaan persengkokolan tender revitalisasi TIM hingga penggelembungan bayar pajak tanah.


Kata Sri Mulyani Soal Anggaran Pengentasan Kemiskinan Rp 500 Triliun Disebut Habis untuk Rapat

1 hari lalu

Kata Sri Mulyani Soal Anggaran Pengentasan Kemiskinan Rp 500 Triliun Disebut Habis untuk Rapat

Sri Mulyani buka suara tentang anggaran pengentasan kemiskinan Rp 500 triliun yang disebut-sebut habis untuk banyak rapat di hotel dan studi banding.


Bicara Kasus Mahasiswa UI Tewas, Kapolda Metro Minta Publik Pahami Dua Hal

1 hari lalu

Bicara Kasus Mahasiswa UI Tewas, Kapolda Metro Minta Publik Pahami Dua Hal

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meminta publik memahami dua hal mengenai hukum dalam menyikapi kematian mahasiswa UI Hasya Atallah Syahputra


Bentuk Tim Konsultasi dan Asistensi Kasus Mahasiswa UI Tewas, Kapolda Metro Jaya: Bukan TGPF

1 hari lalu

Bentuk Tim Konsultasi dan Asistensi Kasus Mahasiswa UI Tewas, Kapolda Metro Jaya: Bukan TGPF

Tim ini dibentuk setelah Polda Metro Jaya menerima banyak protes karena mahasiswa UI yang tewas itu ditetapkan sebagai tersangka.


Darmaningtyas Sebut Diksi Tertabrak dan Terlindas dalam Berita Kecelakaan Mahasiswa UI Kurang Tepat

1 hari lalu

Darmaningtyas Sebut Diksi Tertabrak dan Terlindas dalam Berita Kecelakaan Mahasiswa UI Kurang Tepat

Darmaningtyas menilai penggunaan diksi tertabrak dan terlindas pada kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI Hasya Atallah Syahputra dianggap kurang tepat.


Guru Besar Hukum Sebut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Kecelakaan Sudah Benar

1 hari lalu

Guru Besar Hukum Sebut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Kecelakaan Sudah Benar

Penetapan tersangka dalam kasus tabrakan menewaskan mahasiswa UI, Hasya Attalah Syaputra, hingga ditetapkan tersangka, sudah benar.


Kapolda Fadil Imran Putuskan Rekonstruksi Ulang Tabrakan yang Akibatkan Mahasiswa UI Tewas

1 hari lalu

Kapolda Fadil Imran Putuskan Rekonstruksi Ulang Tabrakan yang Akibatkan Mahasiswa UI Tewas

Fadil Imran, mengatakan akan melakukan rekonstruksi ulang kasus tabrakan yang menyebabkan mahasiswa UI meninggal.