Lama Tersimpan di Gudang, JNE Ungkap Alasan Beras Bansos yang Rusak Akhirnya Dikubur

Reporter

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis (tengah) dan Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar (kanan) saat melakukan pengecekan lokasi Bansos Presiden yang dikubur di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu, 3 Agustus 2022. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penyidikan dan pengecekan lokasi Bantuan Sosial Presiden berupa beras sebanyak 3,4 ton yang dikubur di sebuah lahan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan jasa ekspedisi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) punya alasan dan pertimbangan mengapa beras bansos yang rusak itu dikubur dan tidak dibuang begitu saja ke tempat sampah, misalnya. 

Karena itu, JNE menolak bila dituduh menimbun beras bansos presiden, yang mereka lakukan adalah mengubur beras-beras yang rusak di dalam tanah.   

Melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea mengatakan bahwa beras bantuan sosial Presiden RI atau beras Banpres tidak ditimbun, melainkan dikubur lantaran kondisi rusak.

"JNE tidak pernah timbun beras bantuan presiden. JNE membuang dengan cara mengubur beras yang rusak," ujar Hotman Paris dalam konferensi pers yang digelar Kamis kemarin, 4 Agustus 2022.

JNE menerima kontrak untuk membagikan beras bansos presiden sebanyak 6.199 ton untuk 11 kecamatan di Depok. Dari jumlah itu, sebanyak 3,4 ton rusak karena hujan pada saat pengambilan dari gudang. 

Beras yang rusak itu lalu dikubur di daerah Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.

Hotman mengatakan adapun beras penggantinya dipesan baru kepada PT SSI (Storesend Elogistics Indonesia) selaku rekanan pemerintah untuk menyalurkan bansos, kemudian dibagikan ke rakyat melalui kantong pribadi JNE sebagai perusahaan.

"Membeli dengan cara honor yang dipotong untuk mengganti beras yang rusak kemudian beras yang baru dibagikan ke rakyat," kata Hotman.

Ia menyebut beras yang rusak pada Mei 2020 sebanyak 3,4 ton tersebut sudah menjadi milik JNE kemudian disimpan lama di gudang selama 1,5 tahun, dan karena terlalu lama kondisinya semakin rusak akhirnya muncul inisiatif untuk menguburnya pada November 2021.

"Akhirnya ada ide, ya sudah dikubur saja. Kebetulan ada lahan yang penjaganya setuju," ucapnya.

Menurutnya, keputusan untuk menguburkan beras lantaran demi menjaga sensitivitas, mencegah beras disalahgunakan serta menimbulkan masalah karena kondisinya yang telah rusak.

"Apalagi itu karung itu kan ada logonya banpres, kalau kita buang sembarang tempat nanti sama orang diambil dibuang nanti kita yang dituduh membuangnya," katanya.

Ia menyebut penguburan beras bansos tersebut dilakukan di tanah kosong sedalam tiga meter dan telah meminta izin kepada penjaga lahan.

"Jadi kita memang minta izin ke pihak yang menjaga. Hanya untuk menguburkan tidak membeli menguasai, jadi ya kita tidak mengecek kepemilikan lagi karena kita tidak membeli," kata Hotman.

Baca juga: Ganti Beras Bansos yang Rusak, JNE Kehilangan Honor Rp 37 Juta






Hotman Paris Sempat Keracunan Obat, Bagaimana Pertolongan Pertama Jika Alami Hal Sama?

10 jam lalu

Hotman Paris Sempat Keracunan Obat, Bagaimana Pertolongan Pertama Jika Alami Hal Sama?

Pada Selasa, 9 Agustus 2022, Hotman Paris dilarikan ke UGD karena keracunan obat. Apa penyebab dan bagaimana pertolongan pertamanya?


Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

15 jam lalu

Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

Pemkot Depok akan membangun Depok Open Space sebagai wadak ekspresi anak-anak muda. Dibangun di depan Balai Kota tanpa pakai APBD.


Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

1 hari lalu

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

Jaringan internet milik PT Telkom Indonesia rusak akibat pembangunan underpass Dewi Sartika di Kota Depok.


ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

1 hari lalu

ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

ASN Depok ditahan karena memotong upah tenaga honorer dengan dalih buat bayar BPJS. Terungkap setelah viral poster minta tolong Jokowi.


3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

1 hari lalu

3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

Kuasa hukum 3 ustad dan 1 santri tersangka pencabulan santriwati berinisial P alias A di Depok mengaku belum berkomunikasi dengan pelapor:


Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

2 hari lalu

Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

Tim kuasa hukum P alias A, kakak kelas yang disebut terlibat kasus pencabulan santriwati di Depok menyatakan kliennya baru 15 tahun.


Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

2 hari lalu

Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi

Kuasa hukum santri P minta pemeriksaan kasus pencabulan santriwati di Depok dilakukan sesuai undang-undang tentang Pidana Anak.


Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

2 hari lalu

Kasus Pelecehan Seksual 11 Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Minta bantuan DPR

Sejak polisi menetapkan empat tersangka kasus pencabulan santriwati, baru satu yang diamankan sedangkan 3 tersangka lain masih bebas.


Fase Pengeboran Underpass Dewi Sartika, Ada Perubahan Rekayasa Lalu Lintas

2 hari lalu

Fase Pengeboran Underpass Dewi Sartika, Ada Perubahan Rekayasa Lalu Lintas

Pemerintah Kota Depok kembali mengubah rekayasa lalu lintas di sekitar area pembangunan underpass Dewi Sartika.


Resmi Ditahan, Komisioner KPU Jawa Barat Titik Nurhayati Ditempatkan di Rutan Sukamiskin

4 hari lalu

Resmi Ditahan, Komisioner KPU Jawa Barat Titik Nurhayati Ditempatkan di Rutan Sukamiskin

Penahanan mantan Ketua KPU Depok Titik Nurhayati di rutan khusus koruptor tersebut dilakukan sejak hari ini.