Bulan Imunisasi Anak Nasional, Puskesmas Cengkareng Kota Sasar 15.035 Balita

Kader posyandu mencatat jadwal imunisasi di Rorotan, Jakarta Tara, 18 Maret 2021. Sementara itu, menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat anak yang terinfeksi COVID-19 sebanyak 11,3 persen dari total kasus nasional per 1 Desember 2020. Jumlah kasus kematian anak akibat corona mencapai 21.237 jiwa dan dari jumlah tersebut, 0,9 persen merupakan anak berusia 0-5 tahin. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Puskesmas Kecamatan Cengkareng Kota menyasar 15.035 balita untuk mendapatkan imunisasi tambahan yang digelar selama sebulan, yaitu terhitung sejak 1 hingga 31 Agustus 2022.

“Sebanyak 15.035 balita mulai dari usia 9-59  bulan akan mendapatkan imunisasi tambahan Campak-Rubella dan imunisasi kejar seperti Polio hingga Dpt-Hb-Hib,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Cengkareng Kota Sulung Mulia Putra dalam keterangannya, Senin, 8 Agustus 2022.

Menurut Sulung, jumlah tersebut merupakan hasil dari pendataan yang dilakukan tim Puskesmas kelurahan yang bekerjasama dengan pihak kader Posyandu.

Dalam memperingati Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), ia berharap para orang tua yang belum mendapatkan imunisasi tambahan maupun imunisasi kejar, segera membawa anaknya ke Posyandu atau Puskesmas.

Adapun jumlah Posyandu untuk mendapatkan imunisasi, yaitu Cengkareng Barat (30 posyandu) Cengkareng Timur (24 posyandu) Rawa Buaya (16 posyandu), Duri Kosambi (29 posyandu), Kapuk (38 posyandu), dan Kedaung Kali Angke (15 posyandu).

Bulan Imunisasi Anak Nasional dilaksanakan untuk menghentikan transmisi virus Campak dan Rubela setempat (indigenous) di semua kabupaten/kota di wilayah Indonesia pada 2023 dan mendapatkan sertifikasi eliminasi Campak dan Rubela/CRS pada 2026dari SEARO.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk mempertahankan Indonesia bebas Polio dan mewujudkan eradikasi Polio global pada 2026, serta mengendalikan penyakit Difteri dan Pertusis di wilayah Kecamatan Cengkareng.

Kementerian Kesehatan RI mencatat selama pandemi Covid-19, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastic, sehingga terjadi kesenjangan imunitas. Jika, kesenjangan imunitas tidak segera dikejar, maka akan terjadi peningkatan kasus dan kejadian luar biasa (KLB) yang bisa menjadi beban ganda di tengah pandemi.

Dampak dari penurunan cakupan imunisasi dapat dilihat dari adanya peningkatan jumlah kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan terjadinya KLB PD3I seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah.

Ada sekira lebih dari 1,7 juta bayi di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Dari jumlah tersebut, ada lebih dari 600 ribu atau sekitar 37,5 persen bayi berasal dari wilayah Jawa dan Bali.

MUTIA YUANTISYA

Baca juga: 54.281 Bayi di Kota Bogor Ditargetkan Terima Vaksin Campak dan Rubella pada Bulan Imunisasi Anak Nasional






5 Manfaat Jalan Kaki Bagi Kesehatan Balita

13 jam lalu

5 Manfaat Jalan Kaki Bagi Kesehatan Balita

Mengajari balita jalan kaki memiliki banyak efek menguntungkan. Salah satunya muncul atau berkembangnya kesadaran berjalan dan sadar lingkungan.


Tersangka Penganiayaan Balita Hingga Tewas di Apartemen di Kalibata Ditangkap

2 hari lalu

Tersangka Penganiayaan Balita Hingga Tewas di Apartemen di Kalibata Ditangkap

Ibu balita melaporkan ke polisi saat anaknya tersebut sudah tak bernyawa di rumah sakit. Tersangka penganiayaan tak lain kekasih ibu balita itu.


Kemenkes Sebut Capaian Imunisasi Kejar di Luar Jawa-Bali Masih Rendah

4 hari lalu

Kemenkes Sebut Capaian Imunisasi Kejar di Luar Jawa-Bali Masih Rendah

Berdasarkan temuan, Provinsi di luar Jawa-Bali memiliki capaian imunisasi kejar yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah regional Jawa Bali.


Penyakit Campak pada Anak: Kenali Gejala dan Pencegahannya

5 hari lalu

Penyakit Campak pada Anak: Kenali Gejala dan Pencegahannya

Gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah tertular.


Inilah Dampak jika Anak Tidak Diimunisasi Lengkap dan Tepat Waktu

6 hari lalu

Inilah Dampak jika Anak Tidak Diimunisasi Lengkap dan Tepat Waktu

Anak yang tidak diberi imunisasi lengkap dan tepat waktu dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatannya.


Vaksin Booster Kedua Tersedia di Puskesmas, Jakarta Pusat Target 164.909 Lansia

6 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Tersedia di Puskesmas, Jakarta Pusat Target 164.909 Lansia

Jakarta Pusat menargetkan sebanyak 164.909 warga lanjut usia (lansia) dapat ikut serta pemberian vaksinasi COVID-19 penguat atau vaksin booster kedua.


Cara Memilih dan Menggunakan Car Seat untuk Anak

6 hari lalu

Cara Memilih dan Menggunakan Car Seat untuk Anak

Memilih dan menggunakan car seat perlu mempertimbangkan usia dan berat badan anak


4 Jenis Car Seat untuk Anak, Apa Saja Bedanya?

8 hari lalu

4 Jenis Car Seat untuk Anak, Apa Saja Bedanya?

American Academy of Pediatrics menyarankan anak di bawah 2 tahun harus menggunakan car seat saat berada di mobil


Manfaat Bayi Nyeker saat Belajar Berjalan

9 hari lalu

Manfaat Bayi Nyeker saat Belajar Berjalan

Belajar berjalan dapat dilakukan sedini mungkin.


Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

12 hari lalu

Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan vaksin booster untuk lansia 60 tahun ke atas sudah tersedia di Pusat Kesehatan Masyarakat.