Santri Tewas setelah Berkelahi Satu Lawan Satu, Ini Kata Pondok Pesantren

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

TEMPO.CO, Tangerang - Pondok Pesantren Daarul Qolam Jayanti Kabupaten Tangerang membantah telah lalai melakukan pengawasan setelah seorang santri tewas usai berkelahi. Santri berinisial BD, 15 tahun, tewas setelah terlibat perkelahian satu lawan satu dengan santri lain di Ponpes itu pada Ahad, 7 Agustus 2022. 

"Kami tidak tahu ada perkelahian itu karena sama sekali tidak ada laporan dari para santri," ujar Ikhsa Islah, guru Ponpes Daarul Qolam saat dihubungi Tempo, Senin 8 Agustus 2022. 

Ikhsa baru menerima laporan dari santri ketika kondisi BD sudah terkulai lemas di kamar. "Saat itu saya orang yang pertama kali menerima laporan, langsung membawa BD ke klinik terdekat," ujarnya. 

Ikhsa mengungkapkan, peristiwa perkelahian antarsantri yang berujung BD meninggal benar-benar di luar dugaan. Ponpes Daarul Qolam, kata dia, akan bertanggungjawab sepenuhnya.

"Kami telah bertemu dengan keluarga BD dan mempertemukan dengan pelaku, apapun yang dibutuhkan keluarga korban akan kami fasilitasi," ujarnya. 

Selain itu, santri yang berkelahi dengan BD saat ini sudah ditangkap polisi dan ditahan di Polsek Cisoka. 

Wahyudi, ayah BD, menyatakan kecewa atas kasus yang menyebabkan putranya meninggal itu. "Karena Ponpes telah lalai dalam melakukan pengawasan," ujarnya saat dihubungi Tempo. 

Sebagai orang tua, dia memasukan anaknya ke ponpes itu karena percaya jika anaknya akan dijaga dan diawasi dengan baik. "Tapi adanya insiden ini menunjukkan Ponpes tidak melakukan pengawasan dengan baik dan lalai," kata Wahyudi. 

Semestinya, pengasuh ponpes melakukan pengecekan dan pemeriksaan ketika BD tidak masuk kelas pada hari itu. "Ditanya, dicek dan dilihat kenapa santrinya tidak masuk. Ini dibiarkan saja dan diketahui sudah meninggal," ucapnya. 

Wahyudi mengatakan dihubungi pihak Pesantren pada Ahad 7 Agustus, pukul 14.00. Sesampainya di pesantren, dia diberitahu jika anaknya sudah tidak bernyawa.

"Pihak ponpes memberitahu jika anak saya sudah tak bernyawa, di sana saya dipertemukan dengan pelaku, pelaku mengakui jika sempat berkelahi dengan anak saya," kata Wahyudi. 

Meski kecewa dengan pihak Ponpes, Wahyudi mengatakan tidak akan menuntut ponpes. "Tapi saya meminta agar pihak Ponpes melakukan evaluasi pengawasan terhadap santri agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi," ucapnya. 

Dugaan penganiayaan ini terjadi pada Ahad, 7 Agustus 2022. Menurut Kapolsek Cisoka Ajun Komisaris Nurokhman, pihak Pondok Pesantren tidak melaporkan korban tewas usai perkelahian dengan santri lain. " Minggu 7 Agustus 2022 jam 17.00, Polsek Cisoka mendapatkan informasi dari pihak RSUD Balaraja bahwa ada korban meninggal," kata Nurokhman. 

JONIANSYAH HARDJONO

Baca juga: Kronologi Santri Tewas setelah Berkelahi Satu Lawan Satu, Bermula dari Kena Daun Pintu






Polisi Sebut tidak Ada Dendam di Kasus Pelatih Panjat Tebing DKI Dikeroyok Atletnya

13 jam lalu

Polisi Sebut tidak Ada Dendam di Kasus Pelatih Panjat Tebing DKI Dikeroyok Atletnya

Pengeroyokan pelatih panjat tebing diduga karena atletnya tersinggung.


Gus Muhaimin Minta Pemerintah Perbaiki Ponpes Terdampak Gempa Cianjur

14 jam lalu

Gus Muhaimin Minta Pemerintah Perbaiki Ponpes Terdampak Gempa Cianjur

Seluruh pondok pesantren terdampak gempa saat ini diliburkan. Banyak bagian bangunan yang rusak.


Viral Pemukulan Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta, Korban Lapor Polisi

3 hari lalu

Viral Pemukulan Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta, Korban Lapor Polisi

Pelatih panjat tebing itu telah melaporkan kasus pemukulan yang diduga dilakukan atlet anak didiknya tersebut ke Polsek Cakung.


Cerita Paman Korban Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya di Apartemen Kalibata

3 hari lalu

Cerita Paman Korban Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya di Apartemen Kalibata

Pada tubuh balita tewas dianiaya ditemukan beberapa luka lebam, di antaranya di pinggang, paha dan mulut yang bernanah.


Tersangka Penganiayaan Balita Hingga Tewas di Apartemen di Kalibata Ditangkap

3 hari lalu

Tersangka Penganiayaan Balita Hingga Tewas di Apartemen di Kalibata Ditangkap

Ibu balita melaporkan ke polisi saat anaknya tersebut sudah tak bernyawa di rumah sakit. Tersangka penganiayaan tak lain kekasih ibu balita itu.


Imam Masjid di Bekasi Mendadak Diserang saat Pimpin Salat, Pelaku Diduga Depresi

6 hari lalu

Imam Masjid di Bekasi Mendadak Diserang saat Pimpin Salat, Pelaku Diduga Depresi

Seorang imam masjid di Pondok Gede, Bekasi, didorong dan nyaris dipukul oleh seorang pria yang menjadi makmumnya


Tersangka Penganiayaan 3 Bocah di Musala di Tebet Ditahan, Kesal Anaknya Dipukuli

12 hari lalu

Tersangka Penganiayaan 3 Bocah di Musala di Tebet Ditahan, Kesal Anaknya Dipukuli

AKP Nurma Dewi mengatakan pihaknya telah menetapkan F, 51 tahun sebagai tersangka penganiayaan 3 bocah di musala kawasan Tebet, Jakarta Selatan.


Hari Ini 14 Tahun Kota Tangerang Selatan, Begini Awal Penetapannya dan Airin Wali Kota Pertama

12 hari lalu

Hari Ini 14 Tahun Kota Tangerang Selatan, Begini Awal Penetapannya dan Airin Wali Kota Pertama

Pada 26 November 2008, Kota Tangerang Selatan resmi dibentuk dan disahkan DPR RI. Begini pembentukannya dan letak geografisnya.


Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

13 hari lalu

Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

Akibat penganiayaan itu, 6 orang karyawan mengalami luka-luka. Dua di antaranya perempuan yang merupakan kasir.


Akibat Gempa Cianjur Puluhan Sekolah SD sampai SMA Rusak Berat di Cianjur dan Sukabumi

14 hari lalu

Akibat Gempa Cianjur Puluhan Sekolah SD sampai SMA Rusak Berat di Cianjur dan Sukabumi

Gempa Cianjur yang dahsyat itu membuat puluhan sekolah dari SD hingga SMA rusak berat. Siswa banyak terluka dan trauma.