Kantor Pertanahan Jakut Buka Layanan Sabtu-Minggu, Warga Bisa Urus Sertifikat Tanah Sendiri

Reporter

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto berbincang dengan warga saat meninjau pelayanan kepengurusan pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu, 22 Juni 2022. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

TEMPO.CO, Jakarta -  Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menyatakan masyarakat Jakarta Utara bisa mengurus sendiri sertifikat tanahnya ke Kantor Pertanahan (Kantah) pada hari Sabtu dan Minggu pukul 08.00-12.00 WIB.

"Sabtu dan Minggu kami memberikan pelayanan dari jam delapan sampai 12 untuk masyarakat yang mengurus sendiri. Ini harus sampai kepada masyarakat bahwa Kantor Pertanahan siap melayani masyarakat," kata Hadi seperti dikutip dari Antara, 2 Agustus 2022.

Pelayanan Tanah Akhir Pekan atau  disingkat Pelataran itu melengkapi pelayanan loket prioritas yang sudah ada di seluruh Kantor Pertanahan, termasuk di Kota Jakarta Utara, yang beroperasi dari hari Senin sampai Jumat.

"Sekarang, apabila ingin bertransaksi menggunakan sertifikat, diurus langsung ke Kantor Pertanahan setempat dan tidak perlu melalui perantara. Seperti ingin meningkatkan hak, diurus langsung," kata Hadi usai menyerahkan 13 sertifikat tanah kepada masyarakat Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dari pintu ke pintu pada Selasa.

Penyerahan sertifikat secara langsung itu didampingi sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta Dwi Budi Martono serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Jakarta Utara Taufik Suroso.

Seraya menyerahkan sertipikat kepada masyarakat, Menteri ATR/Kepala BPN memastikan proses pengurusan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) berjalan baik dan lancar.

"Saya takut hanya beberapa masyarakat saja yang mengatakan lancar, tapi yang di gang-gang kecil ini dipersulit. Setelah saya berkomunikasi langsung, mereka tidak dipersulit, semua lancar, tidak ada masalah," ujar Hadi.

Dengan turun langsung ke lapangan, Menteri ATR/Kepala BPN juga melihat situasi dengan nyata bahwa masyarakat sangat membutuhkan sertipikat tanah bagi kepastian hukum hak atas tanahnya. Selain itu, ia juga dapat mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

Karena itu, mantan Panglima TNI itu terus berkomitmen untuk mendaftarkan seluruh bidang tanah, harus terdaftar dan memberikan sertifikat kepada masyarakat.

"Ini menjadi jalan keluar supaya saya tidak hanya melihat di atas meja saja," katanya.

Dia ingin memantau di lapangan karena masyarakat juga butuh mendapatkan kepastian agar rasa keadilan bagi masyarakat. "Kemudian adalah hak atas masyarakat kepastian hukum khususnya itu jelas, masyarakat pun senang," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Nuraini, salah satu warga Semper Barat yang menerima sertifikat tanah langsung dari Menteri ATR/Kepala BPN mengaku sempat terkendala dalam pengurusan sertipikat. Ketika ditelusuri, ternyata memang ada kekurangan dalam melengkapi dokumen.

"Alhamdulillah semua berjalan lancar. Terima kasih kepada semua, BPN, Pak Lurah, khususnya Pak Menteri, terima kasih banyak," kata Nura.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Terima 1.773 Aduan, Paling Banyak Soal Pendaftaran Tanah






Kronologi Mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan Ditemukan Meninggal di dalam Mobil

2 hari lalu

Kronologi Mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan Ditemukan Meninggal di dalam Mobil

Mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan meninggal hari ini. Tubuhnya ditemukan tak bernyawa di dalam mobil di parkiran Hotel Bidakara.


Penyebab Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Masih Belum Diketahui, Ditemukan di Dalam Mobil

2 hari lalu

Penyebab Ferry Mursyidan Baldan Meninggal Masih Belum Diketahui, Ditemukan di Dalam Mobil

Penyebab meninggalnya Ferry Mursyidan Baldan masih belum diketahui. Dia ditemukan di dalam mobil di basement Hotel Bidakara.


Profil Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Menteri Agraria yang Meninggal Dunia Siang Ini

2 hari lalu

Profil Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Menteri Agraria yang Meninggal Dunia Siang Ini

Ferry Mursyidan Baldan sempat menjabat sejumlah jabatan politik. Dari Ketua Umum PB HMI hingga Menteri ATR.


Politikus Senior Ferry Mursyidan Baldan Meninggal

2 hari lalu

Politikus Senior Ferry Mursyidan Baldan Meninggal

Politikus Senior Ferry Mursyidan Baldan meninggal dunia. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di kawasan Slipi, Jakarta Barat.


Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

3 hari lalu

Perintah Jokowi ke Menteri ATR/BPN: Jangan Beri Ampun Mafia Tanah

Jokowi menyebut Hadi merupakan mantan Panglima TNI, sehingga ia berharap ada ketegasan terhadap para mafia tanah sehingga masyarakat merasa aman.


Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

3 hari lalu

Jokowi Klaim Selesaikan Konflik Pertanahan Suku Anak Dalam yang Sudah Berjalan 35 Tahun

Jokowi menyebut persoalan suku yang berdiam di hutan Jambi itu bisa selesai karena Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto turun ke lapangan.


Warga Kampung Susun Bayam Temui Heru Budi Hartono Besok agar Bisa Segera Menghuni

4 hari lalu

Warga Kampung Susun Bayam Temui Heru Budi Hartono Besok agar Bisa Segera Menghuni

Gugun Muhammad mengatakan warga Kampung Susun Bayam akan menyambangi Balai Kota DKI Jakarta untuk menemui Heru Budi Hartono, besok.


Siang Tadi Banjir Rob Rendam 1 Jalan dan 5 RT di Jakarta Utara

8 hari lalu

Siang Tadi Banjir Rob Rendam 1 Jalan dan 5 RT di Jakarta Utara

BPBD DKI menyatakan pasang air laut menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.


Polusi Debu Batu Bara di Marunda Muncul Lagi, Dinas LH DKI: Masih Diinvestigasi

9 hari lalu

Polusi Debu Batu Bara di Marunda Muncul Lagi, Dinas LH DKI: Masih Diinvestigasi

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta belum bisa memastikan penyebab polusi debu batu bara di Marunda, Jakarta Utara, kembali terjadi.


Residu Proyek JIS Anies Baswedan, Warga Kampung Susun Bayam Belum Sepakat dengan Jakpro

10 hari lalu

Residu Proyek JIS Anies Baswedan, Warga Kampung Susun Bayam Belum Sepakat dengan Jakpro

Asep Suwanda, warga Kampung Susun Bayam mengatakan belum ada kesepakatan dengan Jakpro mengenai kapan warga bisa menempati rusun KSB.