PAM Jaya Butuh Pasokan Air Baku 11.150 Liter per Detik untuk Raih Target 2030

Sejumlah warga Muara Angke membawa jerigen saat melakukan aksi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Februari 2022. Para warga yang datang dari blok Limbah, blok Eceng dan blok Empang RW 022 Muara Angke ini menggelar aksi terkait krisis air bersih yang melanda di pemukiman mereka. Selain meminta layanan air bersih, mereka juga meminta agar PAM Jaya melakukan pelayanan suplai air minum menggunakan kios air sementara untuk warga sebanyak 293.208 liter per hari, dan pemberlakuan tarif air sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 57 tahun 2021 yaitu seharga Rp. 1.575,-/ meter kubik. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) adalah upaya untuk meraih target layanan 100 persen warga Jakarta  pada 2030. Hak itu disampaikan Arief dalam diskusi daring rencana pengembangan SPAM di Jakarta.

Dengan pelayanan pipa air minum, Arief mengatakan lingkungan serta kesehatan warga Jakarta akan mengalami peningkatan. "Menurut penelitian 2018, sekitar 45 persen wilayah Jakarta memiliki air tanah dengan kualitas kritis hingga rusak,” kata Arief seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin 8 Agustus 2022.

Jaringan pipanisasi dapat menekan eksploitasi air tanah yang berdampak pada kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga potensi bencana lingkungan. BIla eksploitasi tak segera dihentikan, 90 persen wilayah di Jakarta, terutama kawasan utara, diprediksi akan tenggelam pada 2050 karena permukaan tanah semakin turun.

"Tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta tenggelam karena budaya atau penggunaan air yang tidak segera diselesaikan," ujarnya. 

Untuk mempercepat pengembangan SPAM, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan nota kesepahaman antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta PAM Jaya sudah diteken.

Nota kesepahaman itu menjadi dasar Pergub Nomor 7/2022 tentang penugasan kepada PAM Jaya untuk melakukan percepatan peningkatan cakupan layanan air minum di Jakarta.

Afan mengatakan pelayanan PAM Jaya baru menjangkau 64 persen. "Sementara target cakupan pelayanan adalah 100 persen pada 2030. Maka, program pengembangan SPAM di Jakarta sangat dibutuhkan,” ujar Afan.

Konsultan PAM Jaya Noviyan Halim memaparkan, untuk mencapai peningkatan cakupan layanan 36 persen, BUMD DKI itu perlu pasokan air baku 11.150 liter per detik. Kebutuhan air baku itu dapat dipenuhi dengan pengembangan SPAM lewat SPAM Karian Serpong yang memiliki kapasitas 3.200 liter per detik (lpd) dan SPAM Ciliwung 200 lpd. 

PAM Jaya juga akan mengembangkan SPAM dari SPAM Pesanggrahan 750 lpd, SPAM Jatiluhur I 4.000 lpd, SPAM Buaran 3 3.000 lpd dan SPAM Ir H Djuanda/Jatiluhur II 2.054 lpd.

Baca juga:  Penyediaan Air Bersih, PAM Jaya Baru Menjangkau 64 Persen Warga Jakarta






Aktivis Valencia Mieke Randa Pilih Air Minum dengan Kemasan Galon yang Aman

2 hari lalu

Aktivis Valencia Mieke Randa Pilih Air Minum dengan Kemasan Galon yang Aman

Demi kesehatan keluarga, para ibu pasti sangat berharap air mineral galon yang dikonsumsi terjamin sterilitasnya


Kandungan BPA di Kemasan Kaleng Dinilai Lebih Mengkhawatirkan Daripada di Galon

5 hari lalu

Kandungan BPA di Kemasan Kaleng Dinilai Lebih Mengkhawatirkan Daripada di Galon

Ternyata kandungan BPA dalam kemasan kaleng lebih mengkhawatirkan dibanding di galon.


Kementerian PUPR Bangun Jaringan SPAM di Lombok, Nilai Proyek Rp 30,8 Miliar

6 hari lalu

Kementerian PUPR Bangun Jaringan SPAM di Lombok, Nilai Proyek Rp 30,8 Miliar

Pekerjaan SPAM di Lombok dilaksanakan selama 360 hari kalender. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp 30,8 miliar.


Pesan Pakar Nutrisi tentang Pentingnya Gizi Seimbang dan Hidrasi Tubuh

7 hari lalu

Pesan Pakar Nutrisi tentang Pentingnya Gizi Seimbang dan Hidrasi Tubuh

Penuhi selalu hidrasi tubuh dengan memilih makanan dengan gizi seimbang dan cukupi konsumsi air minum agar tubuh tak kekurangan cairan.


PAM Jaya Dapat PMD 2023 Senilai Rp 324,6 Miliar, Demi Kedaulatan Air Cakupan 100 %

7 hari lalu

PAM Jaya Dapat PMD 2023 Senilai Rp 324,6 Miliar, Demi Kedaulatan Air Cakupan 100 %

PAM Jaya memperoleh persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta tentang Penyertaan Modal Daerah 2023 senilai Rp 324,6 miliar.


Produsen Air Minum ALTO Tutup Pabrik di Sukabumi dan PHK 145 Karyawan

9 hari lalu

Produsen Air Minum ALTO Tutup Pabrik di Sukabumi dan PHK 145 Karyawan

Selain menutup pabrik, produsen air minum ALTO juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 145 karyawannya.


Pakar UI: Bisnis Air Minum tidak Sehat

11 hari lalu

Pakar UI: Bisnis Air Minum tidak Sehat

Konsumen yang sudah beli galon bekas pakai bakal terikat dan bergantung


Aetra dan Palyja Putus Kontrak 31 Januari 2023, PAM Jaya: 90 % Eks Karyawan Gabung Kami

15 hari lalu

Aetra dan Palyja Putus Kontrak 31 Januari 2023, PAM Jaya: 90 % Eks Karyawan Gabung Kami

PAM Jaya memastikan menampung sebanyak 90 persen eks karyawan Aetra dan Palyja menyusul berakhirnya kerja sama dengan kedua mitranya itu.


Sumur Resapan Dilanjutkan Heru Budi, tapi Bukan untuk Penanggulangan Banjir

17 hari lalu

Sumur Resapan Dilanjutkan Heru Budi, tapi Bukan untuk Penanggulangan Banjir

Pada era Anies Baswedan, sumur resapan menjadi andalan untuk mengatasi banjir.


Swastanisasi Berakhir, PAM Jaya Bangun Dua Instalasi Pengolahan Air Rp 324 Miliar

18 hari lalu

Swastanisasi Berakhir, PAM Jaya Bangun Dua Instalasi Pengolahan Air Rp 324 Miliar

PAM Jaya akan membangun dua instalasi pengolahan air senilai Rp 324 miliar setelah kerja sama dengan Palyja dan Aetra berakhir.