Rumah Tertutup Tembok Tetangga dan Ratapan Orang Batak Atas Kematian Brigadir J Jadi Top 3 Metro

Reporter

Pihak kepolisian melakukan mediasi terhadap dua keluarga berseteru soal akses jalan tertutup tembok di Pulogadung, Jakarta, Rabu 3 Agustus 2022. ANTARA/Yogi Rachman

1. Keluarga di Pulogadung yang Rumahnya Tertutup Tembok Tetangga Putuskan Pindah

Satu keluarga di Pulogadung yang rumahnya tertutup tembok yang dibangun oleh tetangganya, akhirnya memutuskan pindah rumah.  

Keputusan untuk pindah rumah itu, disampaikan oleh Camat Pulogadung, Syafrudin Chandra.  Menurut Syafrudin keputusan Keluarga Anisa, 40 tahun, untuk pindah rumah itu merupakan keputusan mereka  setelah melakukan mediasi, baik dengan pihak kepolisian hingga kecamatan tak kunjung menemui titik terang.

"Rencananya pindah tanggal 14 Agustus 2022," kata Syafrudin Chandra seperti dikutip dari Antara, 9 Agustus 2022.

Chandra menambahkan, keluarga Anisa rencananya akan pindah ke kawasan Cipinang Sodong, Kelurahan Cipinang. "Kalau yang di Pisangan Timur itu rumah mereka sendiri," ujar Chandra.

Sebelumnya Kepolisian Polsek Pulogadung sudah memediasi dengan memanggil kedua warga yang berseteru atas penutupan akses dengan tembok di Jalan Gading Raya, Kelurahan Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur. Penutupan itu terjadi pada Rabu, 3 Agustus 2022 lalu

Selengkapnya bisa dibaca di sini

2. Kematian Brigadir J, Budayawan: Pantas Diratapi Semua Orang Batak di Mana Pun

Budayawan Batak Saut Poltak Tambunan menilai kematian Brigadir J adalah kematian yang pantas diratapi oleh semua orang Batak di mana saja. 

Kejanggalan kematian Yosua terungkap ketika keluarga dilarang membuka peti jenazah. Padahal, membuka peti jenazah bagian dari tradisi Batak yang disebut dengan istilah Mangandung.

"Mangandung ini semacam ratapan terhadap orang yang meninggal dalam tradisi Batak. Mangandung ini menjadi bagian dari upacara kematian. Mangandung adalah untuk melepaskan semua beban orang yang ditinggal oleh jenazah sebelum dikubur," kata Poltak saat dihubungi pada Selasa 9 Agustus 2022. 

Ibu almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak (tengah) didampingi kerabatnya histeris saat mendatangi makam anaknya sebelum pelaksanaan autopsi ulang di Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu, 27 Juli 2022. Autopsi ulang yang berlangsung selama enam jam itu dilakukan atas permintaan keluarga dalam mencari keadilan dan pengungkapan kasus. ANTARA/Wahdi Septiawan

Poltak menjelaskan dalam tradisi Batak dikenal istilah Siboru puas siboru Bakkara, Molo dung puas sae ma soada mara yang berarti rasa sakit hati atau rasa amarah apa pun itu dilontarkan seketika lepas lalu tidak menjadi beban lagi. Secara psikologis, Mangandug adalah cara orang Batak untuk melepas kesedihan.

"Jadi kalau kesedihan tidak diandungkan atau dikeluarkan atau diratapkan bisa jadi tidak bisa lepas pada belakang hari bisa jadi penyakit itu," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini 

3. RSUD Harus Ganti Logo Jadi Rumah Sehat, Wagub DKI: Cuma Logo, Tidak Seberapa Anggarannya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Ibu Kota memiliki anggaran sendiri untuk membuat logo baru Rumah Sehat untuk Jakarta. 

"RSUD sudah punya pembiayaan sendiri dan bisa mengatasinya, yang penting sudah sesuai desain dan konsep," kata Riza Patria seperti dikutip dari Antara, Selasa, 9 Agustus 2022.

Logo Rumah Sehat Untuk Jakarta di RSUD Cengkareng. Foto: PPID Jakarta

Ia menyatakan anggaran untuk pembuatan logo jenama baru di 31 RSUD milik Pemprov DKI Jakarta tidak menggunakan APBD. "Itu kan cuma logo, tidak seberapa anggarannya. Bisa diatasi (dana RSUD)," imbuh Riza.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 562 tahun 2022 tentang Penjenamaan Rumah Sakit Daerah milik Pemprov DKI Jakarta pada 16 Juni 2022.

Baca selengkapnya di sini






Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

9 jam lalu

Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

Penguji Balistik Polri menyatakan menemukan 12 butir peluru dari 3 jenis yang berbeda di TKP pembunuhan Brigadir Yosua.


Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

12 jam lalu

Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

Agus Nur Patria mengumpat setelah ia dan Hendra Kurniawan sadar telah dibohongi Ferdy Sambo soal kematian Brigadir J.


Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

14 jam lalu

Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

Chuck Putranto mengatakan ia menyerahkan barang pribadi milik almarhum Brigadir J, termasuk uang tunai Rp 150 juta ke keluarga atas izin Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

14 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

Kaur Logistik Yanma Polri Lingganom Parasian bersaksi bahwa surat izin senjata api Yosua dan Eliezer dikeluarkan atas perintah Ferdy Sambo.


Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

15 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

Arif Rachman Arifin, mengatakan Ferdy Sambo meminta penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memeriksa Putri Candrawathi di rumah pribadi


Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

16 jam lalu

Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

Arif Rachman Arifin sempat disindir Ferdy Sambo karena tidak tahu-menahu soal peristiwa kematian Brigadir J


Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

17 jam lalu

Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

Susanto Haris mengira ada teroris ketika ia diperintah atasannya, Ferdy Sambo, untuk datang ke rumahnya bawa senjata laras panjang


Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

17 jam lalu

Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

Ferdy Sambo memarahi Arif Rachman Arifin karena melihat-lihat CCTV saat tiba di rumah dinasnya di Duren Tiga ketika olah TKP pembunuhan Brigadir J


Arif Rachman Mengaku Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Foto Hasil Autopsi Brigadir Yosua

19 jam lalu

Arif Rachman Mengaku Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Foto Hasil Autopsi Brigadir Yosua

Arif Rachman Arifin menceritakan kronologi dia diminta hapus foto hasil autopsi dan peti mati Bragadir Yosua oleh anak buah Ferdy Sambo.


Bareskrim Polri Panggil Lagi Ismail Bolong Besok

20 jam lalu

Bareskrim Polri Panggil Lagi Ismail Bolong Besok

Mabes Polri telah memanggil Ismail Bolong. Namun mantan anggota kepolisian berpangkat Ajun Inspektur Satu itu tidak datang.