3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum 3 ustad dan 1 santri senior tersangka pencabulan terhadap santriwati berinisial P alias A di Depok menyatakan belum berkomunikasi dengan pelapor, yaitu korban pencabulan karena masih menunggu hasil penyidikan dan menyakini kliennya melakukan tindakan itu. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan komunikasi.

"Selama ini kami belum menyakini bahwa klien melakukan tindakan tersebut, sehingga kami belum membuka komunikasi dengan pelapor (korban pencabulan). Nanti, mungkin pada saatnya," kata Iwan Setiawan kepada wartawan di depan Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Agustus 2022.

Iwan mengatakan dalam proses hukum, ada proses dipersi untuk melakukan komunikasi dengan pelapor. "Kami tahu bahwa sesuai UU ada namanya dipersi. Kalau memang sudah masuk tahap dipersi, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan komunikasi dengan pelapor," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum lainny, Bagus Zuhri menegaskan penanganan kasus hukum terhadap anak berbeda dengan proses hukum orang dewasa. Oleh kerena itu, dipersi tidak bisa dilakukan secara sembarang.

"Untuk diketahui, terhadap proses kasus untuk anak di bawah umur berbeda dengan proses hukum orang dewasa, salah satu tahapannya itu, ada namanya proses dipersi atau kurag lebih sama dengan perdamaian," kata Bagus.

Dipersi bisa dilakukan, ujar dia, bisa dilakukan setelah pihaknya menyakini posisi hukum kliennya. "Kami sendiri menyakini klien kami tidak melakukan itu (pencabulan santriwati) tapi itu, kan belum bisa dibuktikan," ujarnya.

Komunikasi dengan pelapor, ujar dia, akan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan penjelasan atau hasil pemeriksaan terhadap P. "Arahnya seperti apa dan bergerak ke arah mana," katanya.

Dia menegaskan pihaknya tidak menghalangi, menghambat pemeriksaan tapi ingin menjaga hak anak yang menjadi kliennya yang diberikan UU untuk diperiksa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3 ustad dan 1 santri senior jadi tersangka

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan bahwa empat orang tersangka terdiri atas tiga ustad pondok pesantren dan seorang laki-laki yang merupakan santri senior.

Meski begitu, Zulpan belum menginformasikan adanya penangkapan dan penahanan terhadap empat orang tersangka itu.

Menurut Zulpan, penetapan tersangka ini telah dilakukan tim penyidik Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah gelar perkara. Hasil gelar perkara pun telah menetapkan status proses hukum pencabulan ini dari semula penyelidikan menjadi penyidikan.

Saat pengumuman tersangka, Zulpan belum membeberkan identitas para pelaku maupun pasal yang disangkakan.

Namun, dia mengatakan bahwa satu orang pelaku telah diketahui berperan menyetubuhi santriwati yang merupakan anak di bawah umur, dua orang lainnya melakukan pencabulan, dan satu orang yang merupakan santri putra senior menyetubuhi dan juga mencabuli santriwati itu.

Baca juga: Kasus Pencabulan Santriwati di Depok, Kuasa Hukum Santri P Sebut Kliennya Masih Saksi






Riza Patria: Usulan Pengaturan Jam Kerja Masih DIbahas

13 jam lalu

Riza Patria: Usulan Pengaturan Jam Kerja Masih DIbahas

Polda Metro Jaya mengusulkan ada pengaturan jam kerja karyawan di DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan


Lihat Lokasi Baru Kamera Tilang Elektronik, Ada 70 ETLE Terpasang

18 jam lalu

Lihat Lokasi Baru Kamera Tilang Elektronik, Ada 70 ETLE Terpasang

Polda Metro Jaya telah menambahkan kamera tilang elektronik atau ETLE (electronic traffic law enforcement) pada 2023 mendatang. Lihat lokasinya!


Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

22 jam lalu

Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka dua layanan SIM Keliling di dua titik DKI Jakarta, untuk memfasilitasi warga memperpanjang bukti legal berkendaraan itu.


Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

1 hari lalu

Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

Polda Metro Jaya menyiapkan pasukan khusus yang diberi nama Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna. Pasukan apa itu?


Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

1 hari lalu

Wakil Ketua DPRD Kota Depok yang Injak Sopir Truk Terancam Dipecat

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri menginjak sopir truk dan menghukumnya untuk push up


Hukum Supir Truk Berguling di Jalan, Anggota DPRD Depok Tajudin: Saya Emosi

2 hari lalu

Hukum Supir Truk Berguling di Jalan, Anggota DPRD Depok Tajudin: Saya Emosi

Wakil Ketua DPRD Depok Tajudin Tabri mengaku khilaf atas perlakuannya terhadap supir truk, setelah videonya viral.


Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

2 hari lalu

Viral Wakil Ketua DPRD Kota Depok Suruh Push Up Hingga Tendang Supir Truk

Wakil Ketua DPRD Kota Depok terekam melakukan perbuatan semena-mena terhadap seorang sopir truk.


Polisi Ingin Hapus Tilang Manual Tahun Ini, Tapi Terhambat Gara-gara Ini

2 hari lalu

Polisi Ingin Hapus Tilang Manual Tahun Ini, Tapi Terhambat Gara-gara Ini

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana untuk menghapuskan tilang manual di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).


Kapolda Metro Fadil Imran Tunjuk 11 Kapolsek Baru

2 hari lalu

Kapolda Metro Fadil Imran Tunjuk 11 Kapolsek Baru

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menunjuk 11 Kapolsek baru. Kapolsek Penjaringan Kompol Ratna Quratul Ainy jabat Kasubdit Renakta Direskrimum.


Johnny Depp Pacaran dengan Pengacaranya dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

2 hari lalu

Johnny Depp Pacaran dengan Pengacaranya dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

Johnny Depp disebutkan berpacaran dengan pengacaranya, Joelle Rich yang tinggal di London namun tidak serius.