Gagal Panen, 9 Kelompok Tani Kabupaten Bogor Ajukan Klaim Asuransi Rp 442 Juta

Sejumlah warga mengevakuasi material bangunan yang terbawa arus banjir bandang di Desa Purasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 23 Juni 2022. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan sebanyak 602 Kepala Keluarga (KK) atau 2.407 jiwa terdampak banjir bandang yang disebabkan meluapnya Sungai Cisarua. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Cibinong - Sembilan kelompok tani di Kabupaten Bogor mengajukan klaim asuransi Rp 442 juta karena mengalami gagal panen. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nurianty mengatakan klaim yang diajukan lewat program 
asuransi usaha tani padi (AUTP) itu telah dibayar oleh P
emerintah Kabupaten Bogor. 

Menurut Siti, pemerintah kabupaten mengalokasikan anggaran Rp 900 juta untuk program AUTP untuk tahun ini. "Kelompok tani itu mengajukan klaim akibat hama penyakit dan banjir bandang di Kabupaten Bogor," kata Siti di Cibinong, Bogor, Kamis, 11 Agustus 2022.

Dana pengganti kerugian gagal panen itu diharapkan bisa dipakai petani untuk mengantisipasi kegagalan pada musim tanam berikutnya.

"Penyerahan AUTP ini diharapkan dapat mengantisipasi kegagalan panen berikutnya dan memberikan ganti rugi bagi petani sehingga keberlangsungan usaha tani dapat terjamin," kata Siti.

Berdasarkan catatan Pemkab Bogor, petani di 40 kecamatan Kabupaten Bogor sanggup memproduksi padi 477.255 ton. Padi itu dipanen dari 37.658 hektar lahan dari total 174.369 hektar lahan pertanian wilayah tersebut.

Asuransi usaha tani adalah program sinergi dengan Kementerian Pertanian. Pada tahun 2021, Pemkab Bogor telah mengalokasikan dana Rp 900 juta untuk 25.000 hektar sawah di wilayahnya.

Pemerintah pusat juga menjalankan program serupa. Pada 2022, pemerintah pusat mengalokasikan target kepesertaan seluas 25.000 hektar dengan premi sebesar 80 persen dibayarkan melalui APBN.

"Kami mengalokasikan anggaran dari APBD, seluas 10.000 hektar dengan premi 20 persen," ujarnya.

Asuransi tani berguna untuk memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi bencana kekeringan atau banjir. Jika terjadi gagal panen, petani dapat melakukan klaim untuk mendapatkan dana pengganti.

Baca juga: 800 Hektar Sawah Kabupaten Bekasi Bakal Kekeringan, Butuh Antisipasi Gagal Panen






Tumbal Korban Janji Cuan Wanaartha

13 jam lalu

Tumbal Korban Janji Cuan Wanaartha

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan asuransi Wanaartha Life alias, Senin, 5 Desember 2022.


Klaim Asuransi Jasa Raharja Naik 24 Persen, Santunan Korban Meninggal Rp 2,37 T

18 jam lalu

Klaim Asuransi Jasa Raharja Naik 24 Persen, Santunan Korban Meninggal Rp 2,37 T

PT Jasa Raharja mencatat peningkatan pendapatan sebesar 8,11 persen pada kuartal III tahun 2022. Namun, beban klaim asuransi kecelakaan naik 24 persen.


Dosen ITB Ungkap Cara Bikin Hutan di Lahan Sawah Tadah Hujan

19 jam lalu

Dosen ITB Ungkap Cara Bikin Hutan di Lahan Sawah Tadah Hujan

Komunitas seni dan budaya Jatiwangi Art Factory tengah merintis pembuatan hutan baru dari lahan sawah tadah hujan di Majalengka, Jawa Barat.


Kecewa Kebijakan Impor Beras, Serikat Petani: Jawa Timur Panen Raya Pertengahan Januari 2023

1 hari lalu

Kecewa Kebijakan Impor Beras, Serikat Petani: Jawa Timur Panen Raya Pertengahan Januari 2023

Serikat Petani Indonesia atau SPI menyayangkan langkah pemerintah mengimpor 200 ribu ton beras bulan ini.


Aturan PAYDI Baru Pertegas Komitmen Customer Centric Prudential Indonesia

1 hari lalu

Aturan PAYDI Baru Pertegas Komitmen Customer Centric Prudential Indonesia

Prudential Indonesia memandang aturan baru PAYDI sebagai penyempurnaan dari kebijakan yang telah berlaku.


Antisipasi Resesi 2023, Erick Thohir: BUMN Siap jadi Pembeli Siaga Bahan Pokok

2 hari lalu

Antisipasi Resesi 2023, Erick Thohir: BUMN Siap jadi Pembeli Siaga Bahan Pokok

Erick Thohir menyatakan perusahaan-perusahaan pelat merah akan siaga membeli bahan pokok untuk menjaga stok dan kestabilan harga pangan pada 2023.


Nilai Tukar Petani Dikhawatirkan Anjlok Setelah Pemerintah Impor Beras

2 hari lalu

Nilai Tukar Petani Dikhawatirkan Anjlok Setelah Pemerintah Impor Beras

Serikat Petani Indonesia atau SPI menanggapi soal impor 200 ribu ton beras yang siap dilakukan pemerintah bulan ini.


Pemerintah Resmi Impor Beras 200 Ribu Ton, Bapanas: Hanya untuk Kegiatan Pemerintah

2 hari lalu

Pemerintah Resmi Impor Beras 200 Ribu Ton, Bapanas: Hanya untuk Kegiatan Pemerintah

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan impor beras dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cadangan beras pemerintah yang sudah tiris.


OJK Akan Telusuri Aset dan Harta Pribadi Pemegang Saham Pengendali Wanaartha Life

2 hari lalu

OJK Akan Telusuri Aset dan Harta Pribadi Pemegang Saham Pengendali Wanaartha Life

OJK akan menelusuri aset para pemegang saham pengendali PT Asuransi Jiwa Adisarana atau Wanaartha Life. Termasuk harta pribadinya.


Peserta Wanaartha Life Tercatat 100 Ribu, OJK: Tim Likuidasi Akan Verifikasi

2 hari lalu

Peserta Wanaartha Life Tercatat 100 Ribu, OJK: Tim Likuidasi Akan Verifikasi

OJK mencatat ada 28 ribu pemegang polis asuransi Wanaartha Life. Tetapi karena ada yang terdaftar berkelompok, jadi total sekitar 100 ribu peserta.