Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Survei ICRC: 73,6 Persen Puas Kinerja Anies Baswedan karena Pintar dan Ramah

image-gnews
Suasana salat Idul Adha 1443 H di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Ahad, 10 Juli 2022. Salat Idul Adha di JIS ini turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. TEMPO/Moh Khory Alfarizi
Suasana salat Idul Adha 1443 H di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Ahad, 10 Juli 2022. Salat Idul Adha di JIS ini turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. TEMPO/Moh Khory Alfarizi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ide Cipta Research & Consulting (ICRC) merilis survei soal lima tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dari survei itu, 73,6 persen responden merasa puas dengan kinerja Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria.

"Tingkat kepuasan publik terhadap Anies tinggi, di atas 70 persen," kata Direktur Eksekutif ICRC Hadi Suprapto Rusli saat merilis hasil surveinya di Hotel Harris fX Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Agustus 2022.

Ada sejumlah indikator kepuasan responden terhadap kinerja Anies. Alasan tertinggi kelima adalah kinerja bagus (26,5 persen), Jakarta lebih rapih (12,6 persen), banyak perubahan (12,6 persen), Anies orangnya pintar (10,4 persen), dan Anies orangnya ramah (9,7 persen).

Selain itu, pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) turut andil dalam penilaian kinerja Anies. Sebanyak 5,8 persen responden puas dengan kinerja Anies karena pembangunan stadion bertaraf internasional itu.

Hadi berujar 3,9 persen responden juga menganggap Anies beribawa. Kemudian alasan terendah puas terhadap kinerja Anies lantaran pemimpin beragama Islam (0,6 persen). 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia melanjutkan 14,1 persen responden tidak puas dengan kinerja Anies-Riza dan 12,4 persen lainnya menjawab tidak tahu. Alasan ketidakpuasan terhadap kinerja keduanya antara lain kinerja kurang bagus (28,6 persen), pembangunan tidak jelas (17persen), Jakarta tidak berubah (15,3 persen), janji kampanye tidak terpenuhi (13,6 persen), dan kerja mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap lebih bagus (10,2 persen). 

Selanjutnya karena Jakarta masih macet (3,4 persen), Jakarta masih banjir (1,7 persen), tidak menyukai Anies (1,7 persen), dan responden tidak tahu atau tidak menjawab (8,5 persen). "Ini repot, jadi mau diyakinkan pakai apapun tidak bisa. Dia (responden) sudah tidak suka pada dasarnya," ucap Hadi. 

Responden survei terdiri dari 800 orang yang tersebar di lima kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta. ICRC mengumpulkan data sepanjang 20-30 Juli 2022 via telepon oleh call center menggunakan kuesioner. Hadi memaparkan margin of error survei kurang lebih 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Pilpres 2024, Wagub DKI Dukung Prabowo Subianto Jadi Presiden Bukan Anies Baswedan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024, Ini Tanggapan PBNU, PP Muhammadiyah hingga Kadin

11 jam lalu

KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024, Ini Tanggapan PBNU, PP Muhammadiyah hingga Kadin

Reaksi PBNU, PP MUhammadiyah, Kadin Terhadap Penetapan Prabowo - Gibran Pemenang Pilpres 2024 oleh KPU


AHY Gambarkan Nasib Jakarta setelah IKN Beroperasi

12 jam lalu

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Tempo/Pribadi Wicaksono
AHY Gambarkan Nasib Jakarta setelah IKN Beroperasi

Menteri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan gambaran kondisi Jakarta setelah IKN beroperasi sebagai ibu kota negara.


Riwayat Jakarta dari Berstatus Ibu Kota Negara DKI Jakarta Kemudian Hanya Daerah Khusus Jakarta

16 jam lalu

Gedung bioskop Menteng di Jakarta, 1984. Dok. TEMPO/Nanang Baso
Riwayat Jakarta dari Berstatus Ibu Kota Negara DKI Jakarta Kemudian Hanya Daerah Khusus Jakarta

Sejak abad ke-16, Kota Jakarta telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan hingga secara resmi berubah menjadi DKI Jakarta, terakhir DKJ.


Apa Kabar Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024? Ini Komentar Mereka yang Dulu Berniat Mengusungnya

16 jam lalu

Suasana demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa, 5 Maret 2024. Aksi massa tersebut mengangkat isu wacana hak angket dugaan kecurangan Pemilu 2024. Tempo/Sultan
Apa Kabar Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024? Ini Komentar Mereka yang Dulu Berniat Mengusungnya

Apakah hak angket soal kecurangan Pemilu 2024 akan bergulir? Berikut pernyataan tokoh dan partai yang dulu getol akan mengusungnya.


NasDem-PKS Siap Bersatu Lagi di Pilkada, Kans Usung Anies Masih Dibahas

17 jam lalu

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu tiba di NasDem Tower bersama jajaran Partai NasDem dan PKS dalam konferensi pers usai pertemuan kedua partai di NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 24 April 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
NasDem-PKS Siap Bersatu Lagi di Pilkada, Kans Usung Anies Masih Dibahas

Ketua Umum NasDem Surya Paloh menegaskan partainya siap berkoalisi kembali dengan PKS di Pilkada Serentak 2024.


Kasak-kusuk Koalisi Setelah Putusan MK

1 hari lalu

Kasak-kusuk Koalisi Setelah Putusan MK

Ada lobi-lobi disertai pembagian jatah menteri di kabinet. Rencana koalisi PDIP disertai syarat tertentu.


Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

1 hari lalu

Kreator Konten, Galih Loss. Foto: Instagram.
Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

Kasus yang menjerat Galih Loss menambah daftar panjang kasus penistaan agama di Indonesia.


PKS Sambangi NasDem, Disambut Jajaran tanpa Surya Paloh

1 hari lalu

Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi saat ditemui usai pertemuan PKS dan NasDem pada Rabu, 24 April 2024 di NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. TEMPO/Adinda Jasmine
PKS Sambangi NasDem, Disambut Jajaran tanpa Surya Paloh

PKS menyambangi NasDem sehari usai putusan MK. Mereka disambut jajaran petinggi NasDem, namun Surya Paloh tak nampak hadir.


Ketua DPRD DKI Singgung Pemprov dalam Atasi Masalah Jakarta: Program Kurang Maksimal akan Saya Coret

1 hari lalu

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 10 April 2023. Prasetyo diperiksa sebagai saksi dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di kelurahan Pulo Gebang Kecamatan Cakung Jakarta Timur, tahun 2018-2019. TEMPO/Imam Sukamto
Ketua DPRD DKI Singgung Pemprov dalam Atasi Masalah Jakarta: Program Kurang Maksimal akan Saya Coret

DPRD DKI menyinggung program Pemprov DKI untuk mengatasi banjir dan kemacetan, salah satunya sumur resapan.


Pertemuan PKB dan NasDem tanpa PKS, Cak Imin: Koalisi Perubahan Lagi Cari Waktu

2 hari lalu

Mantan Cawapres nomor urut 01 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menggelar konferensi pers bersama Ketum NasDem Surya Paloh usai pertemuan keduanya terkait putusan MK. Pertemuan tersebut dilakukan di NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 23 April 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Pertemuan PKB dan NasDem tanpa PKS, Cak Imin: Koalisi Perubahan Lagi Cari Waktu

Elite PKB dan elite Partai NasDem menggelar pertemuan di NasDem Tower tanpa ada perwakilan PKS