Kapolri Singgung Soal Novum di Kasus KM50, Kuasa Hukum Laskar FPI Ungkap Adanya Motif Politik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pemaparan saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022. Rapat tersebut membahas kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap membuka kembali proses hukum kasus pembunuhan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta Cikampek. Pengusutan ulang kasus KM50 itu akan dilakukan bila ada novum atau bukti baru dalam kasus itu.

Pernyataan itu disampaikan Kapolri saat hadir dalam Rapat Komisi III DPR RI Rabu kemarin, 24 Agustus 2022. Rapat tersebut secara khusus membahas proses penyidikan terhadap kasus pembunuhan Brigadir J. 

Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dibunuh oleh atasannya sendiri, Irjen Ferdy Sambo, eks Kadiv Propam Polri. Sambo semula membangun skenario bahwa Brigadir J tewas setelah tembak-menembak dengan Bharada Rhicard, sesama ajudan Sambo.

Mobil ambulans milik Front Pembela Islam (FPI) membawa jenazah anggota FPI di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Selasa, 8 Desember 2020. Keenam pengawal Rizieq tewas dalam baku tembak yang terjadi di KM50 Tol Jakarta-Cikampek, kawasan Karawang, Jawa Barat, Senin dinihari, 7 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Dan kebetulan, Ferdy Sambo menjadi bagian dalam penyelidikan kasus tewasnya enam laskar FPI pada tahun 2020 lalu. Di kasus KM50 itu pun muncul konstruksi kasus tembak-menembak antara Laskar FPi dan polisi.  

Listyo selanjutnya mengatakan sudah terdapat keputusan atas kasus KM50 ini, namun ia tak menutup kemungkinan perkembangan kasus ini, termasuk apakah jaksa akan mengajukan banding atau tidak terhadap kasus KM 50.

Kapolri menunggu novum di kasus KM50

"Kami juga menunggu, apabila ada novum baru tentunya kami akan juga memproses," ujar Listyo. Polri, kata dia, masih akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus yang ada.  "Karena saat ini akan masuk ke tahapan kasasi. Jadi, kami menunggu itu," ujar Listyo.

Kuasa Hukum Korban KM50 Laskar Front Pembela Islam, Aziz Yanuar menyampaikan saat ini pihaknya terus mendorong semoga instansi dan lembaga untuk mengusut kasus penembakan terhadap 4 anggota Laskar FPI tersebut.

Nyaris sepekan lebih, tim Tempo mencoba meyakinkan salah seorang saksi yang berada di tempat kejadian, Senin, dinihari, 7 Desember lalu, untuk menceritakan bagaimana insiden malam itu.

Ia terus mendorong agar kasus penembakan tersebut bisa termasuk kategori pelanggaran HAM berat. Sejak awal, tim kuasa hukum mendorong kasus KM 50 diproses berdasarkan UU 26/2000 tentang pengadilan HAM.

"Karena kasus ini adalah pelanggaran HAM berat," kata Aziz Yanuar, Rabu, 24 Agustus 2022. 

Ada skenario tembak-menembak

Aziz mengungkapkan kasus penembakan 4 laskar FPI ini mempunyai kesamaan dengan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena ada skenario palsu tembak menembak. "Karena mereka semua menjadi bagian dari skenario palsu tembak menembak di kasus km 50," kata Aziz.

Diungkapkan oleh Aziz bahwasannya ada motif politik dibalik pembunuhan 4 laskar FPI di KM 50 Tol Cikampek tersebut. Sedangkan pada kasus pembunuhan yang didalangi Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo ini tidak ada motif tersebut.

"Tujuannya melindungi kepentingan dan motif pembunuhan adalah politik di kasus KM 50," katanya.

Sementara pada kasus Ferdy Sambo, kata Aziz, tidak ada desain politik penguasa dan tidak ada kepentingan politik penguasa yang mau ditutupi. "Makanya dengan gampang bisa dibongkar atas desakan politik dari level yang lebih tinggi," kata Aziz.

Suasana warung yang tutup di Rest Area KM 50 A yang akan ditutup secara permanen pada 20 Desember 2020 lalu di Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Kamis, 24 Desember 2020. Rest area Tol Jakarta-Cikampek pada KM 50 A yang belakangan menjadi sorotan karena merupakan tempat kejadian perkara (TKP) bentrokan antara polisi dengan laskar Front Pembela Islam (FPI). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

"Sementara dalam kasus km 50, justru level yang lebih tinggi ini yang memiliki motif politik untuk memerintahkan pembunuhan," katanya.

Aziz lalu mengatakan bahwa di kasus pembunuhan 4 Laskar FPI ini ada semacam perlindungan institusional. Perlindungan itu dibuat seolah insiden tembak menembak ini menjadi benar adanya.

"Jadi kelompok eksekutor dan back up perlindungan secara institusional melalui rekayasa skenario palsu tembak menembak ini menjadi satu kesatuan kepentingan bersama," ucap Aziz.

Aziz menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah lelah untuk menyuarakan agar kasus pembunuhan di KM50 Tol Cikampek segera diusut. " Waktu sidang Habib Bahar kita ungkap semua kejanggalan KM50 dari keterangan oknum-oknum polisi sampai fakta yang terjadi dan kondisi mayat para syuhada terkait dengan keterangan forensik dokter juga," ujarnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Korban KM50 Ungkap Persamaan dengan Kasus Brigadir J, Ada Skenario Tembak-menembak?






PT LIB Sebut Kelanjutan Liga 1 Menunggu Verifikasi Stadion

7 jam lalu

PT LIB Sebut Kelanjutan Liga 1 Menunggu Verifikasi Stadion

PT LIB menyatakan sudah ada 5 stadion yang sedang dilakukan verifikasi untuk kelanjutan kompetisi Liga 1.


Diminta Kabareskrim Buka BAP Kasus Ismail Bolong, Ferdy Sambo: Merekalah yang Buka, Kenapa Saya

8 jam lalu

Diminta Kabareskrim Buka BAP Kasus Ismail Bolong, Ferdy Sambo: Merekalah yang Buka, Kenapa Saya

Ferdy Sambo mengatakan seharusnya Kepolisian RI yang membuka BAP penyelidikan kasus Ismail Bolong perihal dugaan setoran hasil tambang ilegal.


Penyidik Polres Jakarta Selatan Jadi Korban Kebohongannya, Ferdy Sambo Minta Maaf

8 jam lalu

Penyidik Polres Jakarta Selatan Jadi Korban Kebohongannya, Ferdy Sambo Minta Maaf

Ferdy Sambo tampak emosional ketika menyampaikan permohonan maaf kepada penyidik Kepolisian Resor Jakarta Selatan.


Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

10 jam lalu

Jokowi Penuhi Permintaan Soal Kuota Khusus Anak Suku Dayak Jadi Prajurit TNI-Polri

Panglima Besar Pasukan Merah Agustinus minta kuota khusus untuk anak-anak Suku Dayak agar menjadi prajurit TNI-Polri. Jokowi setuju.


Bantah Pernah Diperiksa Propam soal Ismail Bolong, Kabareskrim Tantang Ferdy Sambo Buka BAP

11 jam lalu

Bantah Pernah Diperiksa Propam soal Ismail Bolong, Kabareskrim Tantang Ferdy Sambo Buka BAP

Kabareskrim Agus Andrianto meminta Ferdy Sambo untuk membuka Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyelidikan kasus Ismail Bolong.


Rekaman CCTV Duren Tiga Diputar, Kuasa Hukum Klaim Ferdy Sambo Tidak Pakai Sarung Tangan Hitam

11 jam lalu

Rekaman CCTV Duren Tiga Diputar, Kuasa Hukum Klaim Ferdy Sambo Tidak Pakai Sarung Tangan Hitam

Kuasa hukum klaim Ferdy Sambo tak mengenakan sarung tangan hitam seperti kesaksian Adzan Romer. Sebab itu, dia minta Romer dihadirkan sebagai saksi.


Ferdy Sambo Sebut Pernah Periksa Kabareskrim soal Ismail Bolong, Agus: Gak Pernah ya, Saya Belum Lupa Ingatan

11 jam lalu

Ferdy Sambo Sebut Pernah Periksa Kabareskrim soal Ismail Bolong, Agus: Gak Pernah ya, Saya Belum Lupa Ingatan

Kabareskrim menyampaikan tanggapannya mengenai ungkapan Ferdy Sambo yang menyebut pernah memeriksanya pada kasus Ismail Bolong.


Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Akui Disodorkan Kronologi Berita Acara Interogasi Putri Pesanan Ferdy Sambo

12 jam lalu

Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Akui Disodorkan Kronologi Berita Acara Interogasi Putri Pesanan Ferdy Sambo

Ridwan Soplanit, mengatakan penyidik mendapat kronologi tertulis untuk Berita Acara Interogasi (BAI) Putri Candrawathi berdasarkan pesanan Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Harap Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Ismail Bolong ke Instansi Lain

13 jam lalu

Ferdy Sambo Harap Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Ismail Bolong ke Instansi Lain

Ferdy Sambo mengatakan pihaknya sudah memeriksa Ismail Bolong dan Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Agus Andrianto dalam dugaan suap tambang ilegal.


Kapolri Dapat Brevet Hiu Kencana dari Calon Panglima TNI Yudo Margono, Lemkapi: TNI - Polri Solid

13 jam lalu

Kapolri Dapat Brevet Hiu Kencana dari Calon Panglima TNI Yudo Margono, Lemkapi: TNI - Polri Solid

Lemkapi menilai penyematan Brevet Hiu Kencana oleh KSAL Laksamana Yudo Margono kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo merupakan bukti TNI - Polri solid.