Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan

Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 14 Mei 2019. Pemeriksaan acak dilakukan untuk mewaspadai adanya penumpang yang terjangkit penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox. ANTARA/Muhammad Iqbal

TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan kesehatan terhadap awak dan penumpang pesawat yang tiba dari luar negeri maupun yang melalukan perjalanan dalam negeri.  Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit cacar monyet atau monkeypox

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan  (KKP)  Bandara Soekarno-Hatta Darmawali Handoko mengatakan pengawasan kesehatan dilakukan dengan pengamatan visual. Ini untuk melihat apakah ada gejala monkeypox pada awak dan penumpang pesawat internasional yang baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, dan domestik yang berangkat dan datang. 

"Gejala utama monkeypox adalah adanya ruam merah kulit di sekitar wajah dan anggota badan lainnya serta adanya bengkak kelenjar getah bening di area sekitar leher," ujarnya Sabtu, 27 Agustus 2022. 

Selain itu, kata Darmawali,  gejala yang mungkin saja terjadi antara lain suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, nyeri sendi dan otot, serta tampak kurang sehat. "Hal ini berbeda dengan Covid-19 yang demamnya masih menjadi salah satu gejala utama, " jelas Darmawali. 

Menurut Darmawali, pengawasan terhadap tanda dan gejala visual itu sebagian besar juga dapat terdeteksi pada saat pelaku perjalanan melakukan proses check-in

Saat  memproses keberangkatan dan pemeriksaan security kedua setelah proses check-in, pelaku perjalanan diminta untuk membuka masker, dan proses pemeriksaan Imigrasi saat pelaku perjalanan melakukan pemeriksaan paspor. "Hal ini termasuk juga dengan awak pesawat yang harus melalui thermal scanner dan pengamatan secara visual." 

Apabila petugas bandara menemukan tanda dan gejala Monkeypox dapat langsung melaporkan kepada petugas KKP dan petugaa KKP akan melakukan pemeriksaan mendalam. "Jika mengarah kepada gejala Monkeypox maka penumpang  akan dilakukan prosedur tata laksana dan dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan," kata Darmawali. 

KKP Kemenkes bersama dengan seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta juga melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran monkeypox

Siapkan ruang isolasi 

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan AP II juga telah menyiapkan thermo scanner mesin penindai suhu tubuh dan ruang isolasi. "Di Terminal 3 sudah dilengkapi  thermal scanner yang dapat mendeteksi suhu tubuh setiap awak dan penumpang pesawat secara bersamaan," kata Agus. 

Awak dan penumpang pesawat ketika baru mendarat dari luar negeri dipastikan akan melalui thermal scanner tersebut dan pengamatan secara visual. 

Ketika diketahui ada awak dan penumpang dengan suhu di atas yang telah ditetapkan, maka thermal scanner akan memberi peringatan kepada personel KKP Kemenkes. 

"Bandara Soekarno-Hatta juga menyiapkan ruang isolasi yang dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan guna tempat isolasi apabila ada awak dan penumpang pesawat yang suspek terpapar monkeypox," kata Agus. 

Baca juga: Cacar Monyet di Jakarta, Kenali Gejala dan Penularan Cacar Monyet

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

11 jam lalu

Berikut Daftar Maskapai yang Pindah Terminal di Bandara Soetta Mulai 7 Desember

AP II menyeimbangkan kapasitas terminal atau rebalancing capacity di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.


WHO Ganti Nama Virus Monkeypox Jadi Mpox, Simak Alasannya

5 hari lalu

WHO Ganti Nama Virus Monkeypox Jadi Mpox, Simak Alasannya

"Monkeypox sudah seharusnya dinamakan ulang untuk dua alasan utama yang satu di antaranya adalah tidak akurat secara saintifik."


Argentina Mencatat Kematian Cacar Monyet Pertama

5 hari lalu

Argentina Mencatat Kematian Cacar Monyet Pertama

Argentina mencatat kematian pertamanya akibat mpox, penyakit yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet.


Hindari Stigma, WHO Gunakan Mpox daripada Monkeypox

5 hari lalu

Hindari Stigma, WHO Gunakan Mpox daripada Monkeypox

WHO meluncurkan proses konsultasi publik untuk menemukan nama baru bagi monkeypox atau cacar monyet awal tahun ini


Lounge Premium Baru Dibuka di Bandara Soekarno-Hatta, Ada Spa dan Kamar Mandi

11 hari lalu

Lounge Premium Baru Dibuka di Bandara Soekarno-Hatta, Ada Spa dan Kamar Mandi

Ruang tunggu premium di Bandara Soekarno-Hatta berkapasitas lebih dari 3.000 penumpang ini diklaim menjadi salah satu lounge terbesar di dunia.


Terdakwa Pemalsu Paspor Meksiko Divonis Bebas, Kejari Tangerang Ajukan Kasasi

11 hari lalu

Terdakwa Pemalsu Paspor Meksiko Divonis Bebas, Kejari Tangerang Ajukan Kasasi

Kedubes Meksiko sudah menyatakan bahwa paspor milik Erick Wong tersebut tidak masuk di dalam sistem pembuatan paspor negaranya


Kelebihan Pondasi Cakar Ayam, Apa Saja?

20 hari lalu

Kelebihan Pondasi Cakar Ayam, Apa Saja?

Pondasi cakar ayam yang ditemukan oleh Insinyur Indonesia telah mendunia hingga 11 negara. Simak kelebihan sistem pondasi tersebut.


Imigrasi Soekarno-Hatta Siapkan Hotline dan Konter Khusus Bagi 2.105 Jurnalis Asing di KTT G20

22 hari lalu

Imigrasi Soekarno-Hatta Siapkan Hotline dan Konter Khusus Bagi 2.105 Jurnalis Asing di KTT G20

Plt Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana menginstruksikan kantor di Bandara Soetta, Bali, dan Surabaya memberikan layanan khusus kepada jurnalis asing


Mengenal Sedyatmo, Penemu Pondasi Cakar Ayam yang Mendunia

22 hari lalu

Mengenal Sedyatmo, Penemu Pondasi Cakar Ayam yang Mendunia

Pondasi cakar ayam temuan Sedyatmo telah dikenal hingga mancanegara. Bagaimana kisah penemunya?


60 WNA Pengguna e-VOA Masuk via Bandara Soekarno-Hatta Selama Uji Coba

24 hari lalu

60 WNA Pengguna e-VOA Masuk via Bandara Soekarno-Hatta Selama Uji Coba

Negara asal WNA pengguna e-VOA terbanyak adalah Korsel (10), Australia (7), India (5) dan Jepang, yaitu 4 orang.