Gelar Rapimnas, Alumni Menwa tidak Ingin Polarisasi saat Pilpres Terulang

Ketua Umum Ikatan Alumni Resimen Mahasiwa Indonesia (IARMI) sekaligus Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal IARMI sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patira saat menghadiri rapat pimpinan nasional (Rapimnas) IARMI di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Agustus 2022. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Alumni Resimen Mahasiwa Indonesia (IARMI) menggelar rapar pimpinan nasional (Rapimnas) di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada 26-28 Agustus 2022. Sekretaris Jenderal IARMI, Ahmad Riza Patria, mengatakan rapimnas para alumnus Menwa tersebut mengangkat tema menjaga persatuan.

"Kami tidak ingin Pemilu ke depan terulang terjadi polarisasi di tingkat masyarakat," kata dia di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Riza menuturkan kebhinekaan harus dijaga, apalagi sebentar lagi Indonesia akan memasuki tahun politik 2024. Polarisasi akibat Pemilu terjadi saat pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Pendukung calon presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto saat itu terbelah menjadi dua kelompok. 

Riza berujar, IARMI akan bersatu melakukan konsolidasi dan berperan aktif membela negara. IARMI, tutur dia, mengepentingkan kepentingan negara ketimbang urusan pribadi. "Dan tidak terlibat politik praktis," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.


Panglima TNI Andika Perkasa Dukung Menwa Jadi Komponen Pertahanan

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mendukung keterlibatan resimen mahasiswa (Menwa) dalam berbagai kegiatan sebagai salah satu komponen pertahanan rakyat semesta dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Kalau secara pribadi, saya sangat mendukung,” kata Andika Perkasa, dikutip dari kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, dipantau dari Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2022.

Mengacu pada berbagai negara maju, seperti Amerika Serikat, ia mengatakan bahwa yang terpenting bagi anggota pleton adalah kedisiplinan dalam segala hal.

“Bukan hanya baris-berbaris, tetapi sebagai anggota pleton, apakah dia memiliki loyalitas terhadap komandan pletonnya. Karena, dalam kehidupan bernegara, semua ini akan berjalan bagus apabila ada kepatuhan,” kata Andika.

Oleh karena itu, Andika berpandangan bahwa membentuk disiplin sejak muda merupakan salah satu aspek yang harus ditekankan kepada Menwa.

Pernyataan tersebut ia ungkapkan ketika menerima audiensi dari Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Ahmad Riza Patria. Dalam kesempatan tersebut, Riza mengungkapkan bahwa audiensi dengan Panglima TNI bertujuan untuk membangkitkan peran menwa dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Audiensi ini bertujuan untuk terus meningkatkan pelibatan Menwa sebagai kekuatan cadangan pertahanan nasional. Harapan kami, kami ingin agar Panglima TNI menjadi leading sector Gerakan Wajib Bela Negara,” ucap Riza.

Riza berharap agar Panglima TNI dapat melibatkan Menwa dalam berbagai kegiatan bersama TNI. Ia pun menyatakan bahwa Menwa siap untuk dibina langsung oleh jajaran TNI dalam rangka memberikan kesadaran bagi generasi muda agar terhindar dari berbagai paham radikalisme dan intoleransi. “Jadi mahasiswa disadarkan supaya jauh dari paham radikalisme,” ucap Riza Patria. Apalagi, ia melanjutkan, ancaman tersebut semakin berbahaya di era media sosial.

Baca juga: Malam Ini PAN Umumkan Capres dan Cawapres yang Diusung pada Pilpres 2024

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

5 jam lalu

Akan Terima Kunjungan PSI, Waketum Golkar Buka Pintu Untuk Bergabung ke KIB

Waketum Golkar menyatakan mereka membuka pintu kepada PSI untuk bergabung ke KIB.


Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

5 jam lalu

Ganjar Pranowo Mania Bubar, Ganjarist: Mati Satu Tumbuh Seribu

Ganjarist menilai pembubaran GP Mania dan penarikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo sebagai hal biasa.


Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

8 jam lalu

Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

Wacana penghapusan jabatan gubernur dinilai bisa membuka pintu Amandemen UUD 1945.


Soal Pemilu 2024, Rektor Unissula: Generasi Y dan Z Akan Mendominasi

9 jam lalu

Soal Pemilu 2024, Rektor Unissula: Generasi Y dan Z Akan Mendominasi

Generasi Y dan gen Z yang semakin sadar politik dan akan mendominasi pemilu 2024, benarkah begitu?


Rapim TNI dan Polri Bahas Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

11 jam lalu

Rapim TNI dan Polri Bahas Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

Selain pengamanan Pemilu 2024, juga dibahas terkait dukungan TNI dan Polri terhadap agenda strategis nasional tahun 2023.


Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

1 hari lalu

Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta Emka Farah Mumtaz bergabung dengan PSI. Dia menjabat Wakil Ketua DPW PSI DKI.


Wacana Penundaan Pemilu 2024, Ketua Komisi II DPR: Tidak Ada Force Major

1 hari lalu

Wacana Penundaan Pemilu 2024, Ketua Komisi II DPR: Tidak Ada Force Major

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengungkapkan tidak ada force major untuk menunda pelaksanaan pemilu 2024.


Immanuel Ebenezer Sebut Relawan Ganjar Pranowo Mania Resmi Bubar

1 hari lalu

Immanuel Ebenezer Sebut Relawan Ganjar Pranowo Mania Resmi Bubar

Immanuel Ebenezer menyatakan relawan Ganjar Pranowo Mania yang digawanginya resmi membubarkan diri.


Komisi II DPR Ungkap Kekesalan Soal Usul Penghapusan Jabatan Gubernur

1 hari lalu

Komisi II DPR Ungkap Kekesalan Soal Usul Penghapusan Jabatan Gubernur

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengaku kesal dengan usulan penghapusan jabatan gubernur yang muncul mendekati Pemilu 2024. Kenapa?


PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

2 hari lalu

PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menyatakan tidak ada urgensi yang mendesak untuk menunda Pemilu 2024.