Pemilik Padi Padi Picnic Laporkan Balik Camat Pakuhaji Tangerang ke Polisi

Suasana Padi Padi Picnic Groud di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu 31 Agustus 2022. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

TEMPO.CO, Jakarta - PT Padi Padi Anugrah, pengelola  Padi Padi Picnic Groud Pakuhaji melaporkan Camat Pakuhaji Kabupaten Tangerang dan anak buahnya ke Polres Metro Tangerang. 

Direktur LBH Cakra Perjuangan, Boy Kanu, kuasa hukum Padi Padi mengatakan mereka secara resmi melaporkan Camat Pakuhaji Asmawi dan sejumlah  petugas pejabat Satpol PP Kecamatan Pakuhaji ke Polres Metro Tangerang."Laporan bernomor LP/B./1204/VIII/2022/SPKT/PM/Restro Tangerang tanggal 31 Agustus 2022," ujar Boy, Kamis 1 September 2022. 

Satpol PP pasang portal tutup akses ke restoran 

Laporan ini dilayangkan terkait kasus perusakan portal di jalan masuk area Padi Padi di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang  yang di pasang oleh Satpol Kecamatan Pakuhaji.

Portal dipasang untuk menutup sementara restoran dengan pemandangan area persawahan yang sempat viral di media sosial itu karena tidak memiliki ijin membangun (IMB). Namun, beberapa hari kemudian Portal dicabut dan hilang. Kecamatan Pakuhaji melaporkan perusakan itu ke Polres Metro Tangerang. 

Buntut dari  laporan itu, pemilik restoran Bong Thiam Kim dan suaminya Anton Wijaya Salim beserta 4 karyawannya ditetapkan sebagai tersangka. 

Isu pengembang besar membeli sawah

Boy dan pemilik Padi Padi menduga pemasangan portal tersebut ada hubungannya dengan rencana pengembang besar yang ingin membeli lahan Padi Padi seluas 7 hektar itu. Namun, pemilik menolak. "Sejak itu rentetan teror halus terjadi sampai pihak kecamatan gencar mempermasalahkan ijin dan memasang portal," kata Boy. 

Boy menjelaskan, Asmawi dilaporkan menyalahgunakan kekuasaan oleh pejabat (Pasal 421 KUHP), memberikan keterangan palsu (Pasal 266) merampas kemerdekaan (pasal 333) hingga menghilangkan barang bukti (pasal 221). "Ini adalah salah satu upaya hukum kami, lapor balik, karena penyalahgunaan kekuasaan pejabat sangat kental," kata Boy. 

Selain itu, kata dia, Asmawi dan anak buahnya diduga memberikan keterangan palsu, merusak barang bukti, merampas kemerdekaan dengan menutup jalan masuk restoran dengan portal. "Portal memblokade jalan masuk. Kalau ini masalah IMB kenapa bangunannya tidak diroboh saja, malah jalan masuknya ditutup." 

Padi Padi Picnic bantah merusak portal

Pemilik restoran Padi Padi, Bong Thiam Kim menyatakan pihaknya sama sekali tidak merusak apalagi menghilangkan portal berupa pagar besi itu. "Kami memang sempat menggeser pagar itu untuk mengeluarkan kendaraan yang terparkir di dalam restoran," ujarnya. 

Setelah itu, kata dia, portal dipasang kembali bahkan diperbaiki karena roboh diterpa hujan deras. Lalu pada 29 Maret 2022 pagi, pipa besi penghalang di depan jalan sudah tidak ada, kemudian dilakukan pengecekan dan memutar balik CCTV, terlihat ada sekelompok orang mengangkat pipa besi tersebut pada sekitar pukul 2 WIB dinihari. "Kami tidak tahu siapa mereka," kata Bong. 

Camat Pakuhaji sebut Padi Padi Picnic tak punya IMB

Secara terpisah Camat Pakuhaji Asmawi membantah tudingan Padi Padi itu. "Apa yang kami lakukan sudah sesuai prosedur, masalah mereka adalah tidak memiliki IMB," ujar Asmawi saat dihubungi Tempo. 

Asmawi mengakui sebagai pelapor perusakan portal yang mereka bangun untuk menutup sementara tempat rekreasi itu karena tidak ber IMB. "Kami hanya melaporkan perusakan ke polisi dan selanjutnya ditangani penyidik, itukan diluar kewenangan kami. Jadi pelaporan ke polisi bukan karena Padi Padi tak memiliki izin, tapi karena perusakan portal."

Asmawi menambahkan, sebelum memasang portal, SatPol PP Kecamatan Pakuhaji telah menyampaikan teguran, baik secara lisan maupun tertulis kepada pihak Padi Padi agar melengkapi izin-izinnya. "Tapi mereka tidak mengubrisnya." 

Terkait langkah hukum yang dilakukan pengelola restoran itu, Asmawi mempersilahkan. "Silahkan saja, kami tidak mengerti apa yang mereka tuduhkan. Yang penting kami sudah bekerja normatif menjalankan tugas." 

JONIANSYAH HARDJONO

Baca juga: Polda Banten Bongkar Pabrik Sampo Palsu di Pakuhaji Tangerang






Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

2 jam lalu

Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

Video Bripka Madih yang mengaku dimintai uang Rp 100 juta oleh polisi agar laporan soal penyerobotan tanah milik orang tuanya diusut.


Deretan Wisata di Lombok Utara Rekomendasi Backpacker, Mulai dari Hutan, Air Terjun hingga Pantai

2 jam lalu

Deretan Wisata di Lombok Utara Rekomendasi Backpacker, Mulai dari Hutan, Air Terjun hingga Pantai

Berikut daftar destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi saat berada di Lombok Utara


Gereja di Kota Tua Yerusalem Jadi Sasaran Vandalisme

7 jam lalu

Gereja di Kota Tua Yerusalem Jadi Sasaran Vandalisme

Sebuah gereja di Kota Tua Israel menjadi sasaran vandalisme. Pelakunya diduga turis asal Amerika Serikat.


Pilihan 5 Destinasi Wisata di Kawasan Pantai Sawarna Banten

9 jam lalu

Pilihan 5 Destinasi Wisata di Kawasan Pantai Sawarna Banten

Kawasan Pantai Sawarna memiliki beberapa destinasi wisata pilihan, dan menjadi unggulan pariwisata di Lebak, Banten.


Pantai Sawarna: Pilihan Destinasi Wisata, Tiket Masuk, dan Rute

1 hari lalu

Pantai Sawarna: Pilihan Destinasi Wisata, Tiket Masuk, dan Rute

wilayah pesisir Lebak Banten sering menjadi alternatif pilihan wisata bahari bagi masyarakat. Salah satunya Pantai Sawarna. Bagaimana sampai ke sana?


Pilihan Destinasi Wisata di Sidoarjo

1 hari lalu

Pilihan Destinasi Wisata di Sidoarjo

Berbicara mengenai pariwisata, Sidoarjo menawarkan beragam destinasi wisata. Mulai dari wisata alam, kuliner hingga religi.


Pakai Seragam Polisi, Pembom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Lolos Pemeriksaan

1 hari lalu

Pakai Seragam Polisi, Pembom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Lolos Pemeriksaan

Pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 101 orang di dalam sebuah masjid di sebuah markas polisi di Pakistan mengenakan seragam polisi dan helm


Polres Tangerang Buru Komplotan Ganjal ATM Asal Sumsel: 2 Ditangkap, 5 Buron

1 hari lalu

Polres Tangerang Buru Komplotan Ganjal ATM Asal Sumsel: 2 Ditangkap, 5 Buron

Polres Metro Tangerang Kota menangkap dua dari tujuh komplotan pelaku pencurian modus mengganjal ATM


Stok Kosong, Bulog Tangerang Akui Sulit Dapatkan Minyakita

1 hari lalu

Stok Kosong, Bulog Tangerang Akui Sulit Dapatkan Minyakita

Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog Tangerang mengakui stok Minyakita di wilayah Tangerang kosong.


Komplotan Pembobol ATM Kuras Rp 104 Juta dari Rekening Korban, Polisi Buka Call Center Pengaduan

1 hari lalu

Komplotan Pembobol ATM Kuras Rp 104 Juta dari Rekening Korban, Polisi Buka Call Center Pengaduan

Kapolres Metro Tangerang mengimbau masyarakat yang pernah menjadi korban pembobol ATM dengan modus ganjal ATM ini segera lapor.