Pemilik dan Karyawan Tersangka Perusakan Portal, Padi Padi Picnic Tetap Beroperasi

Suasana Padi Padi Picnic Groud di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu 31 Agustus 2022. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

TEMPO.CO, Tangerang - Padi Padi Picnic Ground tetap beroperasi meski pemilik dan karyawan restoran dan tempat wisata itu ditetapkan sebagai tersangka. Tempat wisata alam itu berada di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

"Kami tetap beroperasi, buka setiap hari dari pukul 8.00 sampai pukul 18.00," ujar Supervisor Padi Padi, Arifatul Jannah alias Anna saat ditemui di lokasi, Rabu petang, 31 Agustus 2022. 

Anna mengatakan sejak kasus ini bergulir Januari-Agustus 2022, Padi Padi hanya tutup tiga hari saat portal dipasang di jalan masuk oleh Satpol PP Kecamatan Pakuhaji. "Setelah itu kami tetap buka dan pengunjung tetap normal, 60-90 orang setiap harinya." 

Menurut Anna, pengunjung umumnya datang dari luar Tangerang, yaitu Jakarta. Mereka seolah tidak terpengaruh dengan masalah yang membelit restoran yang beroperasi sejak 2021 itu. 

Berdasarkan pengamatan Tempo, Padi Padi hanya berjarak sekitar 300 meter dari kantor Kecamatan Pakuhaji. Tempat wisata alam persawahan ini tetap beroperasi dan pengunjung yang datang cukup ramai. Mereka ada yang berfoto-foto, makan, memancing hingga jalan-jalan di area persawahan.

Pemilik dan 4 Karyawan Tersangka Perusakan Portal 

Direktur LBH Cakra Perjuangan Boy Kanu yang menjadi kuasa hukum Padi Padi mengkonfirmasi jika pemilik restoran Anton Wijaya Salim dan istrinya Bong Thiam Kim beserta 4 karyawannya ditetapkan sebagai tersangka perusakan portal. "Empat karyawan itu Suryadi, Burhan, Andri dan Agus, petani yang merupakan pekerja lepas restoran," kata Boy. 

Agus, kata Boy, merupakan petani setempat yang buta huruf. Dia tidak tahu apa pertimbangan penyidik menetapkan Agus sebagai tersangka. "Proses penyelidikan dan penetapan tersangka enam kliennya seperti dipaksakan dan sarat kejanggalan," kata Boy. 

Menurut Boy, indikasi kuat adanya oknum mafia tanah dalam persoalan ini karena rentetan masalah yang bertubi-tubi melanda restoran itu datang setelah Bong Thiam Kim menolak tawaran pengembang besar yang akan membeli lahan mereka. 

Kronologi Versi Pemilik Padi Padi 

Bong Thiam Kim menuturkan, munculnya permasalahan atas lahan miliknya berawal pada Januari 2022 ketika menerima surat undangan dari PT KML, yang merupakan anak perusahaan pengembang besar. Surat itu berisikan pemberitahuan jika tanah mereka di Blok 6, Desa Kramat masuk dalam wilayah pembebasan SK Proyek Pembangunan Kawasan PIK 2.

"Meminta kami menjual tanah tersebut kepada perusahaan. Tapi kami belum berniat menjual tanah itu, karena kami baru memulai usaha warung dan lapangan piknik di atas tanah tersebut," kata Bong. 

Bong membuka tanah di Pakuhaji sebagai tempat piknik pada Januari 2021, sebagai upaya berbagi ruangan relaksasi dan rekreasi dalam menghadapi pandemic Covid-19.

"Di luar dugaan kami, lapangan piknik ini menjadi viral karena tamu yang datang senang dan terhibur dengan duduk santai di tikar pinggir sawah tanpa naungan bangunan apapun, yang kemudian dikenal dengan nama Padi Padi Private Picnicground," ujarnya. 

Bahkan pada 31 Januari 2022,  Camat Pakuhaji Asmawi mengajak beberapa tamunya untuk makan siang di Padi Padi. 

Namun, pada 16 Februari 2022, Aswami mengirim surat kepada pemilik bangunan Padi Padi dan meminta penjelasan mengenai izin resmi dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "Semua izin kami perlihatkan kecuali IMB yang memang belum kami miliki," ujarnya. 

Menurut pemilik restoran, bangunan rumah kampung di tengah sawah sudah ada sejak tahun 2009. Bangunan sederhana itu disebutnya adalah bangunan tanpa tiang pancang. "Beratapkan asbes dan genteng dengan bambu dan kayu, dinding bata, lantai semen, dan sepengetahuan kami, bangunan seperti ini tidak memerlukan IMB dan selama ini tidak pernah ada aparat pemerintah yang mempertanyakan masalah IMB ini," kata Bong. 

Sejak saat itu, kecamatan Pakuhaji getol mempersoalkan izin Padi Padi. Puncaknya pada 16 Maret lalu, mereka menutup  sementara operasional Padi Padi karena tidak memiliki IMB. PIhak kecamatan juga  memasang signage "BANGUNAN INI DISTOP" (melanggar Perda no.10 Th 2006) di salah satu pohon di kawasan itu, dan bukan pada bangunan restoran.

Satpol PP Pasang Portal, Namun Dicabut Lagi   

Padi Padi menutup sementara usahanya sesuai dengan imbauan Camat Pakuhaji pada 22,23 dan 24 Maret 2022. Pada Sabtu 26 Maret, sekelompok orang berseragam Satpol PP dan baju preman, tanpa surat tugas, memasang portal besi penghalang dengan paksa di depan jalan akses ke tanah milik Bong Thiam Kim. 

Bong Thiam Kim kemudian membuat surat keberatan mengenai penutupan paksa akses jalan tersebut, dengan melampirkan kembali semua izin usahanya. Pada 29 Maret pagi, pipa besi penghalang di depan jalan sudah tidak ada. Dari hasil pengecekan CCTV, kata Bong, terlihat ada sekelompok orang mengangkat pipa besi tersebut pada sekitar pukul 02.00 dinihari. 

Pada 8 April 2022,  Padi Padi mendapat surat undangan klarifikasi dari Polres Tangerang Kota atas laporan Kasatpol PP Kecamatan Pakuhaji Jamaludin, dengan surat kuasa dari Camat Pakuhaji Asmawi. 

Satpol PP membuat laporan kepada pihak Kepolisian Resort Kota Tangerang dengan laporan Polisi Nomor: LP/B/500/III/2022/SPKT/ Restro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Maret 2022 dengan tuduhan pasal 170 KUHP; yaitu perusakan portal. 

Pada Agustus 2022, pemilik Padi Padi Picnic Bong Thiam Kim, Anton Wijaya dan empat karyawanya ditetapkan tersangka kasus perusakan portal tersebut. Hingga saat ini, Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho belum merespons pertanyaan Tempo terkait penanganan kasus ini dan penetapan para tersangka. 

JONIANSYAH HARDJONO

Baca juga: Pemilik Padi Padi Picnic Laporkan Balik Camat Pakuhaji Tangerang ke Polisi






Hari Ini 14 Tahun Kota Tangerang Selatan, Begini Awal Penetapannya dan Airin Wali Kota Pertama

20 jam lalu

Hari Ini 14 Tahun Kota Tangerang Selatan, Begini Awal Penetapannya dan Airin Wali Kota Pertama

Pada 26 November 2008, Kota Tangerang Selatan resmi dibentuk dan disahkan DPR RI. Begini pembentukannya dan letak geografisnya.


Komplotan Pencuri Motor Ini Sudah Berulah 100 Kali, Beat, Vario & Vixion Jadi Target

2 hari lalu

Komplotan Pencuri Motor Ini Sudah Berulah 100 Kali, Beat, Vario & Vixion Jadi Target

Polres Metro Tangerang Kota menggulung komplotan pencuri motor jaringan Tangerang dan Lampung.


Penindakan di Jakarta Barat, Satpol PP Kumpulkan Rp 46 Juta dari Sidang Yustisi

2 hari lalu

Penindakan di Jakarta Barat, Satpol PP Kumpulkan Rp 46 Juta dari Sidang Yustisi

Uang denda hasil penindakan operasi yustisi di Jakarta Barat itu akan diserahkan kepada Satpol PP DKI Jakarta.


Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

3 hari lalu

Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

Tersangka diketahui merupakan pecatan polisi karena desersi atau meninggalkan dinas di Polda Sumatera Selatan


Tangerang Tertarik Program Sedekah 2 Ribu Bengkulu

4 hari lalu

Tangerang Tertarik Program Sedekah 2 Ribu Bengkulu

Program tersebut diapresiasi karena bersentuhan dengan masyarakat.


Polisi Ungkap Identitas Mayat Bertato Bunga Mawar yang Ditemukan 3 Bulan Lalu di Tangerang

5 hari lalu

Polisi Ungkap Identitas Mayat Bertato Bunga Mawar yang Ditemukan 3 Bulan Lalu di Tangerang

Setelah tiga bulan melakukan penyelidikan, Polres Metro Tangerang Kota akhirnya berhasil mengungkap identitas mayat pria dengan ciri tato bunga mawar.


Korban Tenggelam di Sungai Cimanceuri Ditemukan, Diduga Terseret Arus

7 hari lalu

Korban Tenggelam di Sungai Cimanceuri Ditemukan, Diduga Terseret Arus

Pencarian korban tenggelam itu melibatkan puluhan personel BPBD Kabupaten Tangerang dan Basarnas.


Jumlah Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Tangerang 1.372 WNA, Mayoritas dari Korea Selatan

7 hari lalu

Jumlah Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Tangerang 1.372 WNA, Mayoritas dari Korea Selatan

Perizinan para tenaga kerja asing di Kabupaten Tangerang adalah kewenangan Kemenakertrans.


Dugaan Pelecehan Seksual Eks Kapolsek Pinang, Polda Metro: Suka Sama Suka

9 hari lalu

Dugaan Pelecehan Seksual Eks Kapolsek Pinang, Polda Metro: Suka Sama Suka

Polda Metro Jaya menyebut tindakan mantan Kapolsek Pinang tidak dibenarkan, tapi membantah ada kekerasan seksual


Kapolsek Pinang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Polda Metro Belum Jadwalkan Sidang Etik

9 hari lalu

Kapolsek Pinang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Polda Metro Belum Jadwalkan Sidang Etik

Kapolsek Pinang, Tangerang, Inspektur Satu M. Tapril diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan berinisial RD