Kasus Perusakan Portal Restoran, Kapolres Metro Tangerang Siap Hadapi Praperadilan Padi Padi Picnic

Suasana Padi Padi Picnic Groud di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu 31 Agustus 2022. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik restoran Padi Padi Picnic mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka terhadap pemilik restoran dan empat karyawan oleh Polres Metro Tangerang.  

Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho menyatakan siap menghadapi rencana praperadilan yang akan dilayangkan tim kuasa hukum Padi Padi Picnic Ground Pakuhaji. "Kita siap menghadapinya," ujar Zain saat dihubungi Tempo, Jumat 2 September 2022. 

Kuasa hukum Padi Padi Picnic menilai banyak keanehan dalam proses penetapan tersangka pemilik dan karyawan restoran itu. 

Zain mengatakan praperadilan merupakan hak setiap orang sebagai upaya hukum. Ia memastikan penyidik Polres Metro Tangerang telah menjalankan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai prosedur. 

Bermula dari laporan Satpol PP Kecamatan Pakuhaji

Menurut dia, kasus Padi Padi Picnic diusut setelah menerima laporan dari Satpol PP Kecamatan Pakuhaji tentang perusakan portal pada Maret 2022. "Dari laporan tersebut kita telah lakukan proses penyelidikan, melakukan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait, baik dari pelapor, terlapor hingga saksi-saksi," kata Zain. 

Dalam proses lidik, kata dia, penyidik menemukan  alat bukti yang menguatkan adanya peristiwa pidana perusakan secara bersama-sama terhadap barang. 

Setelah dilakukan gelar perkara, lanjut Kapolres, kasus tersebut naik ke tahap penyidikan. Dari penyidikan tersebut polisi memeriksa saksi-saksi, penyitaan barang bukti, ahli hukum pidana dan 9 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pengrusakan secara bersama terhadap barang. 

"Kesembilan tersangka tersebut adalah BTK, AWS, HH, BH, SRY, AGS, WYD, UD dan BY," kata Zain. Para tersangka, kata dia, dipersangkakan dengan pasal 170 KUHP dan atau 406 Jo Pasal 55 KUHP.

Kejanggalan penyidikan kasus perusakan portal

Direktur LBH Cakra Perjuangan Boy Kanu, kuasa hukum Padi Padi mengatakan praperadilan mereka tempuh karena proses penyelidikan oleh Polres Metro Tangerang sarat dengan kejanggalan dan tidak sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) nomor 12 tahun 2009. "Proses penyidikan melanggar perkap nomor 12 tahun 2009," kata Boy. 

Padahal, kata dia, Kapolri dengan tegas menyampaikan agar memperlakukan rakyat secara humanis, transparan dan beretika. "Tapi dalam pelaksanaan, penyidik Polres Metro Tangerang melakukan abuse of power," kata Boy. 

Ia menyebutkan sejumlah indikasi abuse of power yang dilakukan penyidik dalam menangani kasus ini. Seperti seseorang dijadikan tersangka sebelum diperiksa. Mereka dipanggil langsung tersangka dan saat pemeriksaan ada penekanan dari penyidik. 

Enam kliennya yang ditetapkan tersangka, kata Boy, diperlakukan tidak manusiawi. Proses pemeriksaan enam orang itu dilakukan sejak pagi hingga pagi lagi. "Proses pemeriksaan 6 orang hanya dilakukan  dua penyidik sehingga proses pemeriksaan lama hingga jam 3 dinihari," ujar Boy. 

Setelah pemeriksaan selesai, kata Boy, empat karyawan Padi Padi ditempatkan diruang khusus bersama tahanan kasus yang lain. "Ini melanggar HAM, mereka dikunci dari luar, diperlakukan sebagai tahanan padahal belum ada surat penahanan," ucapnya. 

Boy juga memprotes keras penyidik yang tidak profesional. Salah satu contohnya, penyidik belum bisa memperlihatkan barang bukti dengan alasan hilang. "Siapa yang menghilangkan barang, barang mana yang dirusak. Bagaiamana menetakan tersangka jika barang buktinya tidak ada," kata dia. 

Menurut Boy, permohonan praperadilan adalah enam orang tersangka yaitu pemilik Padi Padi Picnic, Anton Wijaya Salim dan istrinya Bong Thiam Kim,  bersama empat karyawannya Suryadi, burhan, andri dan Agus. 

Kasus perusakan portal di jalan masuk area Padi Padi Picnic di Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang itu berawal dari pagar besi yang pasang oleh Satpol Kecamatan Pakuhaji pada 26 Maret 2022 lalu.

Portal dipasang untuk menutup sementara restoran dengan pemandangan area persawahan yang sempat viral di media sosial itu karena tidak memiliki ijin membangun (IMB). Namun, beberapa hari kemudian Portal dicabut dan hilang. Kecamatan Pakuhaji melaporkan perusakan itu ke Polres Metro Tangerang. 

JONIANSYAH HARDJONO

Baca juga: Kasus Perusakan Portal, Padi Padi Picnic Bakal Praperadilan






Rutan Jambe Over Capacity, Pemkab Tangerang Diminta Segera Berikan Hibah Lahan 7 Hektare

1 jam lalu

Rutan Jambe Over Capacity, Pemkab Tangerang Diminta Segera Berikan Hibah Lahan 7 Hektare

Rutan Jambe kini sudah kelebihan kapasitas. Kepala Rutan Kelas 1A Tangerang Ahmad Zaenal Fikri meminta Pemkab Tangerang segera memberikan hibah.


Polres Tangerang Buru Komplotan Ganjal ATM Asal Sumsel: 2 Ditangkap, 5 Buron

1 hari lalu

Polres Tangerang Buru Komplotan Ganjal ATM Asal Sumsel: 2 Ditangkap, 5 Buron

Polres Metro Tangerang Kota menangkap dua dari tujuh komplotan pelaku pencurian modus mengganjal ATM


Stok Kosong, Bulog Tangerang Akui Sulit Dapatkan Minyakita

2 hari lalu

Stok Kosong, Bulog Tangerang Akui Sulit Dapatkan Minyakita

Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog Tangerang mengakui stok Minyakita di wilayah Tangerang kosong.


Komplotan Pembobol ATM Kuras Rp 104 Juta dari Rekening Korban, Polisi Buka Call Center Pengaduan

2 hari lalu

Komplotan Pembobol ATM Kuras Rp 104 Juta dari Rekening Korban, Polisi Buka Call Center Pengaduan

Kapolres Metro Tangerang mengimbau masyarakat yang pernah menjadi korban pembobol ATM dengan modus ganjal ATM ini segera lapor.


Cegah PKL di Kawasan Kota Tua, Wali Kota Jakbar Kerahkan Satpol PP hingga Pukul 10 Malam

3 hari lalu

Cegah PKL di Kawasan Kota Tua, Wali Kota Jakbar Kerahkan Satpol PP hingga Pukul 10 Malam

Petugas Satpol PP akan mengawasi PKL yang nekat berdagang di kawasan Kota Tua Jakarta dari pukul 07.00 hingga 22.00.


Satpol PP Tangsel Geruduk Toko Baju yang Didalamnya Ada Tempat Pijat, 16 Orang Dibawa ke Polres

4 hari lalu

Satpol PP Tangsel Geruduk Toko Baju yang Didalamnya Ada Tempat Pijat, 16 Orang Dibawa ke Polres

Satpol PP Tangsel menggeruduk sebuah toko baju yang di dalamnya ternyata ada tempat pijat. Sebanyak 16 orang dibawa ke polres.


Suporter Persita Tangerang Lempari Pemain Persis Solo, Panpel : Mereka Mengincar Pendukung

4 hari lalu

Suporter Persita Tangerang Lempari Pemain Persis Solo, Panpel : Mereka Mengincar Pendukung

Paniti penyelenggara menyebut suporter Persita Tangerang ingin memberikan tekanan terhadap pedukung Persis Solo.


Angin Kencang Terjang Kabupaten Tangerang Ahad Pagi, Satu Rumah Roboh di Pakuhaji

5 hari lalu

Angin Kencang Terjang Kabupaten Tangerang Ahad Pagi, Satu Rumah Roboh di Pakuhaji

Warga di wilayah utara Kabupaten Tangerang, terutama di kawasan pesisir, diimbau agar waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi.


Sensasi Menikmati Salad Sayur Microgreen yang Langsung Dipetik di Depan Mata

5 hari lalu

Sensasi Menikmati Salad Sayur Microgreen yang Langsung Dipetik di Depan Mata

Pengunjung bisa melihat sendiri tumbuhan yang siap dipetik untuk dimasukkan ke dalam mangkuk salad mereka


Polisi Selidiki Kasus Pelemparan Batu ke Bus Pemain Persis Solo di Tangerang

5 hari lalu

Polisi Selidiki Kasus Pelemparan Batu ke Bus Pemain Persis Solo di Tangerang

Polres Tangerang periksa tujuh orang suporter Persita Tangerang yang diduga terlibat pelemparan batu ke bus Persis Solo.