Kuasa Hukum Padi Padi Picnic: Portal Dirusak Sekelompok Orang, Kami ada Videonya

Direktur LBH Cakra Perjuangan Boy Kanu dan pemilik Padi Padi Picnic Ground Pakuhaji, Bong Thiam Kim saat memberikan keterangan pers di Tangerang Selasa 6 September 2022. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

TEMPO.CO, Tangerang - Tim kuasa hukum Padi Padi Picnic Ground Pakuhaji mempertanyakan penetapan tersangka sembilan kliennya dalam kasus perusakan portal.

"Sebab, barang bukti yang dirusak itu sampai saat ini tidak ada, tidak pernah diketahui dan bagaimana rusaknya," ujar Direktur LBH Cakra Perjuangan Boy Kanu di Tangerang, Selasa 6 September 2022. 

Boy memastikan pemilik dan karyawan restoran Padi Padi Picnic tidak melakukan perusakan apalagi menghilangkan besi portal seperti yang dituduhkan Camat Pakuhaji. "Justru portal itu dibongkar oleh sekelompok orang, kami punya rekaman CCTV-nya," kata Boy. 

Menurut Boy, dalam rekaman CCTV milik PT Padi Padi Anugrah terlihat sekelompok orang membongkar portal pada Selasa dinihari, 29 Maret 2022, sekitar pukul 02.11. "Mengapa polisi tidak mengusut sekelompok orang yang membongkar portal itu malam hari, siapa mereka? Apa kepentingan mereka," kata Boy. 

Boy menduga sekelompok orang yang membongkar portal tersebut adalah bagian dari settingan dan rekayasa kasus ini. "Penghilangan barang bukti ini menjadi indikasi kuat pagar besi itu sengaja dihilangkan sebagai dasar laporan." 

LBH Cakra Perjuangan kini  mendampingi sembilan tersangka kasus perusakan portal tersebut yaitu pemilik Padi Padi Anton Wijaya Salim dan istrinya Bong Thiam Kim beserta 4 karyawannya yaitu Suryadi, Burhan, Andri, Wahyudin dan tiga petani setempat, Agus, Boy dan Udin. 

Kapolres Sebut Kasus Padi Padi Picnic Naik ke Penyidikan

Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho mengatakan sembilan tersangka kasus perusakan portal di akses masuk Padi Padi Picnic Ground Pakuhaji, Kabupaten Tangerang dipersangkakan dengan pasal 170 KUHP dan atau 406 Jo Pasal 55 KUHP. 

Zain menjelaskan, penyidik Polres Metro Tangerang  telah menerima pelaporan Trantib Kecamatan Pakuhaji terkait perusakan portal pada bulan Maret 2022. 

Dari laporan tersebut dilakukan proses penyelidikan, klarifikasi dengan pihak-pihak terkait, baik dari pelapor, terlapor hingga saksi-saksi. "Dalam lidik juga kita temukan alat bukti yang menguatkan adanya peristiwa pidana pengrusakan secara bersama-sama terhadap barang," kata Zain. 

Setelah dilakukan gelar perkara, lanjut Kapolres, kasus naik ke tahap penyidikan. Dari penyidikan tersebut penyidik memeriksa saksi-saksi, penyitaan barang bukti, ahli hukum pidana dan 9 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana perusakan secara bersama sama terhadap barang.

Pemilik Padi Padi Picnic Menduga Ada Mafia Tanah yang Mengincar Lahannya

Namun, pemilik Padi Padi menduga kasus perusakan portal bagian dari skenario kriminalisasi dirinya oleh mafia tanah yang mengincar lahan seluas 7 hektar milik PT Padi Padi Anugrah itu. 

Menurut Boy, indikasi kuat ada oknum mafia tanah dalam persoalan ini karena rentetan masalah yang bertubi-tubi melanda restoran itu datang setelah Bong Thiam Kim menolak tawaran pengembang besar yang akan membeli lahan mereka. 

Bong Thiam Kim menuturkan, munculnya permasalahan atas lahan miliknya berawal pada Januari 2022. Pada saat itu, dia menerima surat undangan dari PT KML (anak perusahaan pengembang besar).

Surat itu berisikan pemberitahuan jika tanah mereka di Blok 6, Desa Kramat masuk dalam wilayah pembebasan SK Proyek Pembangunan Kawasan PIK 2. "Meminta kami menjual tanah tersebut kepada perusahaan. Tapi kami belum berniat menjual tanah itu, karena kami baru memulai usaha warung dan lapangan piknik di atas tanah tersebut," kata Bong. 

Sejak menolak tawaran itu, Camat Pakuhaji Asmawi gencar mempermasalahkan izin Padi Padi Picnic. Bahkan, kecamatan sempat menutup akses masuk restoran itu dengan portal, alasannya pelanggaran IMB. Belakangan Camat Pakuhaji melaporkan perusakan portal itu ke polisi. 

JONIANSYAH HARDJONO

Baca juga: Jadi Tersangka Perusakan Portal Padi Padi Picnic, Petani: Saya Nggak Tau Apa Itu Tersangka






Nasabah Bank di Bekasi Nyaris Jadi Korban Perampokan, Diduga Dikuntit Sejak Keluar dari Bank

1 hari lalu

Nasabah Bank di Bekasi Nyaris Jadi Korban Perampokan, Diduga Dikuntit Sejak Keluar dari Bank

Dalam rekaman CCTV, pelaku perampokan berjumlah 8 orang, naik 4 motor dan tampak mengeluarkan golok untuk mengancam orang di sekitar.


Pelemparan Bus Persis Solo oleh Pendukung Persita, Polda Metro Jaya: Ini Kejadian di Luar

2 hari lalu

Pelemparan Bus Persis Solo oleh Pendukung Persita, Polda Metro Jaya: Ini Kejadian di Luar

Menanggapi insiden pelemparan bus resmi klub sepak bola Persis Solo, Polda Metro Jaya menyatakan sebelumnya Polri sudah membuat antisipasi.


HikVision ColorVu AI Camera CCTV: Tepat, Aman, dan Akurat

2 hari lalu

HikVision ColorVu AI Camera CCTV: Tepat, Aman, dan Akurat

Kamera CCTV yang sudah dilengkapi teknologi AI ini memiliki kemampuan yang lebih baik daripada kamera CCTV konvensional.


Wahidin Halim Duga Teror Ular Kobra ke Rumahnya untuk Sabotase Anies Baswedan

6 hari lalu

Wahidin Halim Duga Teror Ular Kobra ke Rumahnya untuk Sabotase Anies Baswedan

Selama 42 tahun berpolitik, Wahidin Halim belum pernah mengalami teror pengiriman ular kobra maupun ular jenis lain.


Video Viral Cahaya Misterius di Atas Gunung Merapi, Begini Isinya

6 hari lalu

Video Viral Cahaya Misterius di Atas Gunung Merapi, Begini Isinya

Badan Geologi membenarkan video yang tengah viral di media sosial tentang benda misterius melintas di atas puncak Gunung Merapi pada dinihari.


Bola Cahaya Misterius di Atas Puncak Gunung Merapi Terekam 2 CCTV

6 hari lalu

Bola Cahaya Misterius di Atas Puncak Gunung Merapi Terekam 2 CCTV

Video bola cahaya misterius melayang di atas puncak Gunung Merapi beredar di media sosial dan grup percakapan warga Yogyakarta Kamis 26 Januari 2023 ini.


Eks Penyidik KPK Nilai Lukas Enembe Tidak Perlu Ditangguhkan Penahanannya

11 hari lalu

Eks Penyidik KPK Nilai Lukas Enembe Tidak Perlu Ditangguhkan Penahanannya

Praswad Nugraha mengatakan tidak ada regulasi yang menyatakan tersangka yang mengaku sakit seperti Lukas Enembe tidak dapat ditahan.


Beredar Rekaman CCTV Lukas Enembe Terlihat Sehat, Begini Tanggapan KPK

11 hari lalu

Beredar Rekaman CCTV Lukas Enembe Terlihat Sehat, Begini Tanggapan KPK

KPK menanggapi video Lukas Enembe yang memperlihatkan Gubernur Provinsi Papua tersebut bisa beraktivitas layaknya orang sehat.


BRI Lumajang Dirampok saat Pegawai Laki-laki Salat Jumat, Uang Rp 240 Juta Digondol

11 hari lalu

BRI Lumajang Dirampok saat Pegawai Laki-laki Salat Jumat, Uang Rp 240 Juta Digondol

Perampokan BRI Lumajang dilakukan oleh dua orang pelaku dengan pengancaman menggunakan senjata tajam


26 Hari MA Penculikan MA, Kesedihan Ibu dan Cerita Operasi Polisi

26 hari lalu

26 Hari MA Penculikan MA, Kesedihan Ibu dan Cerita Operasi Polisi

MA, 6 tahun, menjadi korban penculikan. Hampir sebulan ia berada di tangan pelaku sebelum polisi menemukannya sedang dibawa memulung di Tangerang